19:00 . 3 Orang Sembuh, Tambahan 2 Positif Covid-19   |   18:00 . Hadirkan Hotspot Area Untuk Akses Jangkauan Informasi yang Luas   |   17:00 . Gotong Royong Masyarakat Samin yang Masih Terjaga   |   16:00 . Pandemi, Apakah Pentol Sejati Terdampak?   |   15:00 . Siap Jaga Kyai Dan NKRI, Santri IPSPN-NU Dikukuhkan   |   13:00 . 852 Modin Wanita Dapat Insentif Rp125 Ribu Tiap Bulan   |   12:00 . MTQ di Bojonegoro Dilaksanakan 15 Oktober Mendatang   |   10:00 . Perlancar Aliran Sungai, Pemkab dan Koramil Kerja Bakti   |   08:00 . Angin Kencang Akibatkan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang   |   07:00 . Berikut Ciri-Ciri Sakit Jantung   |   23:00 . Makin Maju, Pesantren Mahasiswa Attanwir Diresmikan   |   22:00 . Intip Museum Pertanian di Wisata Edukasi Pejambon   |   21:00 . Wisata Edukasi Pejambon Diresmikan Menteri Desa   |   20:00 . 2 Sembuh, Tambahan 2 Positif   |   19:00 . Hujan Deras Disertai Angin, 4 Pohon Tumbang Tutup Jalan Nasional di Balen   |  
Mon, 28 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 15 August 2018 07:00

Tidur Cukup Solusi Atasi Rasa Sepi

Tidur Cukup Solusi Atasi Rasa Sepi

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tidur yang cukup adalah kunci bagi kesehatan fisik dan mental yang baik.

Lebih jauh lagi, sebuah riset terbaru membuktikan, tidur yang cukup juga penting untuk kehidupan sosial.

Sebuah riset yang dilakukan peneliti dari University of California, Berkeley mengungkap kesimpulan itu, seperti dilansir laman the Independent.

Disimpulkan, orang yang kurang tidur cenderung merasa kesepian, dan kurang mampu berinteraksi dengan orang lain.

Hasil riset yang dipublikasikan dalam the Journal Nature nature ini juga mengungkapkan, mereka yang tak cukup tidur mungkin juga terlihat kurang menarik secara sosial bagi orang lain.

Inilah yang semakin memperburuk perasaaan isolasi sosial yang ada.

"Kami manusia adalah makhluk sosial. Namun kurang tidur dapat mengubah kita menjadi makhluk anti sosial," kata Matthew Walker, salah satu periset dalam penelitian ini.

Menurut dia, semakin sedikit tidur yang kita dapatkan, semakin sedikit keinginan kita untuk melakukan interaksi sosial.

Pada gilirannya, orang lain menganggap kita orang yang tak menarik secara sosial yang semakin memperburuk isolasi sosial.

Walker menambahkan, rutinitas ini dapat berkembang menjadi "lingkaran setan" yang dapat menciptakan dan memperburuk perasaan kesepian.

Kesepian telah menjadi epidemi yang memberi dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

Selain penyalahgunaan alkohol dan narkoba, kesepian telah dikaitkan dengan gangguan makan, depresi, dan kematian dini.

"Ini mungkin bukan kebetulan beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan dalam kesepian dan penurunan dramatis dalam durasi tidur," kata Eti Ben Simon, selaku pemimpin riset.

Menurut Walker, tubuh tak dirancang untuk mendukung kondisi secara biologis untuk mengatasi penyakit, seperti kelaparan.

Inilah yang menyebabkan kurang tidur sangat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan mental.

Dalam riset ini, periset juga menemukan efek buruk dari kurang tidur bahkan terjadi hanya satu malam setelah mengalami tidur yang buruk.

Sebaliknya, untuk mendapatkan hal positif dari tidur yang berkualitas juga bisa dirasakan hanya satu malam setelah mendapatkan tidur yang berkualitas.

"Ini semua menjadi pertanda baik jika kita tidur 7-9 jam setiap malam, tetapi tidak begitu baik jika kita tidur kurang dari waktu tersebut," tambah Walker.

*Sumber: Kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat