09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 11 August 2018 10:00

Lapar saat Malam, Yuk Coba Lontong Mbah Sani

Lapar saat Malam, Yuk Coba Lontong Mbah Sani

Kontributor: Muhamad Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus terpenuhi untuk bertahan hidup, tanpa makan manusia tidak dapat bertahan hidup, karena manusia menempati urutan teratas dalam rantai makanan.

Kebanyakan manusia makan tidak kurang dari tiga kali sehari, namun ada pula yang lebih. Bahkan banyak pula pada saat tengah malam perut terasa keroncongan, alhasil tentu harus segera diisi agar nyenyak saat tidur.

Salah satunya warga di sekitar Kecamatan Gayam yang sering mencari makan saat tengah malam, untung saja masih ada warung yang buka.

Lontong adalah salah satu pilihan warga sekitar untuk mengisi perut keroncongan saat tengah malam. Mbah Sani merupakan penjual lontong asal Desa/Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.

Nenek yang saat ini berusia 63 tahun tersebut sudah berjualan lontong sekitar 10 tahun lebih dan tentu saat tengah malam ia masih tetap berjualan.

"Sepuluh tahun lebih berjualan dan itu saya lakukan saat malam hari," ungkap Mbah Sani kepada blokBojonegoro.com.

Mbah Sani menambahkan, sebelumnya ia keliling dari acara satu ke acara yang lain untuk berjualan makanan khas Indonesia ini.
"Sebelum saya tua, sering keluar rumah untuk berjualan lontong, tapi sekarang meski berjualan di rumah sudah pada antre meski lontong belum matang," imbuhnya.

Saat bejualan, semalam Mbah Sani bisa menghabiskan enam potong ayam untuk lontong opor. Terkadang dari pukul 22.00 tidak sampai pukul 01.00 dini hari jualannya sudah ludes.

"Saya sedia enam potong ayam semalam, bersyukur selalu habis, dan kadang ada yang tidak kebagian saat ke sini," kata Mbah Sani sembari sibuk ngulek sambal.

Menurut salah satu pembeli, Kaklim (24), tempat makan Mbah Sani merupakan pilihan utama, karena rasa yang pas di lidah dan selalu ada saat tengah malam.

"Rasanya pas dan cocok bagi masyarakat yang sering lapar saat tengah malam," kata pemuda yang aktif di karang taruna ini.

Bahkan untuk harga sangat terjangkau, tentu tidak bikin kantong jebol. "Harga sangat terjangkau mulai dari Rp4.000 sampai Rp14.000 saja sesuai lauk, terjangkau deh pokoknya," tutup Kaklim. [im/mu]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB