07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |   10:00 . 501 Pendekar Se-Jawa Timur Ikuti Kejuaraan Rektor Unigoro   |   09:00 . Lulus Passing Grade Tak Menjamin Lolos ke SKB   |   08:00 . Panen Hingga Cicipi Olahan Sate Jamur Petani Binaan ExxonMobil   |   07:00 . Anak Pilek, Bolehkah Minum Es?   |   18:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Tergerus   |   17:00 . Aksi Bareng Relawan ExxonMobil   |   16:00 . Bangun Sinergitas Babinsa Ngambon Bantu Warga Atasi Longsor   |   15:00 . Pengenalan Keselamatan Berlalu Lintas, Begini Cerita Tino Voigt   |  
Thu, 27 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 30 July 2018 14:00

Bina Marga Provinsi: Jembatan Runtuh Karena Kendaraan Lebihi Tonase

Bina Marga Provinsi: Jembatan Runtuh Karena Kendaraan Lebihi Tonase

Reporter: M Safuan

 blokBojonegoro.com - Ambrolnya penyangga jembatan penghubung Bojonegoro-Tuban, tepatnya Jembatan Ngabungan di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan Kabupaten itu diduga karena banyak kendaraan yang melintas di jalur tersebut melebihi tonase. 

Hal itu diungkapkan Kasi Jalan Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban, UPT Bina Marga Jalan Provinsi, Purwanto. Menurutnya ambrolnya penyangga jembatan itu dikarenakan kendaraan yang melintas banyak yang melebihi tonase, sehingga penyangga itu patah.

"Padahal menurut rencana jembatan itu bakal dilebarkan pada tahun 2019 mendatang, dan sudah disurvei pada bulan puasa lalu," bebernya saat ditemui blokBojonegoro.com

Lanjut dia, Jembatan Ngabungan itu merupakan bangunan lama sejak pemerintahan Belanda. Namun jembatan tersebut sempat mendapatkan rehab tahun 1995 lalu.

Dengan adanya kejadian itu, saat ini arus lalu lintas, rencananya akan dialihkan bagi kendaraan yang bertonase berat. Bagi kendaraan yang berasal Bojonegoro menuju Tuban akan dialihkan melalui Soko-Pakah. Sedangkan dari Tuban akan dialihkan melalui Jatirogo, Bulu, Bancar.

Guna mengatasi agar tidak semakin ambrol jembatan itu, rencananya akan dilakukan perbaikan dengan memberikan besi Beton untuk penyangga. Hal itu, sesuai usulan dari tim ahli dari Provinsi. 

Seperti diketahui ambrolnya jembatan Ngabungan terjadi pada hari Minggu (29/7/2018) kemarin, yang mengakibatkan Bagian penyangga kaki jembatan dengan tinggi sekitar 2,5 meter serta lebar sekitar 4 meter telah runtuh dari bangunan utuhnya.[saf/lis]

Tag : jembatan, ambrol


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat