18:00 . Daun kering rawan kebakaran   |   17:00 . Ikan Asap Solusi Ketika Harga Daging Sedang Melambung   |   16:00 . Jika Ada Bencana, ini yang Akan Dilakukan KPU   |   14:00 . Pemuda Mojodelik Terlibat Sebagai Panitia PTSL   |   13:00 . Kemarau, Jadi Berkah Bagi Tukang Gali Sumur   |   12:00 . Siswa SD di 2 Kecamatan Terima Kartu ATM PIP   |   11:00 . Bupati Berikan Penghargaan untuk Masyarakat Berprestasi   |   10:00 . Kelelahan saat Upacara, 12 Siswa Dirawat   |   09:00 . Upacara HJB, Bupati Ajak Semua Lebih Produktif   |   08:00 . Pemuda Bojonegoro Ikuti Jambore Pemuda Daerah   |   07:00 . Daftar Negara dengan Usia Harapan Hidup Tertinggi, Bagaimana Indonesia?   |   23:00 . LPPNU Bojonegoro Sosialisasikan Program Bantuan Tanam Jagung   |   22:00 . 29 Gunungan Dibagikan di Grebeg Berkah   |   21:30 . Bupati Terima Api Abadi   |   21:00 . Filosofi Musik 'Ning Nong Gung' dalam Iringan Grebek Berkah   |  
Sun, 21 October 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 25 June 2018 09:00

Desilia Herman

Keluar Zona Nyaman, Dulu Model Kini Jadi Perias Profesional

Keluar Zona Nyaman, Dulu Model Kini Jadi Perias Profesional

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com -
Siapa sangka wanita cantik satu ini dulunya adalah gadis yang tomboi. Bahkan di masa sekolah, dirinya tidak memiliki rok kecuali rok sekolah, tapi kini setelah terjuan di dunia modeling, ia malah menjadi seorang perias.

Desilia Herman namanya. Awal terjun ke dunia modeling sekitar tahun 2002 setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), saat ia diajak berpartisipasi untuk menjadi model dalam lomba tata rias (lomba make up).

"Setelah lulus SMA ada yang nawari aku, perias Bojonegoro yang pertama kali ngajak aku jadi model dan mendorongku untuk jadi model itu Mas Hangky, Planet Hangky Salon Bojonegoro," tutur wanita alumni SMA Negeri 3 Bojonegoro tahun 2002 ini.

Setelah ia menjadi model untuk lomba make up, kemudian berlanjut menjadi model catwalk. Di sela-sela menjadi seorang model ia memiliki hobi untuk sekadar iseng-iseng merias dirinya sendiri.

"Nah, dari situ karena sering iseng make up diri sendiri, banyak temen-temen kalau mau tampil modeling minta dirias," tutur wanita kelahiran Desember 1983 ini kepada blokBojonegoro.

Di tahun 2015, Desi sapaan akrabnya, mengambil langkah untuk fokus belajar make up. Wanita yang sekarang ini telah memiliki dua anak tersebut di tahun 2017 kemudian belajar make up di Yohanes Soelarso, Sidoarjo, dengan teknik rias pengantin.

"Alhamdulillah waktu graduation di tahun 2018 mendapatkan predikat siswa berprestasi," jelas wanita yang juga pernah menempuh pendidikan S1 jurusan psikologi di Ubaya.

Hal yang membuat ia suka make up, karena bagi dirinya dengan make up dapat membuat wajah berbeda, misalkan saja wajah tembem jika dimake up bisa terlihat tirus, selain itu bisa juga menjadikan wajah terlihat lebih cantik.

Dari kecekatannya dalam memoles wajah, bulan lalu, tepatnya tanggal 20 Mei 2018, ia juga membuat Beauty Make Up Class yang diikuti sekitar lima puluh satu peserta.

"Kalau biasanya sih cuma sekadar kelas kecil, privat seperti itu. Ini pertama kalinya saya membuat kelas besar, bahkan saat pendaftaran ditutup masih ada yang mau daftar. Karena tempatnya terbatas, jadi peserta juga harus dibatasi," terang wanita asal Desa Balenrejo Kecamatan Balen ini.

Ibu dua anak ini menuturkan, suksesnya kegiatan tersebut berkat dukungan dari keluarga dan orang di sekitarnya, serta didukung oleh pihak sponsor.

Putri pasangan H. Gatot Hermanto dan Hj. Yuliwidarti kesehariaannya berada di Surabaya, sehingga job yang sering didapatkan tentu di Kota Pahlawan dan luar kota lainnya seperti Madiun, Yogyakarta dan juga terkadang mendapatkan job di Bojonegoro.

Ada suatu hal yang memotivasi dirinya sehingga  beralih menjadi seorang perias. "Jangan takut keluar dari zona nyaman, berani untuk maju, apa yang kita bisa dan kita punya, selagi masih ada kesempatan lakukan yang terbaik," tutup ibunda Alyndia dan Rayyan ini bercerita. [ani/mu]


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




Video bB

Redaksi

  • Sunday, 14 October 2018 11:30

    3th blokTuban.com dan HJT ke-725

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita Dalam kesempatannya menghadiri agenda Gowes 3 tahun blokTuban.com berkarya di Bumi Wali yang dibalut nuansa semarak menyambut Hari Jadi Tuban (HJT) ke-725, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Wilayah Jawa Timur (Jatim), Arif Rahman memberi himbauan kepada masyarakat umum, khususnya yang ada dalam kegiatan tersebut agar lebih cerdas dalam mengkonsumsi berita....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar...

    read more