13:00 . Prediksi Awal Hari Raya Idul Fitri Akan Bersamaan   |   12:00 . AMSI Himbau Publik Baca Berita Dari Sumber Dipercaya   |   11:00 . Bunda Belanja, Anak-anak Bermain   |   10:00 . 172 Jabatan Sekdes Kosong, Pemilihan Wewenang Desa   |   08:00 . Aula Belajar Maslakul Huda Resmi Dibuka untuk Kegiatan Belajar Mengajar   |   07:00 . Ada Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung? Lakukan Ini...   |   00:00 . Teguhkan Komitmen Pada Muhammadiyah Melalui Baitul Arqom   |   23:00 . BPD dari 13 Desa di Kecamatan Kapas Dilantik   |   22:00 . Aksi 22 Mei, Penumpang KA Jurusan Jakarta Diperiksa   |   21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |  
Wed, 22 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 18 August 2018 12:00

IRT ini Geluti Usaha Anyaman Bambu Turun-Temurun

IRT ini Geluti Usaha Anyaman Bambu Turun-Temurun

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Dusun Grogol, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai tempat usaha rumahan pengrajin anyaman bambu. Banyak jenis kerajinan tangan yang dibuat dari bambu itu, di antaranya tampah, bojok, tompo (wadah untuk mencuci beras), kalo (wadah untuk memeras santan), dan kemarang (wadah untuk menaruh nasi).

Sareh, salah satunya pengrajin di sana menekuni usaha yang sudah turun-temurun di keluarganya. Usaha rumahan yang di tekuninya sejak tahun 1975 ini dikerjakannya hanya seorang diri. Meski demikian, Sareh tak lupa dengan tugasnya sebagai ibu rumah tangga (IRT), jadi dia membuat anyaman dari bambu setelah selesai mengerjakan perkerjaan rumah tangganya.

"Saya senang membuat anyaman dari bambu, karna ini adalah warisan dari orang tua saya," ungkap ibu 56 tahun ini, Sabtu (18/8/2018).

Salah satu pembeli, Karmu menilai, anyaman bambu Sareh terkenal bagus dan rapi, selalu saja ada pembeli yang datang ke rumahnya, untuk sekedar di buat keperluan sendiri, di jual kembali, dan bahkan ada juga orang yang membeli kemarang untuk keperluan hajatan.  Pembelinya pun bukan hanya dari Bojonegoro saja, bahkan ada juga yang dari Malang dan Surabaya.

"Saya selalu membeli anyaman bambu dari ibu Sareh, karena lebih bagus dan rapi dari yang lainnya," terang Karmu, kepada blokBojonegoro.com . [lin/ito]

Tag : kerajina, bambu, sumberejo

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat