19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 10 August 2018 14:00

Penemuan Bayi di Warung Desa Banjarsari

Dinsos Serahkan Bayi ke UPT PPSAB Provinsi

Dinsos Serahkan Bayi ke UPT PPSAB Provinsi

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Bayi malang yang diduga ditinggalkan orang tuanya beberapa waktu lalu di sebuah warung yang berada di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro sempat membuat geger warga.

Jumat (10/8/2018), pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, menyerahkan bayi malang tersebut kepada UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Anak Balita (PPSAB) Provinsi Jawa Timur.

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 54 tahun 2009, yang menyebutkan bahwa anak balita yang terlantar itu merupakan tanggung jawab negara, sehingga bayi yang ditemukan di Desa Banjarsai itu kini menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Memang banyak yang akan mengadopsi balita itu, namun pengadopsi harus memenuhi beberapa persyaratan," ucap Kepala Dinsos Bojonegoro, Helmy Elisabeth.

Wanita yang akrab disapa Helmy itu mengungkapkan, selama ini bayi tersebut diasuh oleh warga desa setempat dan saat diserahkan kondisinya dalam keadaan sehat.

Terpisah, Kepala UPT PPSAB, Dinsos Provinsi Jatim, Dwi Antini mengungkapkan, penitipan anak terlantar yang ada di provinsi Jatim itu ada dua, yakni PPSAB Sidoarjo dan Yayasan Matahari Terbit. Dua lembaga ini sudah ditunjuk oleh pemerintah untuk menangani bayi yang telantar.

"Sedangkan untuk pengadopsian itu harus mememenuhi syarat yang cukup banyak, sedangkan untuk bayi adopsi sendiri minimal berusia 6 bulan," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.

Tambah dia, saat proses adopsi itu juga harus ada tim dari beberapa instansi dan institusi terkait, guna menilai dan mempertimbangkan calon orang tau asuh.

"Minimal calon orang tua asuh itu sudah menikah selama lima tahun, dan belum mempunyai anak," tutup Dwi. [saf/mu]

Tag : dinsos, bayi, penemuan bayi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat