19:00 . Hujan Lebat, Sawah di Cancung Tergenang Banjir   |   18:00 . Nikmatnya Es Bubur Campur di Basuki Rahmat Bojonegoro   |   17:00 . Besok, Giliran Tingkat SD/MI hingga SMA/SMK/MA se Kabupaten   |   16:00 . Porprov 2019, Dinpora Siapkan Rp5,7 M   |   15:00 . Kejuaraan Drum Band/Marcing Band Tingkat TK/RA se-Bojonegoro   |   14:00 . Diduga Bensin Tumpah, 2 Kios di Sumberrejo Terbakar   |   13:00 . 12 Cabor Tanding di Bojonegoro, Koni Gelar Rapat Persiapan   |   12:00 . Asap Tebal di Tepi Jalan Raya Sumberrejo   |   11:00 . SDN Sekaran Ajak Siswa Belajar Seni Kaligrafi   |   10:00 . Gara-gara Goreng Ikan Rumah Warga Padangan Hangus   |   09:00 . Taekwondo Tambah Porsi Latihan   |   08:00 . Uji Coba Jembatan, Masyarakat Tak Boleh Lewat   |   07:00 . 8 Mitos Diet yang Tak Perlu Lagi Dipercaya   |   21:00 . Ayo...! Ke Jembatan Bojonegoro-Trucuk   |   20:00 . Woww..! Beban Statis Jembatan 550 Ton   |  
Sat, 15 December 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 30 August 2018 21:00

Nyadran, Tradisi Leluhur yang Tetap Lestari di Sarangan

Nyadran, Tradisi Leluhur yang Tetap Lestari di Sarangan

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Hari ini Kamis, (30/8/2018) malam, masyarakat Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro menggelar tradisi "Nyadran" di makam leluhur desa. Sederhana, masyarakat Sarangan dewasa maupun anak-anak mereka bersama-sama duduk melingkar hanya beralaskan terpal dan penerang lampu seadanya.

Acara dibuka tepat pukul 20:30 WIB, dengan bacaan surat Al fatihah. Setelah itu dilanjut tahlil bersama yang dipimpin Kiai Ishaq, salah satu tokoh masyarakat di Sarangan. Kemudian, dilanjut acara inti yaitu pengajian umum yang di isi oleh ustadz Fika Prasetyo dari Sumberrejo.

Dalam tausiahnya Ustadz Fika memberikan pesan kepada masyarakat Sarangan, tentang kematian dan waktu yang telah ditentukan oleh Tuhan yang tak bisa diundur maupun dimajukan. "Dan dengan adanya tradisi nyadran ini kita di ingatkan akan adanya mati yang akan menghampiri," paparnya.

Masyarakat pun dengan khusyuk mendengarkan tausiah yang diberikan. Usai pengajian, baru dilakukan doa bersama sekaligus santap makanan bersama.

"Tradisi Nyadran seperti ini sangat bagus untuk di kenalkan kepada anak-anak, agar mereka tahu budaya-budaya yang turun-temurun dari para leluhur," ungkap Murtaib, salah satu warga. [lin/lis]

Tag : nyadran, tradisi

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 05 December 2018 08:00

    BMG Buka Lowongan Reporter bB, Berikut Syaratnya!

    BMG Buka Lowongan Reporter bB, Berikut Syaratnya! erkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat belakangan ini dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Thursday, 13 December 2018 09:00

    Gadget Sebagai Pengganti Buku

    Gadget Sebagai Pengganti Buku Gadget? Siapa yang tidak tahu dengan perangkat mobile satu ini? Sebagian besar remaja zaman sekarang merasa bahwa dirinya sangat tergantung dengan gadget....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more