Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 27 August 2018 17:00

Bentuk Guru Kompeten, IAI-UNU Sunan Giri Siap Bersaing

Bentuk Guru Kompeten, IAI-UNU Sunan Giri Siap Bersaing

Reporter: Muhammad Qomaruddin

blokBojonegoro.com - Persaingan tenaga pengajar disemua jenjang maupun tingkatan semakin ketat, tidak terkecuali guru agama. Sehingga Institut Agama Islam - Universitas Nahdlatul Ulama (IAI-UNU) Sunan Giri membentuk guru yang kompeten, sehingga bisa dapat diunggulkan dengan guru yang lainnya.

Rektor IAI Sunan Giri Bojonegoro, Jauharul Ma'arif menyampaikan, pendaftar mahasiswa baru sampai gelombang tiga awal ini sudah ada sekitar 750 mahasiswa baik IAI maupun UNU Sunan Giri. Mereka masuk di fakultas sesusai dengan keinginannya, karena untuk IAI ada 6 jurusan yang terbagi 3 fakultas. Sedangkan UNU, memiliki 10 jurusan dalam 3 fakultas.

Di antaranya IAI ada fakultas tarbiyah, syariah dan ADAB, untuk UNU terdapat tiga fakultas yang sudah ada fakultas ilmu kesehatan, sains dan teknologi serta keguruan dan ilmu pendidikan. "Membekali mahasiswa untuk menjawab perkembangan menjadi tenaga pengajar yang kompeten dibidangnya," jelasnya usai pembukaan PKKMB di halaman kampus setempat, Senin (27/8/2018).

Gus Arif, panggilan akrab Jauharul Ma'arif menerangkan, dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) selama dua hari, Senin-Selasa (27-28/8/2018), mahasiswa dikenalkan lingkungan kampus dan proses pembelajarannya. Selain kegiatan kampus, juga jemahasiswaan, pengenalan metode pendidikan kampus.

"Termasuk pendalaman Aswaja dan lebih mengenalkannya tentang keaswajaan tersebut. Serta menyiapkan guru yang siap bersaing untuk menjawab tantangan kedepan," terangnya.

Seperti halnya seorang guru dalam proses belajar mengajar tidak monoton, tapi bisa disampaikan dengan bercerita maupun metode yang lainnya. Dengan bercerita guru pandai mengemas, karena nanti ketika sudah lulus akan mendapatkan surat keterangan pendamping ijazah sesuai keahliannya.

"Mahasiswa yang nantinya menjadi guru bisa mandiri. Apalagi banyaknya guru membuat guru harus kompeten dan mampu menguasai materi," ungkap Gus Arif.

Sementara itu ketua yayasan, Muslih Fattah menambahkan, perkembangan kampus tidak hanya sarana dan prasarananya saja, tetapi aktivitas proses belajar mengajar juga ditingkatkan. "Sehingga dosen dan mahasiswa saling pro aktif dalam pembelajaran," imbuhnya.

Apalagi untuk menjawab tantangan guru kedepan dimungkinkan semakin berat. Agar mampu bersaing IAI dan UNU Sunan Giri terus melakukan inovasi dan aktualisasi. "Guru lulusan (IAI - UNU) tidak hanya disekolah swasta, tetapi juga banyak yang menjadi guru negeri," pungkasnya.(rud)

 

Tag : pendidikan, iai

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini