17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |   08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |  
Fri, 15 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 29 July 2018 12:00

Haji 2018

Ha....968 CJH Bojonegoro Punya Penyakit Berisiko Tinggi

Ha....968 CJH Bojonegoro Punya Penyakit Berisiko Tinggi

Reporter: M Safuan

 blokBojonegoro.com - Dari jumlah 1.345 calon jemaah haji (CJH) yang bakal melaksanakan ibadah di tanah suci ini, ada 968 CJH atau mencapai 70 persen lebih menggunakan gelang berwarna jingga. Gelang yang dinamakan gelang risti ini sebagai tanda bahwa jemaah tersebut mempunyai penyakit berisiko tinggi dan perlu pengawasan ekstra.

"Memang tahun ini ada banyak jemaah haji yang bakal memakai gelang risti yakni 968 jamaah dari total 1.345 orang," kata Seksi Survelen dan Imunisasi, Tim Kesehatan Jemaah Haji, Paiman saat ditemui blokBojonegoro.com di sela kesibukannya.

Paiman menjelaskan, pemakaian gelang risti itu tidak hanya untuk jemaah haji yang punya riwayat penyakit saja namun juga dikenakan jemaah haji yang sudah lanjut usia. Keputusan pemakaian gelang risti dilakukan usai pemeriksaan atau vaksinasi sebelum pemberangkatan.

"Biasanya pemeriksaan vaksinasi itu dilakukan minimal 14 hari sebelum pemberagkatan, agar jemaah yang memang punya penyakit bisa diberikan arahan saat berada di tanah suci nanti," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Adapun pengguna gelang risti nantinya akan dipakai oleh jemaah haji lanjut usia sebanyak 45 jamaah. Sedangkan pemakai gelang usia di atas 60 tahun bakal dipakai sebanyak 401 jamaah dan gelang risti yang bakal dipakai jamaah dibawah usia 60 tahun sebanyak 522 jemaah. 

Dengan pemakaian gelang ini, nantinya petugas kesehatan dapat terus memantau kondisi kesehatan mereka. Oleh karenanya dihimbau bagi para pemakai gelang itu agar terus memantau kondisinya.

"Memang sebelum berangkat, terus menjaga menjaga kondisi kesehatan jalan-jalan setiap pagi," ungkap Maksum Mubarok salah satu jemaah haji.

Dengan menjaga kesehatan itu nantinya diharapkan agar dalam melaksanakan ibadah ditanah suci terus sehat. [saf/lis]

Tag : gelang, penyakit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat