21:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   20:00 . Selangkah Lagi 5 Komisioner KPU Ditentukan   |   19:00 . Lansia Dapat Rp2 Juta Setahun, Ini Kata Gubernur Jatim   |   18:00 . Ngaji Bareng Ahlussunah Wal Jamaah PAC IPNU-IPPNU Sumberrejo   |   17:00 . 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ada Apa? Cek Disini   |   16:00 . Perpusda Bojonegoro, Tempat Alternatif untuk Ngabuburit   |   15:00 . Gudang Kayu Jati di Balen Ludes Terbakar   |   14:00 . Hore....! WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dishub Bakal Buka Dua Rest Area di Jalur Mudik   |   12:00 . Disperinaker Pastikan Tak Ada Perusahaan Telat Berikan THR   |   11:00 . Matangkan Skema, Bojonegoro U21 Akan Lawan Pesekaba Blora   |   10:00 . Pengumuman Kelulusan SMP, Hanya Undang Orang Tua Siswa   |   09:00 . 15 Kuota Tambahan CJH Segera Lakukan Pelunasan Tahap III   |   08:00 . Disbudpar Bojonegoro Siapkan Hiburan Saat Lebaran   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 06 August 2018 07:00

Waspadai Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Waspadai Tanda Penyakit Jantung Pada Anak

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tak sedikit orang yang menganggap bahwa penyakit jantung lebih mengancam usia dewasa. Padahal, penyakit jantung bawaan bisa saja mulai terlihat sejak usia dini bahkan ketika anak masih bayi. 

Meskipun penyakit bawaan, namun tak berarti penyakit tersebut terlihat sejak usia bayi melainkan bisa saja sejak anak berusia lima tahun ke atas. 

"Penyakit jantung bawaan itu artinya dari bayi sudah ada. Hanya saja, ketika semakin dewasa semakin berat. Biasanya kelihatan semakin usia tinggi," tutur Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Heart Center Siloam Hospital Lippo Village, Vito Damay. 

"Sebab, gejalanya akan semakin nyata. Kecuali kalau dari awal jantung bawaannya berat sekali. Itu sudah kelihatan," lanjutnya. 

Karena bayi belum bisa mengeluh, maka orangtua hanya bisa melihat dari tanda-tanda fisik. Misalnya, bayi mudah lelah ketika menyusu dan sedikit-sedikit berhenti mengisap. Hal itu dikarenakan bayi tersebut merasa lelah dan dadanya sesak. 

Selain itu, bayi juga akan lebih mudah berkeringat dan nafasnya memburu. Sebab, tubuh bayi terus beradaptasi dan bekerjakeras. 

Sementara pada anak, Vito menyarankan orangtua agar lebih peka dengan kebiasaan-kebiasaan aneh yang ditunjukkan anak. 

Misalnya, ketika bibir anak membiru, anak lebih senang berjongkok ketika beraktivitas, malas berolahraga dan mudah lelah. Padahal, mungkin penyebabnya bukan malas berolahraga melainkan merasa sesak. 

"Ada penyakit jantung bawaan yang disebut tetralogi fallot. Itu penyakit bawaan yang biru. Harus diperhatikan kalau guru dan orang dewasa melihat ada keanehan pada anak," kata Vito.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more