07:00 . 5 Tanda Anda Berada dalam Pernikahan Tanpa Cinta   |   14:00 . Semangat Gerak Jalan, Banser Balen Siap Jaga NKRI   |   12:00 . Aneh, Pisang di Kapas Berbuah Dari Tengah Batang   |   11:00 . Agustus, Konveksi Mulai Kebanjiran Pesanan   |   10:00 . Balap Becak, Perempuan Pun Ikut Andil   |   09:00 . Rangkaian HUT RI, Warga Ngasinan Jalan Sehat Bersama   |   08:00 . Dilirik 9 Perusahaan, Disperta Butuh 10.400 Ton Tembakau   |   07:00 . Tips Alami Merawat Payudara Agar Tetap Kencang   |   06:00 . Premenstrual Syndrome   |   19:00 . Kurban Semakin Dekat, Harga Kambing Terus Naik   |   18:00 . Meriahnya Pawai Sepeda Hias Gayam   |   17:00 . Pertamina EP Tajak Sumur Wolai-001 Tepat HUT RI   |   16:00 . Ditetapkan, Inilah Total DPT di Masing-masing Dapil   |   15:00 . Perapian di Kandang Meludeskan Sebagian Rumah Warga Purwosari   |   14:00 . Kreatif, Anyaman Bambu di Sumuragung Dijadikan Hiasan   |  
Mon, 20 August 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 27 July 2018 13:00

Haji 2018

Subhanallah, Pasangan Marbot Masjid dan Tukang Sapu Naik Haji

Subhanallah, Pasangan Marbot Masjid dan Tukang Sapu Naik Haji

Kontributor : Apriani

blokBojonegoro.com - Siapa sangka seorang tukang sapu jalan atau biasa disebut sebagai pasukan kuning  dan juga marbot masjid dapat melaksanakan ibadah Haji di tanah Suci Mekkah. Pasangan suami istri ini tinggal di Desa Sembung, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Memiliki sifat gigih dalam bekerja, sehingga pasangan suami istri ini  dapat melaksanakan ibadah Haji pada tahun 2018 ini, sang istri bernama Suparmi bekerja sebagai pasukan kuning di DLH Kabupaten Bojonegoro, dan suami adalah Lasmijan bekerja sebagai seorang marbot masjid di desa setempat.

Perempuan yang akrab disapa Mak Mi, sudah sekitar 20 Tahun menjadi seorang tukang sapu. Masa itu sekitar Bulan Maret tahun 1998 Ia mulai bekerja sebagai petuga kebersihaan. Kala itu gajinya hanya Rp65.000 per bulan, dan saat bekerja berangkat dengan naik sepeda ontel.

"Apalagi dulu pas mau ada penghargaan Adipura, harus balik dua kali sehari, tapi sekarang alhamdulilah hanya sehari sekali saja. Alhamdulilah sekarang berangkatnya juga naik motor," ujar Ibu tiga anak tersebut kepada blokBojonegoro.com.

Ia pun bercerita sebelum menjadi seorang tukang sapu, setelah menikah dengan lelaki yang akrab disapa Kang Jan pada tahun 1982, sempat berjualan dedak dan juga berjualan belut di Pasar Sumberarum, Kecamatan Dander.

"Setelah nikah, Ibu dulunya jualan dedak. Kemudian beralih berjualan belut, jadi setiap malam saya cari belut di sawah dulu masih pakai cara tradisional, dan pagi baru pulang," jelas laki-laki yang berusia sekitar 64 tahun tersebut.

Bahkan sempat disaat Bulan Suci Ramadan kala itu, Ia harus membawa bekal makanan untuk makan sahur dan tentunya dengan menu seadanya, dan sering kali Ia pulang ketika Adzan Subuh berkumandang.

Lelaki tiga bersaudara ini melanjutkan ceritanya, setelah anak-anaknya lulus sekolah Ia berhenti mencari belut. Dan akhirnya menjadi seorang marbot masjid dan istrinya menjadi tukang sapu.

Usia memang tidak lagi muda namun semangat mereka dalam bekerja tidak pernah padam. Mereka merasa bersyukur dengan jerih payahnya mereka bisa melaksanakan Rukun Islam kelima yakni mununaikan Haji.

"Alhamdulilah masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan Ibadah Haji. Kuncinya harus berusaha, rajin menabung dan berdo'a," jelas wanita lima bersaudara ini.

Pasangan suami istri lima cucu ini mengaku bahagia, dari upah kerjanya yang disisihkan, diatur secara rinci untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan juga untuk ditabung supaya bisa melaksanakan ibadah haji. Dengan prinsip yang mereka pegang tersebut akhirnya impian mereka terwujud. [ani/ ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 15 August 2018 06:00

    Desa Kalianyar Rencanakan Pembangunan IPAL

    Desa Kalianyar Rencanakan Pembangunan IPAL Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terus berbenah. Setelah tahun lalu masuk di Gerakan Bojonegoro Bersinar (GBB) dan tahun ini Desa Berseri tingkat Pratama di provinsi, untuk menambah penataan lingkungan menjadi lebih baik lagi, di desa ini merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)....

    read more

Tabloid bB