20:00 . Kesiapsiagaan Bencana Penting Guna Cegah Penularan Covid-19 di Pengungsian   |   19:00 . Sejauh ini, Semua Laporan KIPI Bersifat Ringan   |   18:30 . Agar Banjir Tidak Melebar ke Jalan Raya, Petugas Membuat Saluran   |   18:00 . Pemkab Minta Puskesmas Mendata Penyitas Covid-19 untuk Donor Plasma Konvalesen   |   17:30 . Bupati Anna Meninjau Jembatan Putus Pasca Banjir   |   17:00 . Jalan Nasional di Bojonegoro Tergenang Banjir   |   16:30 . Jembatan Ambrol Diterjang Banjir Bandang   |   16:00 . Tunggu Banjir Surut, Warga Kalianyar Cari Ikan   |   15:00 . Banjir Kiriman Kembali Genangi Pemukiman di TPK Bojonegoro   |   14:00 . Empat Kecamatan Banjir, Rumah Hingga Ternak Warga Hanyut   |   13:00 . Banjir di Kalianyar Merendam 614 Rumah dan 44,337 Hektar Sawah   |   12:30 . Akibat Air Kiriman, Jalan Nasional Bojonegoro-Babat Terendam Sampai 30 Cm   |   12:00 . Reaksi Pascavaksinasi Kebanyakan Hanya Pegal, Lapar, dan Ngantuk   |   11:30 . Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Genangi Rumah Warga   |   11:00 . Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 9.755 Orang   |  
Thu, 21 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tolak Permen No 20 Tahun 2018, Pencinta Burung Bojonegoro Demo

blokbojonegoro.com | Tuesday, 14 August 2018 15:00

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Puluhan pecinta burung mania Bojonegoro, melakukan aksi damai di Alun-Alun Bojonegoro, Selasa (14/8/2018) sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi tersebut untuk menolak peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 20 tahun 2018 tentang Satwa Dilindungi. Hal itu diberlakukan beberapa waktu lalu, mendapat tanggapan serius dari pecinta dan pedagang burung Bojonegoro.

Selain menolak Permen, puluhan pecinta dan pedagang burung hias Bojonegoro itu juga menuntut agar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencabut peraturan tersebut. Serta berharap ada pengkajian ulang karena dinilai merugikan pecinta dan pedagang burung hias .

Koordinator aksi, Acey mengatakan, apa yang dilakukan mereka saat ini justru tidak membuat burung punah. Namun, justru melestarikan dengan cara memelihara dan mengembangbiakan burung hias.

Puluhan pecinta dan pedagang burung hias ini sengaja menuntut menolak dan mencabut, peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan nomor 20 tahun 2018 itu. 

"Karena dalam Permen tersebut diatur tentang Larangan Memelihara atau Memperjualbelikan Burung Hias," jelasnya. [top/lis]

             

 

Tag : burung, demo


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat