19:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |   09:00 . Cegah Mobilisasi People Power, Polres Bojonegoro Razia Kendaraan   |   08:00 . Jelang Jumbara PMR IX, PMI Susun Pembagian Tugas   |   07:00 . Tips Aman Puasa Bagi Ibu Hamil   |   23:00 . Mas Emil Ajak Perangi HOAX   |   22:00 . Wabup Silatirahmi ke Warga Tlatah   |  
Sun, 19 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 20 June 2018 13:00

Ledre dan Under-under Jadi Jajanan Bojonegoro Paling Diburu

Ledre dan Under-under Jadi Jajanan Bojonegoro Paling Diburu

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pasca lebaran, pemudik yang pulang kampung mulai membanjiri pusat oleh-oleh makanan khas daerah untuk berburu buah tangan. Gerai makanan khas pun bersiap menjadi sasaran pemudik yang akan kembali beraktifitas seperti biasanya.
 
Di Kabupaten Bojonegoro, sebagian besar pemudik yang berbelanja di pusat oleh-oleh adalah mereka yang transit dan masih akan melanjutkan perjalanan ke Kota tujuan tempat bekerja atau mereka yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro yang akan menuju tempat bekerja untuk diberikan kepada rekan kerjanya.
 
Muhammad Fakih misalnya yang datang dari Jakarta dan sedang menjenguk orang tuanya di Bojonegoro. "Ke sini mampir untuk beli oleh-oleh saja dan katanya Bojonegoro terkenal dengan Ledrenya," ujar Fakih.
 
Fakih sendiri membeli makanan khas di Kabupaten Bojonegoro untuk menambah variasi oleh-oleh yang dibawanya. Menurutnya, oleh-oleh sangat penting untuk buah tangan yang akan ia berikan kepada teman maupun sanak saudara.
 
Nisa (24) yang akan kembali ke Kota Surabaya juga demikian. Setiap berkunjung ke Kabupaten Bojonegoro, dia selalu membawakan keluarganya Ledre maupun makanan khas Bojonegoro lainya seperti Under-under, Untuk Yuyu, Gapit dan lain-lainya.
 
"Pingin saja dan katanya Bojonegoro terkenal dengan Ledrenya dan selain ledre saya juga belanja oleh-oleh khas yang lainya agar tidak bosan," ujar perempuan yang juga seorang model itu.
 
Tak khayal arus balik sering menjadi momentum yang sangat ditunggu oleh pemilik gerai oleh-oleh jajanan khas, seperti yang berada di Jalan MH Tamrin Bojonegoro. Antrean pembeli nampak terlihat untuk menyetorkan jajananan kepada kasir.
 
Salah seorang pegawai gerai tersebut, Heru Saputra, mengatakan peningkatan saat momentum lebaran bisa mencapai lima kali lipat dari hari biasanya. Jika hari biasa ia mengantongi sampai 2 Juta perharinya, kini saat lebaran omset pembeli bisa mencapai 10 juta per hari bahkan bisa lebih.
 
"Di sini yang paling banyak dibeli adalah Ledre dan Under-under yang keduanya adalah jajanan khas Bojonegoro," terang pemuda asal Kecamatan Tambakrejo itu.
 
Heru mengungkapkan, biasanya mereka yang berbelanja adalah orang-orang yang habis dari berlibur dari luar Kota yang kebetulan melewati Bojonegoro. Jika sebelum Lebaran banyak yang membeli untuk oleh-oleh ke tempat tujuan, setelah Lebaran rata-rata membeli untuk oleh-oleh untuk kembali.
 
Untuk Ledre sendiri, sekarang sudah ada 11 farian rasa, yaitu rasa Keju, Coklat, Waluh, Original, Durian, Kacang hijau, Setroberi, Susu, Melon dan Salak. Namun, kebanyakan yang paling di buru oleh pembeli adalah rasa original dibanding dengan rasa-rasa lainya.
 
"Selain menyediakan oleh-oleh khas Bojonegoro disini juga menyediakana jajanan khas Kota lain, seperti Bakpia Patok dan Dodol," tutup Heru kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : oleh, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat