20:00 . Diduga Puntung Rokok Menyebabkan Sebuah Rumah di Sukosewu Terbakar   |   19:00 . Meski Menang, Pelatih Persibo Mengaku Belum Puas   |   18:00 . Polres Bojonegoro Lakukan Pengamanan Ketat   |   17:00 . Persibo Gilas Arema Malang United 4-1   |   16:00 . Persibo Tutup Babak Pertama Dengan Skor 2-0   |   12:00 . Kemenag: Pengetahuan Bahaya Narkoba Harus Diberikan Pada Pelajar   |   11:00 . Camat Balen: Saya Belum Terima Laporan P-APBDes dan SK Panitia   |   10:00 . Warga Pertanyakan Seleksi Perangkat Desa Mulyorejo   |   09:00 . Saat Haji, Diprediksi Suhu Capai 47 Derajat   |   08:00 . Cegah Narkoba, Sosialisasi Wacana Tes Urine Calon Pengantin Dilakukan   |   07:00 . Mengapa Selalu Lapar Menjelang Tidur Malam ? Ini Sebab Paling Berbahaya   |   19:00 . Belasan CJH Bojonegoro Dipastikan Gagal Berangkat ke Tanah Suci   |   18:00 . Jamaah Haji Bojonegoro Bakal Diberangkatkan Mulai 31 Juli   |   17:00 . Puluhan CJH Bojonegoro Termasuk Kelompok Risti   |   16:00 . Jelang Idul Adha, Harga Cabai Merangkak Naik   |  
Mon, 22 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 07 July 2018 14:00

Dibandrol Rp.42 Ribu, Elpiji Nonsubsidi Belum Beredar di Bojonegoro

Dibandrol Rp.42 Ribu, Elpiji Nonsubsidi Belum Beredar di Bojonegoro

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pertamina resmi meluncurkan elpiji nonsubsidi ukuran 3 kilogram pada tanggal 1 Juli lalu dengan warna tabung merah muda atau pink fuchsia dengan label tulisan Bright Gas.

Perbedaan warna tersebut sengaja dibuat sebagai pembeda dengan elpiji 3 kg bersubsidi yang berwarna hijau muda. Sedangkan untuk elpiji nonsubsidi sendiri dibandrol dengan harga Rp42 ribu pertabungnya.

"Kemarin gubernur sudah memberikan surat edaran kepada bupati ataupun wali kota se-Jawa Timur, bahwa lpg (elpiji) 3 Kg nonsubsidi telah diluncurkan, tetapi hingga saat ini belum beredar di Bojonegoro," terang Plt Dinas Perdagangan, Agus Hariyana, Sabtu (7/7/2018).

Elpiji 3 kg nonsubsidi sendiri dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pasalnya sebagian masyarakat mampu, lebih memilih menggunakan elpiji 3 kg karena ukuran yang jauh lebih kecil dibanding elpiji nonsubsidi yang telah dipasarkan sebelumnya.

Agus Hariyana mengungkapkan, adanya elpiji 3 kg nonsubsidi jika tidak disertai dengan peraturan maupun pengawasan yang ketat bakal menumbuhkan sebuah polemik. Sebab, diluncurkanya bright gas tersebut bertujuan untuk menyasar kalangan mampu atau orang kaya.

"Soalnya banyak masyarakat mampu yang menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi dan bertujuan untuk mempermudah ibu rumah tangga yang mampu untuk menggunakannya," lanjut Agus.

Ia juga menghimbau kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pemilik tempat usaha atau industri tidak menggunakan elpiji 3 kg subsidi. Menurutnya, jajaran ASN bukan masuk golongan yang berhak mengkonsumsi gas elpiji subsidi tiga kilogram.

"Kalau PNS sampai beli elpiji bersubsidi itu keterlaluan, karena PNS bukan termasuk rentan miskin maupun sangat miskin. Saya berharap PNS tidak membeli elpiji bersubsidi mengingat bahan bakar energi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori miskin dan sangat miskin," tutupnya kepada blokBojonegoro.com. [din/mu]

Tag : elpiji non subsidi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat