15:00 . Hari Pertama Peserta Rapid Test Masyarakat Umum Capai 33 Orang   |   14:00 . Warga Mulyorejo Sulap Pelepah Pisang Jadi Kerajinan   |   13:00 . Yummy...! Nasi Bakar Aneka Isi Ada di Kafe Ini   |   12:00 . Berkeliaran dan Masuk Rumah Warga, Ular Pyton Ditangkap   |   07:00 . 5 Cara Agar Lekas Move On dari Seseorang yang Ghosting Kamu   |   23:00 . Ibu-ibu di Lokasi TMMD Imbangan Diberikan Pelatihan Pembuatan Jamu   |   22:00 . 8 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19   |   21:30 . Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Layanan Rapid Tes Gratis   |   21:00 . PMI Bojonegoro Edukasi Santri Cara Hindari Covid   |   20:30 . Sakit Jantung, Seminggu Lalu Dirujuk ke Surabaya   |   20:00 . Agar Berjalan Sesuai Target, 3 Hal ini Tidak Sampai Terulang   |   19:30 . Turut Berduka, Ramai Ucapan Pak Santoso Wafat   |   19:00 . Warga di Kota ini Gunakan Pertalite, ini Alasannnya...   |   18:00 . Danrem 082/CPYJ Bersama Wartawan Komitmen Perangi Hoax   |   17:00 . Kemenag Jadwalkan Rukyatul Hilal 21 Juli, Guna Tentukan 1 Zulhijjah 1441 H   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 22 August 2018 07:00

4 Kesalahpahaman Ortu yang Membuat Anak Kurang Aktivitas Fisik

4 Kesalahpahaman Ortu yang Membuat Anak Kurang Aktivitas Fisik

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Karena tidak ada tempat bermain, tidak ada yang menemani anak olahraga, dan alasan lainnya, banyak anak akhirnya kekurangan aktivitas fisik.

Selain itu masih banyak juga kesalahpahaman orangtua yang membuat anak akhirnya kurang bergerak dan beraktivitas setiap hari. Sebenarnya, berapa lama aktivitas fisik yang dibutuhkan anak setiap hari?

Sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak dan remaja yang berusia 5 sampai 17 tahun membutuhkan aktivitas fisik sebagai berikut.

Setidaknya 60 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga cukup berat setiap hari

Beraktivitas fisik lebih dari 60 menit bisa memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan

Melakukan aktivitas fisik yang melibatkan latihan penguatan tulang dan otot setidaknya 3 kali dalam seminggu.

Beberapa anggapan berikut mungkin sering membuat orangtua keliru dan meyakini bahwa anak telah memenuhi aktivitas fisik hariannya, padahal belum tentu.

1. Ikut pelajaran olahraga saja sudah cukup

Beberapa orangtua menganggap bahwa mata pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) di sekolah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan anak akan aktivitas fisik.

Penjaskes memang mengajarkan anak untuk berolahraga. Akan tetapi, Penjaskes saja belum cukup untuk membuat tubuh anak tetap bugar dan sehat.

Sesuai dengan Kurikulum 2013, anak usia Sekolah Dasar hanya mendapatkan pelajaran Penjaskes seminggu sekali dengan durasi sekitar 70 menit. Sedangkan anak usia Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas mengikuti pelajaran Penjaskes seminggu sekali dengan durasi 80 sampai 100 menit.

Padahal WHO merekomendasikan anak untuk beraktivitas fisik setidaknya 142 menit dalam seminggu. Ini berarti mengikuti mata pelajaran Penjaskes di sekolah saja tidak bisa mencukupi kebutuhan aktivitas fisik anak.

Anak tetap harus beraktivitas fisik setiap harinya. Misalnya naik sepeda, jalan kaki ke sekolah, berenang, main sepak bola, atau main petak umpet.

2. Kalau badan anak tidak gemuk, tidak perlu berolahraga lagi

Berat badan anak tidak bisa dijadikan standar untuk menentukan apakah anak sudah cukup bugar. Pasalnya, setiap anak membutuhkan olahraga, terlepas dari berapa berat badannya. Ingat, olahraga itu tujuannya bukan cuma menguruskan badan.

Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, olahraga berperan penting dalam melatih koordinasi, memperkuat tulang, otot, dan sendi, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mental, dan membangun kepribadian anak yang sehat.

3. Main sepulang sekolah itu hanya menghabiskan waktu

Banyak orangtua menganggap main sepulang sekolah seperti main di taman, main sepak bola, main petak umpet, dan permainan lainnya hanya akan membuat anak kelelahan dan jadi tidak bisa belajar.

Padahal, permainan-permainan seperti ini adalah cara yang sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan anak akan aktivitas fisik.

Ya, aktivitas fisik itu bukan cuma dari olahraga. Permainan anak-anak juga tergolong sebagai aktivitas fisik. Namun, intensitasnya memang berbeda-beda, tergantung aturan dari permainan itu sendiri.

4. Aktivitas fisik rentan membuat anak cedera

Tak bisa dipungkiri, hampir setiap orangtua pasti pernah berdebar-debar dan merasa cemas kalau anaknya terluka saat bermain atau beraktivitas fisik. Akan tetapi, jangan sampai kecemasan ini menjadi alasan untuk melarang anak beraktivitas fisik.

Untuk mencegah anak terluka dan cedera saat beraktivitas fisik, kita yang harus mengajari anak untuk selalu berhati-hati. Misalnya sebelum anak main ke luar rumah, pastikan sepatunya sudah diikat dengan benar supaya ia tidak tersandung. Kita juga harus rajin memeriksa kondisi sepeda anak, apakah remnya blong dan bannya kempes?

Lagipula, semakin sering beraktivitas fisik, koordinasi anak akan semakin membaik. Karena itu, anak pun jadi tambah lincah bergerak sehingga risiko jatuh atau cedera lebih minim. Pastikan juga ada orang dewasa yang bisa memantau anak-anak ketika mereka bermain.

*Sumber: kompas.com

Tag : kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat