11:00 . Ditemukan Meninggal, Korban Terseret Sejauh 8 Kilometer   |   10:00 . Diduga Takut, Banyak Pedagang Pasar Sumberrejo Tutup Stand   |   09:00 . Kades Sukorejo, Pasar Krempyeng Dipindah Sudah Difikirkan Matang   |   08:00 . Pedagang Tiga Pasar Tradisional di Rapid Test   |   07:00 . Pahami 4 Tanda Kekebalan Tubuh Sedang Melemah   |   19:00 . 1 Tambahan Baru, Kumulatif 52 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   18:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   16:00 . Programmer Muda Asal Bojonegoro Bikin Aplikasi Bantu Pelayanan Warga   |   15:00 . Warga Desa Sukorejo Ingin Pasar Krempyeng Dibuka   |   14:00 . Tri Unggul EM, Resmi Jabat Ketua PN Bojonegoro   |   13:00 . Bagana Ansor Gondang Bantu Pencarian Korban   |   12:00 . Lebih Nyaman, UDD PMI Bojonegoro Resmikan Gedung Donor Baru   |   11:00 . Penerapan New Normal, Farida Hidayati Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Perhatikan Pesantren   |   10:00 . Mengenal Lebih Dekat Arga Marvel, Penyanyi Asal Bojonegoro   |   09:00 . Pulang dari Ladang, Warga Gondang Terseret Arus Kali Kandangan   |  
Sat, 30 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 20 August 2018 14:00

DBH Migas Cair, Total Mencapai 1 Triliun

DBH Migas Cair, Total Mencapai 1 Triliun

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah menerima transferan Dana Bagi Hasil (DBH) migas triwulan ke III sebesar Rp403 miliar.

"DBH Migas untuk triwulan satu, dua, dan tiga, sudah cair semua. Totalnya, kurang lebih Rp1 triliun," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ibnu Soeyoeti kepada blokBojonegoro.com, Senin (20/8/2018).

Menurut dia, DBH Migas triwulan tiga masih ada kekurangan bayar dari Pemerintah Pusat yang mencapai Rp 46 miliar. Sementara untuk DBH Migas triwulan empat baru akan dibayarkan oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2019. Dengan diterimanya DBH Migas, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bertanda ''bintang'' akan dilaksanakan, dan tidak ada lagi penundaan kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Karena itu, tidak ada lagi kegiatan yang ''berbintang'' karena ada anggaran untuk memenuhinya," bebernya.

Dengan dicairkannya DBH itu ada kegiatan yang tidak jadi ditunda pelaksanaanya antara lain di Dinas Pendidikan mencapai Rp 1,3 miliar lebih, dan Dinas Kesehatan mencapai Rp 5,2 miliar lebih.

Selanjutnya, RSUD Kelas B Sosodoro Djatikusumo Rp 3,7 miliar lebih, RSUD kelas D Sumberrejo Rp 630 juta, RSUD kelas D Padangan Rp 1,4 miliar lenbih. Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga sebesar Rp 40 miliar lebih.

Kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air Rp 4,5 miliar lebih, dan yang terbesar kedua di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya yang mencapai Rp 27,3 miliar lebih.

Masih kata dia, seluruh OPD akan melaksanakan seluruh belanja. Yaitu baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung. Untuk total belanja langsung yang tidak jadi ditunda jumlahnya mencapai Rp 126.301.784.561,51.

"Sedangkan untuk total belanja tidak langsung di seluruh SKPD mencapai Rp 57.482.357.398,00. Sehingga totalnya Rp 183.784.141.959,51," tandas pria kelahiran Sumenep ini. [top/ito]

Tag : Migas, dbh, Bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat