21:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   20:00 . Selangkah Lagi 5 Komisioner KPU Ditentukan   |   19:00 . Lansia Dapat Rp2 Juta Setahun, Ini Kata Gubernur Jatim   |   18:00 . Ngaji Bareng Ahlussunah Wal Jamaah PAC IPNU-IPPNU Sumberrejo   |   17:00 . 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ada Apa? Cek Disini   |   16:00 . Perpusda Bojonegoro, Tempat Alternatif untuk Ngabuburit   |   15:00 . Gudang Kayu Jati di Balen Ludes Terbakar   |   14:00 . Hore....! WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dishub Bakal Buka Dua Rest Area di Jalur Mudik   |   12:00 . Disperinaker Pastikan Tak Ada Perusahaan Telat Berikan THR   |   11:00 . Matangkan Skema, Bojonegoro U21 Akan Lawan Pesekaba Blora   |   10:00 . Pengumuman Kelulusan SMP, Hanya Undang Orang Tua Siswa   |   09:00 . 15 Kuota Tambahan CJH Segera Lakukan Pelunasan Tahap III   |   08:00 . Disbudpar Bojonegoro Siapkan Hiburan Saat Lebaran   |   07:00 . Bicara dengan Diri Sendiri Ternyata Bermanfaat, Percaya?   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 07 August 2018 15:00

Dinas Peternakan Bojonegoro Klaim Hewan Qurban Bebas dari Antraks

Dinas Peternakan Bojonegoro Klaim Hewan Qurban Bebas dari Antraks

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro memastikan hewan kurban di Kota Ledre bebas penyakit Antraks. Hal itu dinyatakan setelah sebelumnya mereka melakukan pengawasan terhadap hewan ternak yang berada Kabupaten Bojonegoro.

"Sekarang kita sudah bebas dari penyakit yang mempunyai nama 'Bacillus Anthraksis atau Radang Limpa dan juga penyakit mulut kuku ," ungkap Kepala Disnakan, Ardiyono Purwiyanto.

Ardiyono mengatakan, walaupun Kabupaten Bojonegoro sudah bebas dari Atraks, namun pihaknya akan terus melakukan pengawasan dengan memperketat daerah-daerah perbatasan, karena dirasa sebagai tempat keluar masuknya hewan ternak dari luar kota maupun sebaliknya.

Hal tersebut disebabkan lantaran sebelumnya penyakit anthrax pernah berkembang di beberapa daerah, termasuk di pulau Jawa. Namun pasca itu, penyakit Antraks hingga kini belum ditemukan lagi menyerang hewan ternak, khususnya sapi dan kambing. Walaupun demikian, Disnakan akan terus waspada dan memperketat hewan yang masuk maupun berada di Bojonegoro.

"Kalau untuk pengawasan berada di perbatasan Bojonegoro, seperti Kecamatan Padangan, Kecamatan Gondang, Kecamatan Baureno dan Kecamatan Kota," lanjutnya.

Selain itu, apabila sudah terlihat banyak hewan kurban yang beredar di Kabupaten Bojonegoro Disnakan akan menurunkan tim kesehatan hewan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hal tersebut akan ditentukan titiknya baik dari perbatasan maupun tempat penjualan di bagian perkotaan.

"Kalau sidak sebelum Idhul Adha sudah menjadi rutinitas kita, untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat. Selain itu kita juga aktif memeriksa ternak masyarakat saat terkena musibah atauoun bencana alam," tutup Ardiyono Purwiyanto.[din/ito]

Tag : disnakan, idul adha, qurban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more