22:00 . Sempat Ditemukan PDP, Puskesmas Balen Jadi Atensi DPRD   |   21:00 . Bantu Stok Darah di UDD PMI, Polres Gelar Donor Darah   |   20:00 . Jumlah Penumpang Turun Drastis, Bus Bojonegoro - Nganjuk Tak Beroperasi   |   19:00 . Kompak, Warga PSHT Semprot Desinfektan   |   18:00 . Perhatikan Dampak Ekonomi, Wihadi Bagikan Sembako   |   17:00 . Hari ini Bojonegoro Ada 1 PDP dan 2 orang ODP Baru   |   16:00 . Tiba di Terminal, Santri Amanatul Ummah Mojokerto Diperiksa Secara Ketat   |   15:00 . Kemenag Tetap Laksanakan Rukyatul Hilal   |   14:00 . Pengusaha Dekorasi Hingga Rias Atur Ulang Jadwal Pemesanan   |   13:00 . Daftar Sebelum April, 529 Calon Pengantin Bisa Akad Nikah di KUA   |   12:00 . DPRD Bojonegoro Minta TPP PNS Tak Dipotong   |   11:00 . Corona Tak Pengaruhi Bulog   |   10:00 . Kapolres Mohon Doa dan Ajak Kiai Imbau Masyarakat Taati Instruksi Pemerintah   |   09:00 . Hujan Deras, 3 Desa Terendam Luapan Sungai Anak Kali Pacal   |   08:00 . Update Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 7 April   |  
Thu, 09 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 06 August 2018 07:00

Waspadai Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Waspadai Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tak sedikit orang yang menganggap bahwa penyakit jantung lebih mengancam usia dewasa. Padahal, penyakit jantung bawaan bisa saja mulai terlihat sejak usia dini bahkan ketika anak masih bayi. 

Meskipun penyakit bawaan, namun tak berarti penyakit tersebut terlihat sejak usia bayi melainkan bisa saja sejak anak berusia lima tahun ke atas. 

"Penyakit jantung bawaan itu artinya dari bayi sudah ada. Hanya saja, ketika semakin dewasa semakin berat. Biasanya kelihatan semakin usia tinggi," tutur Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Heart Center Siloam Hospital Lippo Village, Vito Damay. 

"Sebab, gejalanya akan semakin nyata. Kecuali kalau dari awal jantung bawaannya berat sekali. Itu sudah kelihatan," lanjutnya. 

Karena bayi belum bisa mengeluh, maka orangtua hanya bisa melihat dari tanda-tanda fisik. Misalnya, bayi mudah lelah ketika menyusu dan sedikit-sedikit berhenti mengisap. Hal itu dikarenakan bayi tersebut merasa lelah dan dadanya sesak. 

Selain itu, bayi juga akan lebih mudah berkeringat dan nafasnya memburu. Sebab, tubuh bayi terus beradaptasi dan bekerjakeras. 

Sementara pada anak, Vito menyarankan orangtua agar lebih peka dengan kebiasaan-kebiasaan aneh yang ditunjukkan anak. 

Misalnya, ketika bibir anak membiru, anak lebih senang berjongkok ketika beraktivitas, malas berolahraga dan mudah lelah. Padahal, mungkin penyebabnya bukan malas berolahraga melainkan merasa sesak. 

"Ada penyakit jantung bawaan yang disebut tetralogi fallot. Itu penyakit bawaan yang biru. Harus diperhatikan kalau guru dan orang dewasa melihat ada keanehan pada anak," kata Vito.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat