21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:15 . Via Vidcon, Wagub Emil Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:00 . Mahasiswa ini Kuliah Sambil Berwirausaha Bisnis Camilan Kurma Selimut   |   18:00 . Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Apresiasi Penanganan Covid-19 di Bojonegoro   |   17:00 . Meski Kecewa Batal Berangkat, Calon Haji Pasrah   |   16:00 . Bupati Ngopdar Bersama Pemuda Bojonegoro   |   15:00 . Ular Sanca Kembang Hebohkan Warga Balen   |   14:00 . Diduga Penyakit Mata Tak Kunjung Sembuh, Warga Desa Karangdowo Gantung Diri   |   12:00 . Bhayangkari Bojonegoro Bagi Paket Suplemen dan Masker untuk Posko Covid-19   |   11:00 . Selain Emas, BPKB Juga Dominasi Agunan di Pegadaian saat Pandemi   |   10:00 . Tatib Direvisi, DPRD Bojonegoro Gelar Rapat dengan Video Conference   |   09:00 . 17.260 Siswa SMP-MTs Terima Kelulusan   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 31 July 2018 20:00

Busa Bertebaran di TBS, Tercium Pula Bau Busuk

Busa Bertebaran di TBS, Tercium Pula Bau Busuk

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro, yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat salah satunya untuk pengairan pertanian, saat ini telah tercemar. Terlihat ada busa yang berwarna kecoklatan dan airnya berwarna kehijauan.

Kejadian tersebut tepatnya terjadi di Tambangan Banjasari (TBS) Kabupaten Bojonogoro, yang mana tambangan tersebut sebagai salah satu jalur penghubungung antara Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro dengan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Air yang seharusnya berwarna jernih tersebut tampak berubah warna menjadi kehijauan. Selain itu, terlihat ada busa yang bertebaran dan juga menggumpal di sekitar bebatuan yang berada di sebelah selatan serta terlihat ada sampah di sekitar lokasi. Hal itu diperparah dengan bau yang tidak sedap.

Menurut keterangan warga sekitar, Mak Ten, hal tersebut sudah biasa terjadi di saat musim kemarau. "Kemungkinan sampah yang terbawa angin kemudian masuk ke sungai," ujar warga yang berasal dari Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk kepada blokBojonegoro.com, Selasa (31/7/2018).

Di tempat terpisah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro mengaku belum dapat memastikan penyebab dari kejadian tersebut.

"Tadi juga sudah ke sana, memang ada busa tapi belum tahu secara pasti apa penyebabnya. Kalau bau busuk saya kira bukan dari busa karena tadi pas di situ tercium juga bau busuk dari ayam yang mati," ujar Kasi Pengendalian Pencemaran DLH Bojonegoro, Nur Rahmawati.

Diduga busa tersebut berasal dari limbah yang telah berbusa lama, kemudian keluar secara bersamaan, dan berkumpul di lokasi tersebut.

"Itu warnanya kan sudah agak kecoklatan, kemungkin limbah busa yang sudah lama kena angin kemudian bertemu di situ, biasanya hal tersebut juga terjadi di saat musim pancaroba," jelas Kasi Pengaduan DLH Bojonegoro, Moch. Hanif. [ani/lis]

Tag : limbah, busa


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat