10:00 . Berdesak-Desakan, Pemilih di Desa Campurejo Pingsan   |   09:00 . Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Disperta Lanjut di Balen   |   08:00 . Pilkades Serentak Bukan Hari Libur Daerah   |   07:00 . Riset: Anak Kedua Laki-laki Cenderung Lebih Nakal   |   21:00 . PDAM Macet, Begini Tanggapan Perusahaan   |   20:00 . Masyarakat Keluhkan Air PDAM Macet   |   19:00 . Lini Depan Kurang Tajam, Pelatih Persibo Terus Berburu Striker   |   18:00 . 352.567 Rokok Ilegal Dimushakan   |   17:00 . DPMD Pastikan Seluruh Desa Sudah Terima Dana Oprasional Pilkades   |   16:00 . Persiapkan Kondisi Fisik, Tim Futsal Porprov Bojonegoro Check Up Kesehatan   |   15:00 . Tingginya Pengangguran Pencaker Kurang Manfaatkan Media Informasi   |   14:00 . Kurangi Penggangguran Pasca Kelulusan Sekolah, UPT BLK Gelar Job Market Fair 2019   |   13:00 . PU Fraksi DPRD Dijawab Pemkab   |   12:00 . Sejarah Pilkades dari Masa ke Masa   |   11:00 . Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 352.567 Batang Rokok   |  
Wed, 26 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 05 August 2018 18:00

Minat Warga Menurun, Alat Transportasi Dokar Terancam Punah

Minat Warga Menurun, Alat Transportasi Dokar Terancam Punah

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Seiring perkembangan zaman, alat transportasi dokar sudah jarang sekali dijumpai. Di sepanjang jalan bagian barat, arah menuju pasar tradisional yang terletak di kota Bojonegoro, tampak beberapa dokar terparkir di tepi jalan, lengkap dengan kusirnya yang sedang duduk santai sembari menunggu penumpang datang, Sabtu (4/8/2018).

Sebut saja Mbah Napi (63), laki-laki asal Kecamatan Dander ini menggeluti pekerjaan sebagai kusir kuda sejak tahun 1985. Setiap hari Mbah Napi mengais rezeki dari dokarnya sejak pagi pukul 08.00 Wib sampai siang pukul 13.00 Wib.

Untuk masyarakat yang ingin menggunakan jasa dokar tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, karena tarif yang dipatok cukup murah mulai dari Rp5.000 sampai Rp10.000, tergantung jauh dekatnya lokasi yang dituju.

"Kalau sepi begini, biasanya saya pulang hanya membawa uang Rp15.000 bahkan sering pulang dengan tangan hampa," keluh Mbah Napi bercerita.

Minimnya penumpang alat transportasi yang menggunakan tarikan tenaga kuda ini, lantaran saat ini masyarakat lebih memilih moda transportasi yang lebih cepat seperti ojek. Biasanya, dokar menjadi sarana transportasi alternatif bagi mereka yang belanja banyak dari Pasar Bojonegoro.

"Saya sering belanja banyak, jadi saya memilih dokar untuk mengantar saya," ujar Joko, salah satu penumpang setia dokar. [lin/lis]

Tag : dokar, transportasi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat