08:00 . Diduga Balapan Liar, Hantam Fortuner Tewas di TKP   |   07:00 . 3 Pertanyaan Selain 'Kapan nikah' Saat Reuni   |   06:00 . Pengemudi Warga Simbatan, Patah Kaki dan Tangan   |   21:00 . Pasca Pemilu, Kapolres Himbau Jangan Ada Pawai   |   20:00 . Ngeri...! Kecelakaan Margomulyo Balen Bojonegoro   |   19:00 . Jokowi-Amin Menang 67 Persen di Bojonegoro   |   18:30 . Datangi Polres, Kadishub Bojonegoro Laporkan Balik Istrinya   |   18:00 . Meski Surat Suara Tertukar, KPU Mengklaim Tidak Ada PSU   |   17:00 . Evakuasi Korban, Jalan Raya Macet Cukup Panjang   |   16:00 . Avanza Vs Truk di Margomulyo, 2 Mobil Ringsek   |   15:00 . Triwulan Pertama, Ada 850 Klaim Asuransi ke Jasa Raharja   |   14:00 . SMPN 1 Kapas Kembali Rebut Juara Pencak Silat O2SN   |   12:00 . Saat Pemungutan Suara, Tiga TPS Surat Suaranya Tertukar   |   09:00 . Panitia Gandeng Mahasiswa dan Komunitas, Ini Alasannya?   |   08:00 . Rayakan Hari Jadi, AMSI Gelar Kontes Jurnalistik dan Seminar Anti Hoax   |  
Fri, 19 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 03 June 2018 20:00

Menristekdikti Minta Perguruan Tinggi Serius Hadapi Revolusi Industri

Menristekdikti Minta Perguruan Tinggi Serius Hadapi Revolusi Industri

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir hadir dalam kuliah umum di Universitas Nahdlatul Ulama dan Isntitut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro, Minggu (3/6/2018). Ia mengisi kuliah umum dengan tema 'Kebijakan Nasional Pendidikan Tinggi Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0'.
 
Mohammad Nasir mengungkapkan, pendidikan di Indonesia sedang menghadapi kondisi era revolusi industri 4.0 yang cukup merepotkan. Era baru dalam dunia ini memerlukan kebijakan berbeda di perguruan tinggi. Sebab pada era revolusi industri 4.0 pendidikan tidak lagi menciptakan batas, lantaran mengingat adanya kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK). 
 
"Kita sudah tidak bisa lagi menghindari kemajuan internet, sistem cloud computing, media, persaingan. Bahkan, negara dengan penduduk jumlah besar belum pasti yang akan menang dalam persaingan tetapi negara dengan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghasilkan inovasi yang akan menang," terangnya saat memberi penjelasan kepada sekitar 200 Mahasiswa tersebut.
 
Posisi Indonesia sendiri, berada di jalur yang tepat untuk menjalankan revolusi industri 4.0 namun belum mampu 'berlari kencang' menyusul negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand. Serta Indonesia harus berhati-hati dengan dengan negara-negara tersebut, sehingga kompetisi dan kompetensi harus diperkuat.
 
"Pada tahun 2019 mendatang kita harus bisa melampaui Malaysia dan insaallah kita bisa melampaui negeri jiran itu," lanjut Nasir.
 
Selain itu dirinya berencana akan menerapkan program fast track S1, yaitu progam jenjang S1 bisa ditempuh dalam waktu tiga tahun, dengan menyinergikan pembelajaran di semester tujuh pada jenjang S2. Sehingga, jenjang S2 dapat diselesaikan dalam waktu hanya satu tahun. Selanjutnya menurut Nasir, tesis mahasiswa S2 akan diarahkan agar sesuai jenjang studi S3.
 
Sehingga dengan percepatan itu, dari S1 sampai S3 bisa menghemat waktu belajar beberapa tahun. Jadi maksimal di usia 25 tahun mahasiswa itu sudah mendapat gelar doktor. Dengan cara itu Nasir berharap, kekurangan peneliti atau professor saat ini bisa diatasi dengan percepatan cara tetsebut.
 
"Oleh karena itu peran mahasiswa diperguruan tingg sangat penting untuk mewujudkannya, serta mahasiswa harus bisa menguasai Imformasi dan Tekhnologi," pungkas mantan pria yang juga mantan Rektor ini.[din/ito]

Tag : menristek, dikti, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more