22:00 . Bertambah Lagi 4 Orang yang Sembuh dari Covid-19   |   19:00 . Penerima Beasiswa Banyu Urip Gelar Pertemuan Online   |   18:00 . Tangkal Radikalisme, Kodim Bojonegoro Gelar Komsos   |   17:00 . Produksi Tas Hingga Baju Kanvas Trendi, Laba Menakjubkan   |   16:00 . Melihat Lebih Dekat Kerajinan Anyaman Bambu di Mulyorejo   |   15:00 . Hari Pertama Peserta Rapid Test Masyarakat Umum Capai 33 Orang   |   14:00 . Warga Mulyorejo Sulap Pelepah Pisang Jadi Kerajinan   |   13:00 . Yummy...! Nasi Bakar Aneka Isi Ada di Kafe Ini   |   12:00 . Berkeliaran dan Masuk Rumah Warga, Ular Pyton Ditangkap   |   07:00 . 5 Cara Agar Lekas Move On dari Seseorang yang Ghosting Kamu   |   23:00 . Ibu-ibu di Lokasi TMMD Imbangan Diberikan Pelatihan Pembuatan Jamu   |   22:00 . 8 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19   |   21:30 . Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Layanan Rapid Tes Gratis   |   21:00 . PMI Bojonegoro Edukasi Santri Cara Hindari Covid   |   20:30 . Sakit Jantung, Seminggu Lalu Dirujuk ke Surabaya   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 30 July 2018 14:00

Bina Marga Provinsi: Jembatan Runtuh Karena Kendaraan Lebihi Tonase

Bina Marga Provinsi: Jembatan Runtuh Karena Kendaraan Lebihi Tonase

Reporter: M Safuan

 blokBojonegoro.com - Ambrolnya penyangga jembatan penghubung Bojonegoro-Tuban, tepatnya Jembatan Ngabungan di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan Kabupaten itu diduga karena banyak kendaraan yang melintas di jalur tersebut melebihi tonase. 

Hal itu diungkapkan Kasi Jalan Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban, UPT Bina Marga Jalan Provinsi, Purwanto. Menurutnya ambrolnya penyangga jembatan itu dikarenakan kendaraan yang melintas banyak yang melebihi tonase, sehingga penyangga itu patah.

"Padahal menurut rencana jembatan itu bakal dilebarkan pada tahun 2019 mendatang, dan sudah disurvei pada bulan puasa lalu," bebernya saat ditemui blokBojonegoro.com

Lanjut dia, Jembatan Ngabungan itu merupakan bangunan lama sejak pemerintahan Belanda. Namun jembatan tersebut sempat mendapatkan rehab tahun 1995 lalu.

Dengan adanya kejadian itu, saat ini arus lalu lintas, rencananya akan dialihkan bagi kendaraan yang bertonase berat. Bagi kendaraan yang berasal Bojonegoro menuju Tuban akan dialihkan melalui Soko-Pakah. Sedangkan dari Tuban akan dialihkan melalui Jatirogo, Bulu, Bancar.

Guna mengatasi agar tidak semakin ambrol jembatan itu, rencananya akan dilakukan perbaikan dengan memberikan besi Beton untuk penyangga. Hal itu, sesuai usulan dari tim ahli dari Provinsi. 

Seperti diketahui ambrolnya jembatan Ngabungan terjadi pada hari Minggu (29/7/2018) kemarin, yang mengakibatkan Bagian penyangga kaki jembatan dengan tinggi sekitar 2,5 meter serta lebar sekitar 4 meter telah runtuh dari bangunan utuhnya.[saf/lis]

Tag : jembatan, ambrol


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat