17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |   08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |  
Sat, 16 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 29 July 2018 20:00

Komunitas Perkutut Khayangan Bojonegoro Kembali Jenguk Soni

Komunitas Perkutut Khayangan Bojonegoro Kembali Jenguk Soni

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Komunitas Perkutut Khayangan Bojonegoro, kembali berkunjung dan memberikan santunan kepada Soni Dwi Oktavian di Desa Guyangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, yang mengalami kelainan di tulang belakangnya.

Pada Minggu (29/7/2018) saat memberikan santunan kepada anak yang akrab disapa Soni itu, tidak hanya dari anggota komunitas di Bojonegoro saja, melainkan juga dari luar kota, dan juga mengajak salah satu anggota komunitas yang berprofesi sebagai dokter yakni Dokter Deni Kiswianto untuk memeriksa Soni.

Awalnya anak yang sakit sejak berusia enam tahun ini didiagnosis memiliki kelainan pada tulang belakang, yang diduga akibat sering jatuh ke belakang.

Karena keluarga terhimpit dengan biaya yang tidak sedikit, menjadikan pihak keluarga, pemerintah desa dan dokter di wilayah setempat hanya bisa membantu semampu mereka.

Komunitas Perkutut Khayangan Bojonegoro merasa prihatin dengan keadaan anak yang kini telah berusia sekitar 15 tahun ini. Sehingga timbul inisiatif dari para anggota untuk mengumpulkan donasi supaya dapat membantu sedikit biaya berobat.

"Dengan menjual burung perkutut, kemudian hasilnya dikumpulkan untuk memberikan santunan, dan ada juga yang langsung memberikan berupa donasi," ujar ketua Komunitas Perkutut Khayangan Bojonegoro, Bambang Surogo kepada blokBojonegoro.com.

Kemudian perwakilan dari Perkumpulan Pelestari dan Pecinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Korda Jatim Bidang Sosial, Ahmad Harun mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan kepedulian bagi sesama manusia.

"Supaya ada perhatian khusus dan respon positif dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kami berharap niatan baik ini dapat diterima, dan tidak timbul kesalahpahaman," ujarnya.

Selain itu Dokter Deni Koswianto mengungkapkan, untuk saat ini tidak terlalu besar kemungkinan untuk dapat sembuh, karena telah memasuki kelumpuhan saraf-saraf yang sudah parah dan tulang belakangnya terkena skoliosis, namun ia berharap kepada keluarga tetap menjaga pola hidup sehat, supaya penyakit yang diderita Soni tidak bertambah parah.

"Kemungkinan untuk sembuh kecil, solusinya memperbaiki keadaan secara umum seperti pola makanannya dan terapi fisik juga perlu. Jika dulu sudah didiagnosis kelumpuhan saraf dini, di saat ia masih bisa jalan langsung ditangani, kemungkinan tidak akan sampai seperti sekarang ini," pungkas dokter yang bertugas di Puskesmas Kalitidu tersebut. [ani/mu]

Tag : soni, perkutut, komunitas perkutu, perkutut peduli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat