17:00 . Tanpa 2 Pemain Inti, Persibo Optimis Kalahkan Nganjuk Ladang   |   16:00 . Conjo, Teknik Percepat Tanam Tembakau Tanpa Guludan   |   15:00 . Biasa Tanam Palawija, Kemarau Kali Ini Petani Mayangkawis Beralih Tembakau   |   13:00 . Disbudpar Targetkan 1,5 Juta Wisatawan Tahun Ini   |   12:00 . Persibo Waspadai Ancaman Tim Tamu   |   11:00 . Sempat Meroket, Harga Cabai Berangsur Turun   |   10:00 . Semakin Bugar dan Banyak Aktifitas di Masa Pensiun   |   09:00 . Bahagia Tampil di Istana Negara, Ini Cerita Penari Thengul   |   08:00 . Terus Diperhatikan, Kualitas dan Kuantitas UDD PMI Harus Ditingkatkan   |   07:00 . Tips Anti Stres untuk Ibu Bekerja yang Baru Jadi IRT   |   22:00 . Kodim Bojonegoro Rotasi Jabatan Perwira   |   21:00 . Majukan PMI, Jejaring Wilayah V Gelar Pertemuan di Bojonegoro   |   20:00 . Puluhan Regu Meriahkan Gerak Jalan SD-MI Kecamatan Kapas   |   19:00 . 8 Tahun Berjualan Kuliner Gloso, Warung Ini Dapat Penghargaan Bupati   |   18:00 . Usai Jawara di Kancah Internasional, Nedi Bertekad Kuliah di Amerika   |  
Thu, 22 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 01 August 2018 20:00

Imunisasi Difteri Tahap Dua di Bojonegoro Capai 47,30 Persen

Imunisasi Difteri Tahap Dua di Bojonegoro Capai  47,30 Persen

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro kembali menggencarkan pelaksanaan imunisasi ulang atau Outbreak Response Immunization (ORI) kejadian luar biasa (KLB) difteri pada Bulan Juli sampai Agustus 2018 mendatang. Sejak dimulai pada tanggal 1 Juli, saat ini cakupan pemberian vaksin sudah mencapai 47,30 persen.

Untuk putaran ke dua, sasaran ORI mencapai 320.123 anak. Yang mana mengalami penurunan, dibanding pada putaran pertama yang mencapai 327.4798 anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Totok Ismanto, mengungkapkan sasaran kegiatan ORI putaran ke dua mengalami penurunan lantaran banyak remaja yang sudah menginjak umur 20 tahun, yang sebelumnya masih berumur 19 tahun pada ORI pertama.

"ORI diwajibkan bagi anak berumur 1-19 tahun lantaran dinilai kekebalan tubuh mereka masih lemah terhadap toksin difteri yang dibawa bakteri difteri. Sedangkan, bagi masyarakat yang umurnya 20 tahun ke atas bisa melakukan imunisasi sendiri di Puskesmas, klinik kesehatan atau pusat pelayanan kesehatan terdekat," ujar Totok.

ORI sendiri dilakukan sebanyak tiga tahap. Putaran pertama sudah terlaksana pada bulan Februari-Maret. Serta putaran ke dua berlangsung Juli-Agustus, dan putaran ke tiga pada November-Desember mendatang.

Dalam ORI ke dua, Dinas Kesehatan tidak mengalami kendala ataupun penolakan dari siswa ataupun orang tua. Sebab, dalam kegiatan imunisasi ini sebelumnya Dinas Kesehatana juga menggandeng Kemenang maupun Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi, karena ORI sangatlah penting sebagai obat ataupun antisipasi virus difteri.

"Biasanya kan ada orang tua yang anti terhadap imunisasi dengan landasan haram. Namun, dalam imunisasi difteri ini kita juga sudah mendapat rekomendasi dari MUI dan mendapat lebel halal," tuturnya kepada blokBojonegoro.com.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Penyakit ini memiliki masa inkubasi dua hari hingga lima hari dan akan menular selama dua hingga empat minggu. Penyakit itu sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.

"Difteri dapat menular melalui cairan mulut dengan batuk atau bersin. Bahkan bernapas saja kemungkinan penularannya tinggi, jadi kata kuncinya penyakit ini dapat dicegah hanya dengan imunisasi saja," tutup Totok.[din/ito]

Tag : difteri, dinkes, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 13 August 2019 08:00

    Teladani Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi

    Teladani  Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi Demi memperkuat spiritual keagamaan dan meneladani perjuangan para waliyullah, sekaligus menyambut Kemerdekaan RI-47, jemaah tahlil Dukuh Ngantulan, RT.19/RW.03, Desa Bulu, Kecamatan Balen, mengadakan ziarah ke makam auliya. Selain itu dalam...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat