07:00 . Kunci Stamina Prima untuk Calon Pengantin   |   21:00 . Antisipasi Banjir, Pemkab Bojonegoro Gelar Pelatihan Anggota Satlinmas Desa   |   20:00 . Dalam Satu Hari, Damkar Bojonegoro Tangkap 4 Ular di Lokasi Berbeda   |   19:00 . Harga Cabai Rawit Melonjak Hingga Rp85 Ribu Per Kilogram   |   18:00 . Kades Kumpulrejo: Pilkades, Waspada Provokasi   |   17:00 . Puskesmas Ngraho Kenalkan Aplikasi Si Samin   |   15:00 . Setel Velg Tidak Pakai Lama   |   14:00 . 3 Kampung KB di Bojonegoro ini Layak jadi Percontohan   |   13:00 . Pelatihan Kerajinan Gedebok, Tingkatkan Kualitas dan Ekonomi   |   12:00 . Ada 1.296 Jamah Haji Bakal ke Tanah Suci Tahun 2020   |   10:00 . Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Kembali ke Rumah   |   09:00 . Tahun ini, 550 Ribu Benih Ikan Tawes ddan Nila Disebar di Embung   |   07:00 . Prediksi Tren Kecantikan 2020 dari Kaki Sampai Kepala   |   06:00 . Lagi Tren, Ini Resep Donat Lumer Bomboloni   |   21:00 . DLH Bojonegoro Gelar Pembinaan Bank Sampah   |  
Thu, 23 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 31 August 2018 17:00

Desa Dampet Sugihwaras Pun Kekeringan

Desa Dampet Sugihwaras Pun Kekeringan

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Sebagian wilayah di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, mulai mengalami krisi air bersih sebagai dampak musim kemarau. Sumur warga dan beberapa sumber mata air mulai mengering.

Di Desa Dampet, Kecamatan Sugihwaras, warga mengandalkan embung untuk memenuhi kebutuhkan air bersih seperti untuk mencuci dan mandi. Warga harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer untuk sampai di embung tersebut.

"Air embung ini untuk konsumsi hewan ternak, mandi, mencuci dan keperluan lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan memasak dan minum saya membeli ke tetangga yang sumurnya masing ada sumbernya," ujar Muttakin (52) warga setempat.

Muttakin mengungkapkan, setiap musim kemarau wilayahnya memang menjadi langganan kekeringan. Bahkan sebagai pengganti kebutuhan sehari-hari terpaksa harus mengambil air dari embung yang biasanya digunakan warga untuk mengairi sawah.

"Kondisi kesulitan air bersih sudah berlangsung cukup lama, sekitar bulan Mei yang lalu sudah ada beberapa pompa air masyarakat yang sudah tidak mengeluarkan air," Ujarnya.

Sementera itu Hartono, warga lainya mengaku untuk mengambil air harus menembuh jarak sampai 2 kilometer lebih dengan membawa jeriken dengan mengendarai sepeda motor. Dalam 1 hari saja, pria 50 tahun ini harus kembali 2 sampai 3 kali tergantung kebutuhan sehari-hari.

Ia berharap, pemerintah segera melakukan penyaluran air bersih untuk warga Kecamatan Sugihwaras, khususnya warga Dampet. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi setiap hari untuk kebutuhan minum, memasak, mencuci, maupun membersihkan diri.

"Saya harap pemerintah segera melakukan dropping air bersih dan kelihatanya untuk kemarau ini akan bertahan cukup lama," pungkasnya.[din/lis]

Tag : kekeringan, warga


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat