09:00 . Entri Data: Dipaksa Dulu, Budaya Kemudian   |   07:00 . 5 Cara Atasi Keringat Berlebih pada Area Ketiak   |   21:00 . KKN IAI Sunan Giri Gelar Lomba Mewarnai   |   20:00 . Lomba Mewarnai KKN IAI di Sarangan   |   19:00 . Tingkatkan Sdm Bidang IT, Pemkab Undang #Amazon   |   18:00 . Disperta Dorong Galakkan Tanam Porang   |   17:00 . 542 Mahasiswa Menerima Beasiswa dari Pemkab Bojonegoro Tahun 2019   |   16:00 . Sukseskan Pilkades, Polres Libatkan Da’i Kamtibmas   |   15:00 . Puskemas Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Atas Virus Corona   |   14:00 . Pemkab Siapkan Ketentuan Bagi Calon Kades Mengundurkan Diri   |   13:00 . Mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro Kenalkan Pemasaran Digital   |   12:00 . Enam Wanita di Eks Lokalisasi Diamankan, Satu Diduga Positif HIV   |   11:00 . Tingkatkan SDM Bidang IT, 160 Guru SMP Dilatih   |   10:00 . Wujudkan Era 4.0, Pemkab Hadirkan Amazon Web Service di Bojonegoro   |   09:00 . Perdes yang Antisipasi Pencuri Porang   |  
Tue, 28 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 21 August 2018 10:00

Di Atas 40 Tahun Gigi Hipersensitif, ini Penjelasan drg Thomas Djaja

Di Atas 40 Tahun Gigi Hipersensitif, ini Penjelasan drg Thomas Djaja

Reporter : Joel Joko

blokBojonegoro.com - Menggosok gigi merupakan cara termudah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun salah menyikat gigi justru membuat gigi dan mulut bermasalah.

Menggosok terlalu keras, misalnya menggunakan sikat gigi yang berbulu keras, dapat menyebabkan abrasi pada gigi. Abrasi gigi ialah rusaknya email atau lapisan gigi paling atas karena terkikis.

Selain menyikat gigi, faktor usia mempengaruhi kondisi gigi seseorang. Masalah gigi hipersensitif sering terjadi usia di atas 40 tahun. Dokter gigi, Thomas Djaja menjelaskan hipersensitif adalah kondisi menyakitkan yang terjadi dibagian dalam dentin. 

"Semakin tua usia kondisi gigi juga mengalami perubahan. Apalagi sejak kecil tidak dirawat dengan baik," kata Thomas.

Menurutnya gigi rusak bisa menyebabkan rasa ngilu karena lapisan dentin semakin terbuka dan terpapar rangsangan dari luar.Kedua hal itulah yang menyebabkan gigi menjadi sensitif ditandai dengan rasa ngilu yang datang tiba-tiba. "Makanan dan minuman hanya salah satu pemicu bukan penyebab utama gigi sensitif," jelasnya.

Pria yang juga menjabat Humas RSUD Sosoedoro Djatikusumo ini menegaskan, gigi sensitif dapat diantisipasi dengan memperhatikan kebersihan gigi. Orang dengan gigi sensitif juga sebaiknya mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis atau asam selain panas atau dingin.

Untuk itu cara paling mudah mengatasi rasa ngilu di gigi adalah dengan menggunakan pasta gigi khusus sensitif. Caranya saat menggosok gigi jangan langsung dikumur melainkan tunggu hingga dua menit supaya zat didalam pasta gigi khusus merekat. "Jika abrasinya parah bisa dioles dibagian gigi rusak lalu dibiarkan beberapa menit dan setelah itu baru kumur," pungkasnya.[oel/ito]

Tag : gigi, sensitif, dokter, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat