20:00 . Punya 18 Siswa, di SD Ini Ada Kelas Tanpa Murid   |   19:00 . Bahagia Tidur di Kebun Pinggir Hutan Bersama Ternak   |   18:00 . Wakili Bupati, Staff Ahli Paparkan Faktor Pendukung Pembangunan Desa   |   17:00 . Hanya 1 Pendaftar CPNS Difabel, BKPP Tak Buka Kesempatan Lagi   |   16:00 . Stok Darah Melimpah, PMI Batasi Layanan DD di Tempat Umum   |   15:00 . Inilah Syarat dan Ketentuan Dana Pinjaman Bunga 0 Persen dari Pegadaian   |   14:00 . Pembangunan SDM 5 Tahun Kedepan Lebih Utama   |   13:00 . PMI Gelar Muskerkab untuk Meningkatkan Pelayanan   |   12:00 . Datangkan Ketua PBNU, IAI-UNUGIRI Perdalam Konsep Islam Nusantara   |   11:00 . EMCL Gelar Lokakarya dan Peluncuran Program Pembangunan Desa Berwawasan Kependudukan   |   10:00 . Warga Nglampin Berharap Jalan Segera Diperbaiki   |   09:00 . 2019, Jilbab Waterproof Jadi Idola Kaum Hawa   |   08:00 . Tiga Minggu UMK Ditetapkan, Disperinaker Belum Terima Penangguhan   |   07:00 . 5 Kebiasaan yang Dapat Merusak Gigi Anak   |   00:00 . Wabup Kunjungi Museum Petroleum Geo Heritage Wonocolo   |  
Tue, 10 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 13 June 2018 09:00

Pertahankan Tradisi, Warga Buat Kue Apem Saat Malam Songo

Pertahankan Tradisi, Warga Buat Kue Apem Saat Malam Songo

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Di daerah pedesaan masih lekat dengan tradisi yang sudah dijalankan secara turun temurun, seperti ketika malam songo atau malam ke-29 ramadan. Sebagian warga yang ada di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro menggelar tasyakuran kirim doa kepada leluhur yang sudah meninggal.

Uniknya, saat tasyakuran 'kue apem' begitu masyarakat menyebutnya, tak pernah ketinggalan, karena itu adalah syarat yang harus dihidangkan dan sudah ada sejak zaman dulu.

Seperti yang dilakukan oleh warga Dusun Dibal, Desa Deling Kecamatan Sekar, Sumiatu. Demi mempersiapkan acara malam songo dirinya pagi-pagi sudah terlihat sibuk.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 05.40 Wib. Sumiatun terlihat sibuk membuat cetakan apem dari daun pisang yang disobek dengan ukuran kecil, kemudian dibentuk seperti kerucut dengan ditusuk lidi.

Dia terlihat cekatan. Sebab membuat apem seperti itu sudah ia jalani bertahun-tahun. Ia bercerita apem tersebut adalah warisan dari nenek dan orang tuanya terdahulu.

"Kue apem ini untuk syukuran dan kirim doa kepada arwah para leluhur yang sudah wafat," kata Sumiatun kepada blokBojonegoro.com, Rabu (13/6/2018).

Bahan-bahan apem di antaranya ada tepung beras, ragi, gula dan terakhir santan kelapa. "Semua dicampur jadi satu, lalu dimasak," tutur ibu tiga anak itu. [top/mu]

Tag : apem, kue apem


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat