22:00 . UNUGIRI Kalahkan UNHASY 6-1 di Liga Futsal Mahasiswa   |   21:00 . Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab   |   20:30 . Haddad Alwi Sihir Masyarakat Bojonegoro dengan Lagu Religinya   |   20:00 . SMK Diharap Jadi Sekolah Berbasis Akademis dan Produksi   |   19:30 . Sempat Diguyur Hujan, Ratusan Masyarakat Padati Peringatan HSN   |   18:00 . 9 Kota di Jatim, Ikuti Pelatihan Lukis Kain di Bojonegoro   |   17:00 . Memprihatinkan, 71 Desa Ini Alami Kekeringan   |   16:00 . 19 Atlet Atletik Ikut Kejurda Jatim di Surabaya   |   15:00 . Tali Bendera Lepas Saat Upacara HSN di Kanor   |   14:00 . Tali Lepas, Petugas Sound Naik Tiang   |   12:00 . Anji dan Regina Idol Bakal Ramaikan Festival Geopark   |   11:30 . Drama Santri Memperjuangkan Kemerdekaan   |   11:00 . Drama Perjuangan Santri, Pukau Peserta Upacara HSN   |   10:00 . Santri Punya Peran Penting Dalam Kemerdekaan Indonesia   |   09:00 . Anggaran Minim, Uang Saku Atlet dan Pelatih Mampet 6 Bulan   |  
Tue, 23 October 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 10 August 2018 16:00

Kemarau, Petani Gayam Biarkan Lahan 'Bero'

Kemarau, Petani Gayam Biarkan Lahan 'Bero'

Kontributor: Muhamad Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Kebutuhan air yang cukup untuk tanaman sangatlah penting, apalagi tanaman tersebut saat masa pertumbuhan membutuhkan air yang banyak, seperti padi.

Sehingga petani harus pintar-pintar saat akan memilih tanaman apa yang pas untuk ditanam saat musim kemarau seperti saat ini. Lantaran saat kemarau dan air sulit didapat karena jauh dari sumber, baik itu tanaman jagung, kacang, kedelai bahkan tembakau bisa saja tumbuh tidak maksimal apabila tidak disiram secara rutin.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Gayam/Kecamatan Kabupaten Bojonegoro. Sawah tadah hujan milik petani tidak dimanfaatkan saat musim kemarau seperti saat ini, atau dibiarkan bero (tidak ditanami).

Patkun (50) salah satu petani, mengaku sawah miliknya tidak ditanami apapun saat ini. "Sebelumnya sawah saya tanami jagung, namun setelah itu dibiarkan karena kering dan tidak bisa ditanami," ungkapnya.

Menurut bapak dua anak ini, saat musim kemarau panjang petani akan memberi pupuk kandang (organik) pada sawahnya. "Kami biasanya membuang pupuk kandang untuk kesuburan tanah pada saat seperti sekarang ini, jadi saat musim hujan tanah sudah subur dan bisa maksimal saat ditanami apapun," imbuhnya kepada blokBojonegoro.com. [im/mu]

Tag : petani, lahan, tanam

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 14 October 2018 11:30

    3th blokTuban.com dan HJT ke-725

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita Dalam kesempatannya menghadiri agenda Gowes 3 tahun blokTuban.com berkarya di Bumi Wali yang dibalut nuansa semarak menyambut Hari Jadi Tuban (HJT) ke-725, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Wilayah Jawa Timur...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 October 2018 21:00

    Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab

    Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab Sebagai bagian pengenalan jurusan serta menjalin keakraban sesama mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar malam keakraban. Acara yang dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 21 Oktober hingga...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat