07:00 . 4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital   |   19:00 . Emak-emak Nekat Tabrak Palang Pintu KA   |   18:00 . Target Curi Poin, Persibo Bawa 22 Pemain ke Gresik   |   17:00 . Dirangkai Berbagai Acara, Haul Mbah Singonoyo Sukorejo Meriah   |   16:00 . Patuhi Sanksi, Suporter Persibo Tak Akan Berangkat Ke Gresik   |   15:00 . Palang Pintu KA Patah Dipasang dengan Didriling dan Diikat Karet Ban   |   14:00 . Viral, Emak-Emak Tabrak Palang Pintu Kereta Api Hingga Patah   |   13:00 . Jelang Pelantikan Presiden, Polres Bojonegoro Apel Gelar Pasukan Pengamanan Imbangan   |   12:30 . Badan Mobil di Tengah Jalan, Macet Total   |   12:00 . Penumpang Pickup Jagal Sapi Asal Mabang   |   11:00 . Truk Vs Pickup di Proliman, Banyak Korban   |   10:00 . Sebelum Pengambilan Api Abadi, Bupati dan Wabup Ziarah Makam Leluhur   |   07:00 . Cara Pakai Bra yang Tepat Agar Payudara Selalu Sehat   |   18:00 . Selisih Gol, Awas Persibo Bisa Tergeser dari Puncak Klasemen   |   17:00 . Siswa SMAN 1 Kalitidu Belajar Energi Migas dengan EMCL   |  
Sat, 19 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 01 August 2018 20:00

Imunisasi Difteri Tahap Dua di Bojonegoro Capai 47,30 Persen

Imunisasi Difteri Tahap Dua di Bojonegoro Capai  47,30 Persen

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro kembali menggencarkan pelaksanaan imunisasi ulang atau Outbreak Response Immunization (ORI) kejadian luar biasa (KLB) difteri pada Bulan Juli sampai Agustus 2018 mendatang. Sejak dimulai pada tanggal 1 Juli, saat ini cakupan pemberian vaksin sudah mencapai 47,30 persen.

Untuk putaran ke dua, sasaran ORI mencapai 320.123 anak. Yang mana mengalami penurunan, dibanding pada putaran pertama yang mencapai 327.4798 anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Totok Ismanto, mengungkapkan sasaran kegiatan ORI putaran ke dua mengalami penurunan lantaran banyak remaja yang sudah menginjak umur 20 tahun, yang sebelumnya masih berumur 19 tahun pada ORI pertama.

"ORI diwajibkan bagi anak berumur 1-19 tahun lantaran dinilai kekebalan tubuh mereka masih lemah terhadap toksin difteri yang dibawa bakteri difteri. Sedangkan, bagi masyarakat yang umurnya 20 tahun ke atas bisa melakukan imunisasi sendiri di Puskesmas, klinik kesehatan atau pusat pelayanan kesehatan terdekat," ujar Totok.

ORI sendiri dilakukan sebanyak tiga tahap. Putaran pertama sudah terlaksana pada bulan Februari-Maret. Serta putaran ke dua berlangsung Juli-Agustus, dan putaran ke tiga pada November-Desember mendatang.

Dalam ORI ke dua, Dinas Kesehatan tidak mengalami kendala ataupun penolakan dari siswa ataupun orang tua. Sebab, dalam kegiatan imunisasi ini sebelumnya Dinas Kesehatana juga menggandeng Kemenang maupun Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi, karena ORI sangatlah penting sebagai obat ataupun antisipasi virus difteri.

"Biasanya kan ada orang tua yang anti terhadap imunisasi dengan landasan haram. Namun, dalam imunisasi difteri ini kita juga sudah mendapat rekomendasi dari MUI dan mendapat lebel halal," tuturnya kepada blokBojonegoro.com.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Penyakit ini memiliki masa inkubasi dua hari hingga lima hari dan akan menular selama dua hingga empat minggu. Penyakit itu sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.

"Difteri dapat menular melalui cairan mulut dengan batuk atau bersin. Bahkan bernapas saja kemungkinan penularannya tinggi, jadi kata kuncinya penyakit ini dapat dicegah hanya dengan imunisasi saja," tutup Totok.[din/ito]

Tag : difteri, dinkes, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat