16:00 . Ketoprak dan Festival Nasi Buwuhan Meriahkan Puncak Agustusan Desa Kenep   |   15:00 . Usai Dilantik Akan Diisi Ketua Sementara, PKB Tunjuk Imam Sholikin   |   14:00 . Perak Kejurnas dari Fauzan untuk Jatim   |   13:00 . Fauzan, Atlet Bojonegoro Sabet Perak   |   12:00 . Pengisian Kekosongan Kepala SD Tunggu Persyaratan dan SK Bupati   |   11:00 . Konter di Cengungklung Terbakar   |   10:00 . Pipa PDAM di Dander dan Purwosari Bocor, Distribusi Air Terganggu   |   09:00 . Diduga Korsleting Listrik, Toko Ponsel di Cengungklung Terbakar   |   08:00 . Akibat Bakar Sampah, Rumpun Bambu di Balen Kembali Terbakar   |   07:00 . Konsumsi Makanan Manis Berlebihan Ikut Memicu Hipertensi   |   20:00 . Tembakau Virginia dan Jawa Lebih Dipilih Petani Bojonegoro   |   19:00 . Usai Laksanakan Rukun Haji, Sebagian Jemaah Laksanakan Thawaf Ifadloh   |   18:00 . Unsur Pimpinan Ditentukan DPP, DPC Demokrat Tunggu Keputusan   |   17:00 . Rumah dan Lahan Hutan Dominasi Kebakaran di Bojonegoro   |   16:00 . Akibat Bakar Sampah, Rumpun Bambu 0,2 Hektar Terbakar   |  
Tue, 20 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 25 August 2018 07:00

Mengapa Kita Wajib Mencuci Tangan Setelah Menggunakan Toilet?

Mengapa Kita Wajib Mencuci Tangan Setelah Menggunakan Toilet?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Para ahli menyarankan untuk wajib mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Ini mungkin kebiasaan sederhana, tapi survei menyebut hanya 67 persen orang yang melakukannya.

Don Schaffner, profesor ilmu makanan di Rutgers telah mempelajari kebiasaan mencuci tangan selama bertahun-tahun. Ia menegaskan, kebiasaan ini tidak boleh diabaikan atau dipandang sebelah mata.

"Tidak peduli Anda habis buang air kecil atau buang air besar, mencuci tangan setelah dari toilet itu wajib," katanya kepada Business Insider dilansir Science Alert, Kamis (23/8/2018).

Jika Anda belum melakukannya, berikut alasannya yang penting diketahui.

Schaffner menjelaskan, ribuan kuman berkumpul di kamar mandi untuk waktu yang lama.

Saat kita memasuki toilet atau kamar mandi, kuman akan pindah ke tubuh kita. Schaffner menyarankan, dalam beberapa kasus kita wajib mencuci tangan lebih bersih.

"Jika Anda mengalami diare, ada lebih banyak kuman di tangan. Lebih baik Anda cuci tangan, daripada ada kuman yang tidak jelas bersarang di jari," ujar Schaffner.

Dibanding dengan feses, urin memang lebih bersih bila tidak ada infeksi apa pun. Meski begitu, urin tidak benar-benar steril, tetap ada kumannya.

"Orang yang habis buang air kencing mungkin berpikir mereka tidak perlu mencuci tangan. Tapi sebaiknya hal tersebut tetap dilakukan, apa pun aktivitasnya," sambung Michael Osterholm, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular Universitas Minnesota kepada The New York Times.

Osterholm mengatakan, kotoran manusia membawa patogen seperti E. coli, Shigella, Streptococcus, hepatitis A dan E, dan masih banyak lagi.

Selain itu, manusia juga sangat mudah mengalami norovirus atau virus yang menyerang sistem pencernaan seperti diare, muntah, mual, dan sakit perut. Hal ini bisa terjadi terutama setelah kita membersihkan permukaan kamar mandi yang terkontaminasi kotoran atau muntahan.

Berbagai macam mikroba dan bakteri lainnya dapat ditemukan di kamar mandi juga. Dalam studi tahun 2004, beberapa bakteri Staphylococcus ditemukan di hampir setiap tangan.

Dibandingkan toilet pribadi, toilet umum menyimpan lebih banyak jenis bakteri yang beberapa di antaranya resistan terhadap obat.

Meski kita merasa bersih, hal yang sama mungkin tidak berlaku untuk orang lain yang terkahir menggunakannya.

Mencuci tangan, rutinitas yang menyelamatkan jiwa

Dalam berbagai ritual keagamaan, ada proses membersihkan diri yang diwujudkan dengan mencuci tangan selama ribuan tahun.

Namun, baru sekitar tahun 1800-an, profesional perawatan kesehatan menghubungkan kebersihan tangan dengan penurunan tingkat infeksi.

Dr. Ignaz Semmelweis memperhatikan ketika dokter dan mahasiswa kedokteran menangani pasien bersalin setelah mengurus mayat, banyak ibu yang kemudian mengalami demam dan akhirnya meninggal. Ia menghubungkan aturan mencuci tangan yang tidak populer dengan meningkatnya angka kematian.

Contoh lain, selama Perang Krimea, perawat Florence Nightingale mulai membuat aturan untuk mencuci tangan dan tindakan kebersihan lainnya di rumah sakit Inggris tempatnya bekerja. Hasilnya, angka kematian turun dua pertiganya. Ini adalah bukti pertama bahwa kebersihan dapat menyelamatkan kehidupan.

Mencegah infeksi

Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diare telah membunuh sekitar 525.000 balita di seluruh dunia. Anak-anak itu mengidap diare karena mereka minum air kotor, makan dengan tangan kotor, atau tertular orang lain.

"Dengan mencuci tangan, risiko kematian akibat diare bisa berkurang dan dapat menyelamatkan lebih dari satu juta jiwa, termasuk orang dewasa dan anak-anak setiap tahunnya," kata ahli di London School of Hygiene and Tropical Medicine memperkirakan.

Selain mencegah diare, rutin mencuci tangan juga bisa mengurangi risiko terkena infeksi pernapasan hingga 16 persen.

Mencuci tangan sebaiknya tidak hanya dilakukan setelah dari toilet, tapi di setiap ada kesempatan dan sesering mungkin.

Para ahli mengatakan, kuman yang ada di gagang pintu fasilitas umum, ponsel, dan handuk lembab menyimpan lebih banyak bakteri, sekitar 50 bakteri per inci persegi. Belum lagi aktivitas lain yang kita lakukan.

Tiga langkah sederhana jaga kebersihan

Schaffner memberikan tiga tips sederhana agar kita tidak berpeluang sakit flu, keracunan makanan yang disebabkan diri sendiri, dan diare.

1. Suhu air

Penelitian yang dilakukan Schaffner telah menegaskan suhu air tidak memberi efek berbeda.

"Suhu apa pun bagus selagi Anda merasa nyaman," ujarnya.

2. Memakai sabun

Mencuci tangan menggunakan sabun sebaiknya tidak dilakukan dengan kilat.

"Ambil sabun, usapkan dengan benar di seluruh tangan, bersihkan kotoran yang ada di bawah kuku jari," kata Schaffner.

Lima detik mencuci tangan dapat membantu mengurangi jumlah bakteri, namun melakukannya selama 20 detik akan lebih baik.

3. Keringkan tangan sebelum meninggalkan ruangan

Langkah ini adalah kunci. Perlu diingat, tangan yang basah dapat mentransfer lebih banyak bakteri dibanding tangan yang kering.

"Saat tangan masih basah kemudian menyentuh pintu kamar mandi, bakteri akan lebih mudah pindah ke tangan," tegasnya.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2018/08/24/170000923/
mengapa-kita-wajib-mencuci-tangan-setelah-menggunakan-toilet-

Tag : cuci, tangan, toilet

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 13 August 2019 08:00

    Teladani Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi

    Teladani  Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi Demi memperkuat spiritual keagamaan dan meneladani perjuangan para waliyullah, sekaligus menyambut Kemerdekaan RI-47, jemaah tahlil Dukuh Ngantulan, RT.19/RW.03, Desa Bulu, Kecamatan Balen, mengadakan ziarah ke makam auliya. Selain itu dalam...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat