16:00 . Susun Kepengurusan Energik, Golkar Safari ke Ormas   |   15:00 . Bersama Warga, Bupati Bersih-bersih Sumber Air   |   14:00 . Stabil, Inilah Daftar Harga Kebutuhan Pokok   |   13:00 . Nasib Persibo Belum Jelas, Pembahasan Dilanjut Minggu Depan   |   12:00 . Tuntut Kejelasan Persibo, Mediasi Digelar Tertutup   |   11:00 . Di Kecamatan Dander Ada 11 Desa Parades Kosong   |   10:00 . Diduga Bansos Dipotong, Warga Tambakrejo Lapor ke Polres   |   09:00 . Pelunasan PBB-P2 di Kecamatan Purwosari Capai 100 Persen   |   08:00 . Melihat Pengolahan Limbah Padat Medis di Puskesmas Tanjungharjo   |   07:00 . Setop, Jangan Kulum Bibir untuk Ratakan Lipstik   |   22:00 . PN Tolak Praperadilan Kasus Pemalsuan AJB dan Dugaan Penyerobotan Tanah Hotel Bojonegoro   |   18:00 . Belum Ada Intruksi, Cabor Panahan Belum Gelar Latihan   |   17:00 . Lezat Terjangkau, Nikmati Bakso Kerikil Bang Har   |   16:00 . Sumber Bening Bisa Aliri Sawah Seluas 1.900 Hektar di 3 Kecamatan   |   15:00 . Toko Kaset Jadul, Legendaris, Ada Sejak 1979   |  
Wed, 12 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 07 August 2018 15:00

Dinas Peternakan Bojonegoro Klaim Hewan Qurban Bebas dari Antraks

Dinas Peternakan Bojonegoro Klaim Hewan Qurban Bebas dari Antraks

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro memastikan hewan kurban di Kota Ledre bebas penyakit Antraks. Hal itu dinyatakan setelah sebelumnya mereka melakukan pengawasan terhadap hewan ternak yang berada Kabupaten Bojonegoro.

"Sekarang kita sudah bebas dari penyakit yang mempunyai nama 'Bacillus Anthraksis atau Radang Limpa dan juga penyakit mulut kuku ," ungkap Kepala Disnakan, Ardiyono Purwiyanto.

Ardiyono mengatakan, walaupun Kabupaten Bojonegoro sudah bebas dari Atraks, namun pihaknya akan terus melakukan pengawasan dengan memperketat daerah-daerah perbatasan, karena dirasa sebagai tempat keluar masuknya hewan ternak dari luar kota maupun sebaliknya.

Hal tersebut disebabkan lantaran sebelumnya penyakit anthrax pernah berkembang di beberapa daerah, termasuk di pulau Jawa. Namun pasca itu, penyakit Antraks hingga kini belum ditemukan lagi menyerang hewan ternak, khususnya sapi dan kambing. Walaupun demikian, Disnakan akan terus waspada dan memperketat hewan yang masuk maupun berada di Bojonegoro.

"Kalau untuk pengawasan berada di perbatasan Bojonegoro, seperti Kecamatan Padangan, Kecamatan Gondang, Kecamatan Baureno dan Kecamatan Kota," lanjutnya.

Selain itu, apabila sudah terlihat banyak hewan kurban yang beredar di Kabupaten Bojonegoro Disnakan akan menurunkan tim kesehatan hewan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hal tersebut akan ditentukan titiknya baik dari perbatasan maupun tempat penjualan di bagian perkotaan.

"Kalau sidak sebelum Idhul Adha sudah menjadi rutinitas kita, untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat. Selain itu kita juga aktif memeriksa ternak masyarakat saat terkena musibah atauoun bencana alam," tutup Ardiyono Purwiyanto.[din/ito]

Tag : disnakan, idul adha, qurban


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat