18:00 . Woww...! DBH Bojonegoro Capai 2,284 Triliun   |   17:00 . Suasana Pedesaan, RM 'Omah Tepi Sawah' Hadir di Sukowati   |   16:00 . Kekurangan Guru Mapel, Disdik Mewacanakan Pemerataan GTT   |   15:00 . Ndoro Kakung Ajak Jurnalis Bojonegoro Diskusi Bareng   |   14:00 . Disdik Bojonegoro Targetkan Kekosongan Kasek SD Terisi Sebelum TAB   |   13:00 . Hujan Terus Menerus, Bawang Merah di Sekar Sebagian Boler   |   12:00 . Seorang Pemuda Asal Kedungadem Bojonegoro Dilaporkan Hilang   |   11:00 . Kapolsek Sumberejo Sosialisasikan Larangan Knalpot Brong   |   10:00 . DPRD Bojonegoro Dorong Pencairan Dana Hibah   |   09:00 . Padi Gadu di Caruban Mulai Panen   |   07:00 . Kenali, Efek Negatif Kebanyakan Makan Mi Instan   |   21:00 . Berikut, Cabor Andalan Bojonegoro pada Porprov Mendatang   |   20:00 . Isi Liburan, MAI At-Tanwir Talun Adakan Pelatihan Fasilitator PMR   |   19:00 . Resah Ulat Bulu, Tangani dengan Damkar   |   18:00 . KONI: Meski Sudah Bagus, Performa Atlet Porprov Terus Ditingkatkan   |  
Mon, 17 December 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 June 2018 13:00

Mampu Biayai Kuliah Dengan Beternak Ayam Joper

Mampu Biayai Kuliah Dengan Beternak Ayam Joper

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Untuk bisa mencapai kesuksesan memang membutuhkan usaha dan kerja keras. Karena kesuksesan tidak datang dengan instan.

Begitu juga dengan yang dilakukan oleh seorang pemuda asal Desa Sarangan Kecamatan Kanor, Muhammad Alfan Khusain. Kini ia sedang mencoba menjadi peternak sukses.

Alfan Khusain merupakan salah satu mahasiswa semester 2 di salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dengan beternak ayam Jowo Super (Joper) dirinya mampu membiayai kuliahnya sendiri maupun untuk kebutuhan sehari-hari sebagai anak muda, yang suka ngopi dan sebagainya.

Mahasiswa jurusan Agrobisnis tersebut mulai menjalankan bisnis ternak unggas ini sudah satu tahun atau sebelum memasuki bangku kuliah. Dulu ia hanya gemar memelihara saja, namun tidak terpikir untuk menjadi peternak. Namun setelah berjalannya waktu, ia mencoba memulai bisnis ternak ayam lantaran melihat tetangganya juga beternak.

"Awalnya saya melihat tetangga saya yang juga baru memulai beternak ayam Joper dan terlihat mudah serta mendapat keuntungan yang lumayan banyak," terang pemuda yang akrab disapa Alfan itu.

Dengan modal awal sekitar Rp4 juta, Alfan mulai mencoba beternak dengan membeli anak ayam (DOC) sebanyak 160 ekor. Walapun masih tergolong peternak pemula, dirinya tidak merasa kesulitan untuk merawat 160 DOC itu meski ada beberapa yang mati.

Saat merawat anakan ayam sampai bisa dipanen atau berumur 60 hari, ia tidak menemukan sebuah kendala yang berarti ataupun membutuhkan perawatan yang ekstra. Anak ayam hanya diberi makan selama tiga kali sehari sampai berumur dua bulan.

"Selain makanan yang berupa por, saya juga memberikan obat minum dan vaksin secara berjenjang untuk mencegah kematian," ujar Alfan.

Meski dirinya beternak di tempat yang padat penduduk, pemuda berumur 18 tahun tersebut tidak merasa ketakuan dengan bau yang tidak enak yang ditimbulkan dari kotoran ayam. Sebab ia mempunyai trik khusus agar kotoran tidak mengeluarkan bau yang menyengat, yaitu dengan cara menyemprotkan formalin ke kotoran Ayam.

Setelah dua kali sukses memanen dengan sempurna, kini ia menambah stok 200 ekor anak ayam dan itu dilakukan setiap bulannya. Jadi dengan pemanenan ayam joper yang hanya dua bulan, dirinya bisa memanen setiap satu bulan sekali.

"Kalau 200 ayam selama dua bulan menghabiskan sekitar 8 karung pakan, dengan harga sekitar Rp300 ribuan," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Alfan mengaku saat membeli bibit ayam maupun saat menjual hasil panen, ia  merasa tidak kesulitan. Pasalnya, sudah ada tetangganya yang mau menampung hasil panenan ayam tersebut. Bahkanmsetiap panen ia mampu meraup keuntungan sekitar Rp2 juta dengan waktu satu bulan sekali.

"Kalau untuk bibit anak ayam saya membelinya dengan harga Rp550 ribu perseratus ekor, sedangkan untuk panen saya jual perkilogram dengan harga sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu, tergantung kondisi pasar," lanjutnya.

Untuk kesulitan sendiri, ia menjelaskan, sebenarnya bukan terletak bagaimana merawat ataupun berhadapan dengan penyakit, lantaran bisa divaksin secara rutin. Melainkan terkendala tempat karena ia tidak memiliki ruang yang cukup luas.

"Ayam 200 ekor saya tempatkan di ruang sekitar 2X3 meter dan saya beri lampu sebagai penghangatnya," tutup Alfan Khusain. [din/mu]

Tag : ternak ayam

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 05 December 2018 08:00

    BMG Buka Lowongan Reporter bB, Berikut Syaratnya!

    BMG Buka Lowongan Reporter bB, Berikut Syaratnya! erkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat belakangan ini dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Thursday, 13 December 2018 09:00

    Gadget Sebagai Pengganti Buku

    Gadget Sebagai Pengganti Buku Gadget? Siapa yang tidak tahu dengan perangkat mobile satu ini? Sebagian besar remaja zaman sekarang merasa bahwa dirinya sangat tergantung dengan gadget....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more