07:00 . Kenali 6 Khasiat Asam Jawa untuk Diabetes dan Pencernaan   |   18:00 . Hujan Disertai Angin Kencang Kembali Terjadi di Bojonegoro   |   17:00 . Pernikahan Sirri Harus Sidang Isbat Nikah   |   16:00 . Yuk...! Ikuti Sinau Bareng Nge-MC di Bojonegoro   |   15:00 . BPBD Taksir Kerugian Bencana Akibat Hujan dan Puting Beliung Capai 1.9 M   |   14:00 . Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Desa Kanten Terbakar   |   13:00 . Pengumuman CPNS Beredar, Pendaftaran Dimulai Besok   |   12:00 . Bukan di Pilanggede, Beredar Video Angin Puting Beliung di Jepara   |   11:00 . Progam KPP Dianggap Tak Berpihak kepada Pedagang   |   10:00 . Kapolres Bojonegoro Berharap Kompetensi Wartawan Terus Ditingkatkan   |   09:00 . Cerita ‘Bandung Bondowoso’ dan Tim Hebat   |   07:00 . 8 Tanda Orang yang Berjuang Mengatasi 'High-Functioning Anxiety'   |   06:00 . Bupati: Konsep Bagus, Tahun Depan Harus Konsisten   |   22:00 . Lukisan Menarik dari Festival Bengawan 2019   |   21:00 . Indah Wisata TPG Pilanggede Saat Sore Hari   |  
Tue, 12 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 07 July 2018 14:00

Dibandrol Rp.42 Ribu, Elpiji Nonsubsidi Belum Beredar di Bojonegoro

Dibandrol Rp.42 Ribu, Elpiji Nonsubsidi Belum Beredar di Bojonegoro

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pertamina resmi meluncurkan elpiji nonsubsidi ukuran 3 kilogram pada tanggal 1 Juli lalu dengan warna tabung merah muda atau pink fuchsia dengan label tulisan Bright Gas.

Perbedaan warna tersebut sengaja dibuat sebagai pembeda dengan elpiji 3 kg bersubsidi yang berwarna hijau muda. Sedangkan untuk elpiji nonsubsidi sendiri dibandrol dengan harga Rp42 ribu pertabungnya.

"Kemarin gubernur sudah memberikan surat edaran kepada bupati ataupun wali kota se-Jawa Timur, bahwa lpg (elpiji) 3 Kg nonsubsidi telah diluncurkan, tetapi hingga saat ini belum beredar di Bojonegoro," terang Plt Dinas Perdagangan, Agus Hariyana, Sabtu (7/7/2018).

Elpiji 3 kg nonsubsidi sendiri dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pasalnya sebagian masyarakat mampu, lebih memilih menggunakan elpiji 3 kg karena ukuran yang jauh lebih kecil dibanding elpiji nonsubsidi yang telah dipasarkan sebelumnya.

Agus Hariyana mengungkapkan, adanya elpiji 3 kg nonsubsidi jika tidak disertai dengan peraturan maupun pengawasan yang ketat bakal menumbuhkan sebuah polemik. Sebab, diluncurkanya bright gas tersebut bertujuan untuk menyasar kalangan mampu atau orang kaya.

"Soalnya banyak masyarakat mampu yang menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi dan bertujuan untuk mempermudah ibu rumah tangga yang mampu untuk menggunakannya," lanjut Agus.

Ia juga menghimbau kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pemilik tempat usaha atau industri tidak menggunakan elpiji 3 kg subsidi. Menurutnya, jajaran ASN bukan masuk golongan yang berhak mengkonsumsi gas elpiji subsidi tiga kilogram.

"Kalau PNS sampai beli elpiji bersubsidi itu keterlaluan, karena PNS bukan termasuk rentan miskin maupun sangat miskin. Saya berharap PNS tidak membeli elpiji bersubsidi mengingat bahan bakar energi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori miskin dan sangat miskin," tutupnya kepada blokBojonegoro.com. [din/mu]

Tag : elpiji non subsidi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat