08:00 . Cegah Narkoba, Sosialisasi Wacana Tes Urine Calon Pengantin Dilakukan   |   07:00 . Mengapa Selalu Lapar Menjelang Tidur Malam ? Ini Sebab Paling Berbahaya   |   19:00 . Belasan CJH Bojonegoro Dipastikan Gagal Berangkat ke Tanah Suci   |   18:00 . Jamaah Haji Bojonegoro Bakal Diberangkatkan Mulai 31 Juli   |   17:00 . Puluhan CJH Bojonegoro Termasuk Kelompok Risti   |   16:00 . Jelang Idul Adha, Harga Cabai Merangkak Naik   |   15:00 . Musim Kemarau, Disnakkan Klaim Petani Ikan Sudah Panen   |   14:00 . Laga Kontra Arema Malang United Jadi Uji Coba Terakhir Persibo   |   13:00 . DPD AGPAII Bojonegoro Resmi Dikukuhkan   |   12:00 . Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional, Pertamina Gandeng 5 PTN   |   11:00 . Penetapan Caleg Tepilih, KPU Hanya Diberi Waktu Lima Hari   |   10:00 . Ratusan Guru PAI se-Bojonegoro Ikuti Pembinaan dan Halal Bihalal   |   09:00 . Cinta NKRI, Urus KTP Diusia Senja   |   08:00 . Abimanyu Dilantik Jadi Pj. Sekda Bojonegoro   |   07:00 . Mau Naik Haji? Periksa Kesehatan Ini Sebelum Berangkat   |  
Sun, 21 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 June 2018 15:00

Menjelang Lebaran 'Gepeng' di Bojonegoro Meningkat

Menjelang Lebaran 'Gepeng' di Bojonegoro Meningkat

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com -
Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) meningkat di seputaran Kabupaten Bojonegoro. Biasanya simpang empat (Perempatan) menjadi lokasi yang strategis untuk mereka mangkal dan kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan blokBojonegoro.com, "gepeng" yang sudah menjamur sekitar satu pekan terakhir ini terdiri dari anak-anak hingga orangtua. Bahkan beberapa di antara mereka sudah renta dan rambut beruban. Mereka duduk di atas trotoar sambil menunggu lampu marka berubah menjadi merah.

“Biasanya pas lampu merah, beberapa pengemis nyerbu pengendara yang berhenti, saat itulah titik kerawanan karena tidak lama setelahnya lampu hijau," ungkap salah satu pengendara asal Kapas, Hermanto.

Senada yang dikeluhkan Andik, pria 35 tahun ini setiap harinya rutin pergi ke kota. “Setiap hari saya memang melintasi simpang empat dan semakin banyak pengemis yang turun tatkala lampu merah ,” sebut warga Sumuragung, Sumberejo itu.

Menurutnya, menjelang Ramadan, "gepeng" berkeliaran dan mayoritas sudah berumur lanjut. Mereka mengulurkan tangan kesetiap pengendara yang berhenti di lampu merah.

“Kasihan melihatnya, kalau tiba-tiba terjadi kecelakaan bagaimana?,” tanyanya pelan.

Andik juga berharap, pemkab setempat melakukan antisipasi terkait keberadaan gepeng tersebut. Tak cukup dengan razia rutin, melainkan memberi sanksi sosial yang bisa mengubah pola pikir gepeng agar tidak lagi memanfaatkan momen Ramadhan untuk mengais rezeki berlimpah.

"Apalagi ini momen Ramadan yang menjadikan atau memanfaatkan masyarakat muslim yang sedang berpuasa untuk memberikan sedikit uangnya," tutupnya kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]
 

Tag : gepeng, kota

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat