17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |   08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |  
Sat, 16 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 27 July 2018 11:00

Pemohon Berdesak-Desakan Antre Mengurus Data Kependudukan

Pemohon Berdesak-Desakan Antre Mengurus Data Kependudukan

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Pelayanan data kependudukan di Dispendukcapil Kabupaten Bojonegoro selalu ramai. Bahkan, pemohon rela berdiri dan berdesak-desakan dengan yang lain untuk mengantre menunggu giliran dipanggil.

Di lokasi, pemohon tampak tak sabar segera mendapatkan baik itu e-KTP, KK, Akte lahir, Surat pindah dan lainnya. Sehingga, mereka harus berdiri untuk menunggu panggilan.

Sebenarnya, di ruang tunggu pelayanan disediakan kursi sebagai tempat duduk untuk mengantri. Tapi kursipun hampir semuanya penuh.

"Harus desak-desakkan agar cepat dipanggil, sebab tak ada nomer antriannya," ujar seorang warga dari Bubulan, Deni.

Deni mengaku, sedang menguruskan surat pindah tempat kerabatnya dari luar Jawa. Kerabatnya, memintanya untuk menguruskan surat pindah kepadanya. Tapi dia harus kembali pulang dengan tangan hampa. Sebab, surat pindah kerabatnya tersebut kurang memenuhi syarat sehingga tak bisa diproses.

"Sekarang masih ramai. Setiap hari ada sekitar 200 pemohon (data kependudukan/KTP, KK, Akte lahir dan lainnya)," kata Kasi Dokumentasi dan Pemanfaatan Data, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Sri Handayani kepada blokBojonegoro.com, Jumat (27/7/2018).

Menurut dia, saat ini membuat e-KTP sudah bisa diproses satu hari jadi. Dan, tidak boleh diwakilkan, kecuali ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan. "Kalau diwakilkan harus menggunakan surat kuasa," tutur Handayani.

Handayani pun tak menampik jika, pemohon data kependudukan berdesak-desakan. Namun, hal itu menurutnya hanya musiman, yang artinya membludaknya pemohon pada hari-hari tertentu saja. [top/ito]

Tag : dispendukcapil, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat