22:00 . Besok Pilkades Digelar, Tak Ada Lonjakan Penumpang Turun di Terminal   |   21:00 . Tak Ada Ujian Susulan, 369 Peserta SKD Dinyatakan Gugur   |   20:00 . BKPP Bojonegoro Umumkan Hasil SKD CPNS Akhir Februari   |   19:00 . 213 ASN Eselon III Bakal Ikuti Asessment di Jakarta   |   18:00 . Mahasiswa STIE Cendekia Kunjungi Lapangan Banyu Urip   |   17:00 . Duh...! Politik Uang Masih Jadi Tren Cakades?   |   16:00 . Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen   |   15:00 . Cerita Mahasiswa Asal Bojonegoro Saat Virus Corona Mewabah   |   14:00 . 500 Sak Disiapkan untuk Perbaiki Tanggul Kali di Kanor yang Jebol   |   13:00 . Survei, PDPM Ungkap Pencalonan Kades   |   12:00 . Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Pemkab Bojonegoro Siap Dukung   |   11:00 . Bupati Sambut 1.039 Personel BKO untuk Pengamanan Pilkades Serentak   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Siap Dukung Sensus Penduduk 2020   |   09:30 . Hujan, Bengawan Solo Masuk Siaga Hijau   |   09:00 . Semangati Kiai Kampung, Gusdurian Berikan Sepeda dan Peralatan Ibadah   |  
Wed, 19 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 06 August 2018 07:00

Waspadai Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Waspadai Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tak sedikit orang yang menganggap bahwa penyakit jantung lebih mengancam usia dewasa. Padahal, penyakit jantung bawaan bisa saja mulai terlihat sejak usia dini bahkan ketika anak masih bayi. 

Meskipun penyakit bawaan, namun tak berarti penyakit tersebut terlihat sejak usia bayi melainkan bisa saja sejak anak berusia lima tahun ke atas. 

"Penyakit jantung bawaan itu artinya dari bayi sudah ada. Hanya saja, ketika semakin dewasa semakin berat. Biasanya kelihatan semakin usia tinggi," tutur Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Heart Center Siloam Hospital Lippo Village, Vito Damay. 

"Sebab, gejalanya akan semakin nyata. Kecuali kalau dari awal jantung bawaannya berat sekali. Itu sudah kelihatan," lanjutnya. 

Karena bayi belum bisa mengeluh, maka orangtua hanya bisa melihat dari tanda-tanda fisik. Misalnya, bayi mudah lelah ketika menyusu dan sedikit-sedikit berhenti mengisap. Hal itu dikarenakan bayi tersebut merasa lelah dan dadanya sesak. 

Selain itu, bayi juga akan lebih mudah berkeringat dan nafasnya memburu. Sebab, tubuh bayi terus beradaptasi dan bekerjakeras. 

Sementara pada anak, Vito menyarankan orangtua agar lebih peka dengan kebiasaan-kebiasaan aneh yang ditunjukkan anak. 

Misalnya, ketika bibir anak membiru, anak lebih senang berjongkok ketika beraktivitas, malas berolahraga dan mudah lelah. Padahal, mungkin penyebabnya bukan malas berolahraga melainkan merasa sesak. 

"Ada penyakit jantung bawaan yang disebut tetralogi fallot. Itu penyakit bawaan yang biru. Harus diperhatikan kalau guru dan orang dewasa melihat ada keanehan pada anak," kata Vito.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat