21:00 . Pekerja Proyek Gas JTB Ikuti Upacara Bendera   |   20:00 . Wow....! Tari Thengul Tampil di Istana Negara   |   19:00 . Unik, Warga Klangon Dirikan Gapura Bentuk Garuda Raksasa   |   18:00 . Warga Tulungagung Kibarkan Bendera Rakasasa di Tepi Bengawan Solo   |   17:00 . Totalitas Tari Thengul dan Gemuruh Penonton   |   16:00 . Tari Thengul Tampil Memukau di Istana Negera   |   15:30 . Pertamina Tanam 10.000 Pohon dan Serahkan CSR Rp1,2 Miliar   |   15:00 . 210 Napi Tak Dapat Remisi   |   14:00 . Napi Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI, 4 Orang Bebas   |   13:00 . Banom NU Banjarejo Bagikan Wakaf 1.000 Masker   |   12:30 . Momen Agustusan, Mansabo Kembangkan Potensi Siswa Melalui Lomba   |   12:00 . Banyak Peserta Upacara HUT RI di Alun-alun Bojonegoro Pusing   |   11:00 . Refleksi Hari Kemerdekaan, SLB Putra Harapan Bagi Bendera   |   10:00 . Khidmat, EMCL dan SKK Migas Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lapangan Banyu Urip   |   09:00 . Golkar Sepakat Usulkan Mitro'atin Jadi Pimpinan DPRD   |  
Sat, 17 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 June 2018 13:00

Mampu Biayai Kuliah Dengan Beternak Ayam Joper

Mampu Biayai Kuliah Dengan Beternak Ayam Joper

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Untuk bisa mencapai kesuksesan memang membutuhkan usaha dan kerja keras. Karena kesuksesan tidak datang dengan instan.

Begitu juga dengan yang dilakukan oleh seorang pemuda asal Desa Sarangan Kecamatan Kanor, Muhammad Alfan Khusain. Kini ia sedang mencoba menjadi peternak sukses.

Alfan Khusain merupakan salah satu mahasiswa semester 2 di salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dengan beternak ayam Jowo Super (Joper) dirinya mampu membiayai kuliahnya sendiri maupun untuk kebutuhan sehari-hari sebagai anak muda, yang suka ngopi dan sebagainya.

Mahasiswa jurusan Agrobisnis tersebut mulai menjalankan bisnis ternak unggas ini sudah satu tahun atau sebelum memasuki bangku kuliah. Dulu ia hanya gemar memelihara saja, namun tidak terpikir untuk menjadi peternak. Namun setelah berjalannya waktu, ia mencoba memulai bisnis ternak ayam lantaran melihat tetangganya juga beternak.

"Awalnya saya melihat tetangga saya yang juga baru memulai beternak ayam Joper dan terlihat mudah serta mendapat keuntungan yang lumayan banyak," terang pemuda yang akrab disapa Alfan itu.

Dengan modal awal sekitar Rp4 juta, Alfan mulai mencoba beternak dengan membeli anak ayam (DOC) sebanyak 160 ekor. Walapun masih tergolong peternak pemula, dirinya tidak merasa kesulitan untuk merawat 160 DOC itu meski ada beberapa yang mati.

Saat merawat anakan ayam sampai bisa dipanen atau berumur 60 hari, ia tidak menemukan sebuah kendala yang berarti ataupun membutuhkan perawatan yang ekstra. Anak ayam hanya diberi makan selama tiga kali sehari sampai berumur dua bulan.

"Selain makanan yang berupa por, saya juga memberikan obat minum dan vaksin secara berjenjang untuk mencegah kematian," ujar Alfan.

Meski dirinya beternak di tempat yang padat penduduk, pemuda berumur 18 tahun tersebut tidak merasa ketakuan dengan bau yang tidak enak yang ditimbulkan dari kotoran ayam. Sebab ia mempunyai trik khusus agar kotoran tidak mengeluarkan bau yang menyengat, yaitu dengan cara menyemprotkan formalin ke kotoran Ayam.

Setelah dua kali sukses memanen dengan sempurna, kini ia menambah stok 200 ekor anak ayam dan itu dilakukan setiap bulannya. Jadi dengan pemanenan ayam joper yang hanya dua bulan, dirinya bisa memanen setiap satu bulan sekali.

"Kalau 200 ayam selama dua bulan menghabiskan sekitar 8 karung pakan, dengan harga sekitar Rp300 ribuan," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Alfan mengaku saat membeli bibit ayam maupun saat menjual hasil panen, ia  merasa tidak kesulitan. Pasalnya, sudah ada tetangganya yang mau menampung hasil panenan ayam tersebut. Bahkanmsetiap panen ia mampu meraup keuntungan sekitar Rp2 juta dengan waktu satu bulan sekali.

"Kalau untuk bibit anak ayam saya membelinya dengan harga Rp550 ribu perseratus ekor, sedangkan untuk panen saya jual perkilogram dengan harga sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu, tergantung kondisi pasar," lanjutnya.

Untuk kesulitan sendiri, ia menjelaskan, sebenarnya bukan terletak bagaimana merawat ataupun berhadapan dengan penyakit, lantaran bisa divaksin secara rutin. Melainkan terkendala tempat karena ia tidak memiliki ruang yang cukup luas.

"Ayam 200 ekor saya tempatkan di ruang sekitar 2X3 meter dan saya beri lampu sebagai penghangatnya," tutup Alfan Khusain. [din/mu]

Tag : ternak ayam

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 13 August 2019 08:00

    Teladani Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi

    Teladani  Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi Demi memperkuat spiritual keagamaan dan meneladani perjuangan para waliyullah, sekaligus menyambut Kemerdekaan RI-47, jemaah tahlil Dukuh Ngantulan, RT.19/RW.03, Desa Bulu, Kecamatan Balen, mengadakan ziarah ke makam auliya. Selain itu dalam...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat