22:30 . 2 Hari Stagnan Tak Ada Tambah Sembuh dan Positif Covid-19   |   16:00 . Total Hadiah Tabungan Jutaan Rupiah, ini Rincian untuk Lomba Foto   |   15:00 . Inilah Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Bojonegoro Juli 2020   |   14:00 . Hari Bhayangkara ke 74, PPA dan PDKB Kanor Gelar Bakti Sosial   |   13:00 . Persiapan Popda dan Porkab, Atlet Atletik Digenjot Latihan   |   12:00 . Berikut Panduan Naik KA Saat Pandemi Covid 19   |   10:00 . Resah, Ular Sanca Ukuran 1.5 Meter Diamankan   |   09:00 . Rapid Test Gratis untuk Peserta UTBK Calon Mahasiswa   |   08:00 . Intip Desa Sentra Perikanan   |   07:00 . Selain WFH, Ini 6 Hal yang Bikin Sakit Punggung   |   22:00 . Tak Ada Tambahan Sembuh dan Positif, PDP Bertambah 1 Orang   |   19:00 . Menggelitik....!!! Arga Marvel Pernah Juara Berhadiah 1 Sak Gabah   |   18:00 . Sesosok Mayat Wanita Mengapung di Bengawan   |   17:00 . Semangati Milenial Teladani Bung Karno Lewat Lomba Vlog dan Puisi   |   16:00 . Diduga Korsleting Listrik, 4 Rumah Warga Kasiman Terbakar   |  
Mon, 06 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 13 June 2018 09:00

Pertahankan Tradisi, Warga Buat Kue Apem Saat Malam Songo

Pertahankan Tradisi, Warga Buat Kue Apem Saat Malam Songo

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Di daerah pedesaan masih lekat dengan tradisi yang sudah dijalankan secara turun temurun, seperti ketika malam songo atau malam ke-29 ramadan. Sebagian warga yang ada di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro menggelar tasyakuran kirim doa kepada leluhur yang sudah meninggal.

Uniknya, saat tasyakuran 'kue apem' begitu masyarakat menyebutnya, tak pernah ketinggalan, karena itu adalah syarat yang harus dihidangkan dan sudah ada sejak zaman dulu.

Seperti yang dilakukan oleh warga Dusun Dibal, Desa Deling Kecamatan Sekar, Sumiatu. Demi mempersiapkan acara malam songo dirinya pagi-pagi sudah terlihat sibuk.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 05.40 Wib. Sumiatun terlihat sibuk membuat cetakan apem dari daun pisang yang disobek dengan ukuran kecil, kemudian dibentuk seperti kerucut dengan ditusuk lidi.

Dia terlihat cekatan. Sebab membuat apem seperti itu sudah ia jalani bertahun-tahun. Ia bercerita apem tersebut adalah warisan dari nenek dan orang tuanya terdahulu.

"Kue apem ini untuk syukuran dan kirim doa kepada arwah para leluhur yang sudah wafat," kata Sumiatun kepada blokBojonegoro.com, Rabu (13/6/2018).

Bahan-bahan apem di antaranya ada tepung beras, ragi, gula dan terakhir santan kelapa. "Semua dicampur jadi satu, lalu dimasak," tutur ibu tiga anak itu. [top/mu]

Tag : apem, kue apem


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat