09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 31 August 2018 11:00

Kemarau, Petani Ngumpakdalem Biarkan Sawah 'Bero'

Kemarau, Petani Ngumpakdalem Biarkan Sawah 'Bero'

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Musim kemarau tahun ini, beberapa lahan pertanian milik warga yang ada di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, banyak yang dibiarkan terbengkalai tanpa tanaman (bero). Biasanya meski kemarau warga tetap menanam tomat atau cabai apabila air cukup.

"Kemarau tahun ini kering, jadi sawah tidak ditanami," kata Yanto salah satu petani.

Tahun lalu meski musim kemarau lahan pertanian milik Yanto tetap ditanami cabai lantaran masih ada air. "Ada embung, tapi airnya tinggal sedikit," keluh Yanto.

Petani lain, Ismaunah mengatakan, untuk sementara beberapa petani belum berani menggarap sawahnya dan memilih dibiarkan bero, karena mendapatkan air untuk mengairi sawah cukup sulit. "Musim seperti ini kalau masih ada air biasanya tanam cabai atau tomat," ujar Ismaunah. [saf/mu]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB