19:00 . Penerima Beasiswa Banyu Urip Gelar Pertemuan Online   |   18:00 . Tangkal Radikalisme, Kodim Bojonegoro Gelar Komsos   |   17:00 . Produksi Tas Hingga Baju Kanvas Trendi, Laba Menakjubkan   |   16:00 . Melihat Lebih Dekat Kerajinan Anyaman Bambu di Mulyorejo   |   15:00 . Hari Pertama Peserta Rapid Test Masyarakat Umum Capai 33 Orang   |   14:00 . Warga Mulyorejo Sulap Pelepah Pisang Jadi Kerajinan   |   13:00 . Yummy...! Nasi Bakar Aneka Isi Ada di Kafe Ini   |   12:00 . Berkeliaran dan Masuk Rumah Warga, Ular Pyton Ditangkap   |   07:00 . 5 Cara Agar Lekas Move On dari Seseorang yang Ghosting Kamu   |   23:00 . Ibu-ibu di Lokasi TMMD Imbangan Diberikan Pelatihan Pembuatan Jamu   |   22:00 . 8 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19   |   21:30 . Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Layanan Rapid Tes Gratis   |   21:00 . PMI Bojonegoro Edukasi Santri Cara Hindari Covid   |   20:30 . Sakit Jantung, Seminggu Lalu Dirujuk ke Surabaya   |   20:00 . Agar Berjalan Sesuai Target, 3 Hal ini Tidak Sampai Terulang   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 16 August 2018 15:00

Pekerja Keras, Meski Hamil Wanita Ini Semangat Jaga Parkir

Pekerja Keras, Meski Hamil Wanita Ini Semangat Jaga Parkir

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Pekerjaan menjadi tukang parkir pada umumnya dilakukan oleh kaum laki-laki, tapi tidak untuk tukang parkir yang berada di pasar Kota Bojonegoro.

Widya, wanita asal Desa Mojokampung Kecamatan Bojonegoro ini adalah salah satu wanita yang bertugas sebagai juru parkir (Jukir) sejak lima tahun lalu. Meski tengah hamil, Widya tetap semangat menjalankan tanggung jawabnya sebagai jukir.

Sebenarnya yang menjadi tukang parkir adalah almarhum suaminya, namun di tahun 2013 sang suami mengalami sakit pada kaki dan tidak bisa berjalan dan telah meninggal sekitar tiga bulan yang lalu.

Widya saat ini tengah hamil tujuh bulan, tapi hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk behenti menjadi tukang parkir, karena dialah satu-satunya tulang punggung di keluarganya, dan sebelum menjadi tukang parkir ternyata Widya juga sempat menjajal pekerjaan sebagai penjual es degan, arang dan balon. Namun penghasilannya sedikit dan tidak menentu, lalu pada akhirnya Widya memilih menjadi tukang parkir di pasar Kota Bojonegoro sampai saat ini.

"Saya sama sekali tidak malu bekerja menjadi apapun, asalkan itu halal apapun akan saya lakukan demi menghidupi keluarga saya," terang Widya, Kamis (16/8/2018).

Selain menjadi tukang parkir, ternyata Widya juga menjual kue basah. Siang hari wanita asal Mojokampung ini menjadi tukang parkir, lalu malamnya membuat kue dan pagi ketika akan berangkat bekerja menjadi tukang parkir, ia membawa kuenya untuk dijual ke pasar.

"Alhamdulillah, hasil dari jual kue bisa buat tambah-tambah beli keperluan yang lainnya juga," imbuh Widya penuh semangat.

Hal itu tentu membuat orang yang melihat kerja keras Widya salut, lantaran untuk menghidupi keluarganya wanita ini tak kenal lelah memeras keringat. Salah satunya Sumirah, salah seorang penjual lontong pecel langganan Widya.

"Widya memang sosok wanita pekerja keras sejak dulu, meskipun cobaan bertubi-tubi datang menghampirinya, tapi dia tetap kuat dan terus bekeja untuk menghidupi keluarganya," ungkap Sumirah kepada blokBojonegoro.com . [lin/mu]

Tag : widya, jukir, tukang parkir pasar kota


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat