18:00 . Diduga Kelelahan, Staf Perhutani Ditemukan Meninggal Dunia   |   17:00 . Bus Baru Pemkab, Bupati: Untuk Pelayanan dan Sosial   |   16:00 . Maba IAI Sunan Giri Antusias Ikuti Seminar Pembuatan Makalah   |   15:00 . Mekanisme Berbeda, Pemilihan Ketua Lewat Formatur   |   14:00 . Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Musda   |   13:00 . Serunya Lomba Mancing Merdeka Berebut Sepeda Motor   |   12:00 . Bupati Kunjungi Exit Tol Nganjuk ini Tujuannya   |   11:00 . Bak Moto GP, Ibu-Ibu Ikut Balap Traktor di Desa Tejo   |   10:00 . Mancing Merdeka, Berebut Ikan Dengan Bobot Terberat   |   08:00 . Ratusan Pemancing Turut Mancing Merdeka   |   07:00 . Apakah Asma Menular?   |   18:00 . Sutrac Bantu Droping Air Bersih di Tlogohaji   |   17:00 . Besok, Desa Tejo Kembali Gelar Lomba Balap Traktor   |   15:00 . MI Islamiyah Sarangan Sabet Juara Satu di Pesta Siaga Kwaran Kanor   |   14:00 . Pengusaha NU Bojonegoro Berkumpul, Mau Apa?   |  
Sun, 15 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 13 July 2018 13:00

Harga Telur Tinggi, Ini Penjelasan Disnakkan

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Melambungnya harga telur di pasaran beberapa minggu ini hingga mencapai Rp28.000 dikeluhkan oleh konsumen. Para pedagang tidak mengetahui secara pasti, apa yang menyebabkan harga telur naik. Padahal, usai hari raya kemarin harga telur sempat turun di harga Rp22.000.

"Harga telur terus naik sejak seminggu kemarin , bahkan saat ini harganya 28 ribu rupiah," kata Diyah salah satu pedagang telur di Pasar Kota Bojonegoro.

Terpisah, Kabid Agribis, Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Wiwik Sulistyo mengungkapkan produksi telur di Bojonegoro saat ini masih terbilang minim, sehingga untuk memenuhi kebutuhan telur untuk masyarakat Bojonegoro kebutuhan produksinya harus mendatangkan dari luar.

"Sedangkan untuk ketersediaan telur di Bojonegoro hanya mencapai 913 ton atau 913.195 kilogram dimana hasil produksi itu dihasilkan dari populasi ayam sebanyak 34.322 ekor," terang wanita yang akrab disapa Wiwik itu.

Dirinya menjelaskan, sedangkan dari jumlah masyarakat Bojonegoro sebanyak 1.450 juta jiwa ideal konsumsi produksi telur yang ada ratanya setidaknya tersedia 9.217 ton. Jumlah itu sudah terbilang meningkat produksinya dibanding tahun 2017 lalu yakni sebesar 892 ton dengan populasi ayam buras sekitar 32.410 ayam.

Dengan kondisi itu, masyarakat Bojonegoro beharap agar pemerintah bisa ikut andil menstabilkan harga telur, sehingga masyarakat bisa membagi kebutuhannya dengan kebutuhan lain.[saf/lis]

Tag : disnakkan, telur, harga

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 08 September 2019 15:00

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding Peringatan HUT Republik Indonesia merupakan suatu kegiatan yang rutin dilaksanakan seluruh masyarakat Indonesia, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang diperjuangkan oleh pahlawan terdahulu....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat