14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |   11:00 . Alat Berat Berhenti di Ngablak, Warga Tak Seheboh di Wilayah Timur   |   10:00 . Hingga Akhir Tahun, Logam Mulia Masih Dominasi Agunan Pegadaian   |   09:00 . Manfaatkan Rumah Sebagai Spot Foto Instagramable   |   08:00 . Kartar Nusa Bakti Manfaatkan Lahan Desa Sebagai Agro Wisata   |   07:00 . 4 Cara Mencegah Anak Ngompol di Malam Hari   |   02:00 . Lewat Jembatan, Kepala Truk Terpisah   |   01:30 . Rela Menunggu Demi Lihat Truk Lewat   |   01:00 . Unik, Lintasi Jembatan Kendaraan Tanpa Kepala   |   00:30 . Tunggu Alat Berat JTB Lewat, Warga Antre di Pinggir Jalan   |   00:00 . Tanpa Kepala, Alat Berat Lintasi Jembatan   |   23:30 . Pantau Lintasan Jembatan di Komputer   |   23:00 . Start Pukul 22.00 WIB, Jalanan Macet   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 24 June 2018 13:00

Disperta Kembangkan Tanaman Sehat di 250 Hektare Lahan

Reporter: M Safuan 
 
blokBojonegoro.com - Banyaknya petani Bojonegoro yang menggarap lahan pertaniannya dengan menggunakan pupuk pestisida pada membuat Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro mencoba mengembangkan Budidaya tanaman sehat tanpa bahan kimia.
 
Hal tersebut dilakukan agar tanaman yang ditanam tersebut benar-benar bisa menghasilkan bobot hasil lebih dibandikan saat menggunakan pupuk pestisida yang banyak mengandung bahan kimia dan lebih banyak menggunakan pupuk organik.
 
"Di tahun 2018 ini ada 250 hektare sawah atau lahan pertanian yang dikembangkan untuk budidaya tanaman sehat yang berada di Kecamatan Kanor dan Balen," Kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanani.
 
Zaenal melanjutkan dengan tanpa menggunakan pupuk pestisida pastinya petani bisa lebih menghemat 50 persen, bahkan pada budi daya tanaman sehat ini, petani lebih andalkan pengolahan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang.
 
"Bahkan hasil yang diperolehnya bisa tambah 1 ton per hektarenya, dibandingkan dengan menggunakan pupuk yang banyak bahan kimianya," jelas Zaenal kepada blokBojonegoro.com
 
Oleh karena itu, Disperta Bojonegoro juga mengajak kepada petani agar beralih mengolah tanamannya ke budidaya tanaman sehat. Selain itu ratusan hektar tersebut sebagai lahan percontohan agar petani bisa melihat hasil pada Budidaya tanaman sehat ini. [saf/lis]
 

Tag : Disperta, lahan, petani


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat