20:00 . Sablon Gelas Kebanjiran Pesanan di Bulan Ramadan   |   19:00 . Desa Bakalan Gelar Bazar Murah Ramadan 7 Sumur   |   18:00 . Berburu Takjil, Lumpia Tribun Jadi Primadona   |   16:00 . 3 Bulan, Santunan Korban Meninggal Dunia Jasa Raharja Menurun   |   15:00 . Jelang Perayaan Hari Kartini, PNS Bojonegoro Siap Pakai Kebaya   |   14:00 . Inilah Susunan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Bojonegoro 2021-2026   |   13:00 . Dewan Kehormatan Dan Pengurus PMI Kabupaten Bojonegoro Resmi Dilantik   |   12:00 . Disiplin Penerapan Prokes, Satgas Covid-19 Tindak 20 Pelanggar   |   10:00 . Perkembangan Kurang Baik Zonasi Risiko Harus Menjadi Peringatan   |   09:00 . Indonesia Lebih Siap Hadapi Pandemi di Bulan Suci Tahun Ini   |   08:00 . Posko Berdampak Signifikan Dalam Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia   |   07:00 . Keuntungan Lain Menyusui, Mencegah Penumpukan Lemak!   |   05:00 . 2 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 2 Orang   |   21:00 . Awal Ramadan, Jemaah Tarawih Penuhi Masjid di Bojonegoro   |   16:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Jasa Raharja Tembus Rp3,7 M   |  
Wed, 14 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#Bojonegoroaduskopi

Tak Sekadar Seduh Kopi, Perhitungan Menciptakan Rasa

blokbojonegoro.com | Saturday, 01 September 2018 18:00

Tak Sekadar Seduh Kopi, Perhitungan Menciptakan Rasa

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Di salah satu stand kedai kopi pada acara #Bojonegoroaduskopi, tepatnya di Copitalist, tampak pemuda sedang menyiapkan kopi untuk dinikmati pengunjung.

Diambilnya beberapa biji kopi jenis Ampel Gading dari toples, kemudian digiling dengan alat manual. Setelah jadi bubuk, selanjutnya ditempatkan di alat penyeduh manual yang terdiri dari corong bebebentuk cangkir, di bawahnya ada teko kaca dan alat ukur digital.

Perlahan, tangannya menuangkan air panas pada bubuk kopi di dalam corong yang sudah dilapisi tisu. Tak asal menuang, air panas yang keluar itu menyiram bubuk dengan cara memutar setiap sisi corong.Selanjutnya seduhan kopi langsung tertampung pada teko kaca. Sesekalai pemuda itu menghentikan tuangannya sambil melihat angka pada alat.

"Alat ini namanya v-sixty (V-60) untuk mengukur rasio perbandingan antara air dan bubuk untuk meniciptakan rasa sesuai keinginan," ujar pemuda yang bernama Billy itu.

Menurutnya, menyeduh bukan sekadar menuangkan air pada bubuk kopi saja. Melainkan ada hitunganya sendiri. Untuk ukuran normalnya 1:13. Artinya setiap 1 gram bubuk, diseduh dengan 13 mililiter air panas. Begitu juga untuk kelipatannya, misalan 10 gram bubuk, butuh 130 mililiter air.

"Selain ukuran, suhu juga berpengaruh. Pun demikian juga dengan cara menyeduh. Bisa saja langsung menuangkan air ke tengah bubuk, dan kopi cepat tersaji. Namun ekstraksi lebih terasa jika menuangkan perlahan dan merata lewat sisi saringan," paparnya panjang lebar.

Dengan proses seperti itu, aroma dan rasa kopi yang disajikan bisa maksimal. Serta, rasa khas setiap jenis kopi bisa lebih terasa dan tidak hilang.

Dalam acara Pesta Kopi di halaman parkir supermarket di Jalan Veteran Bojonegoro itu, ada 14 stand yang diisi kedai-kedai lokal di Kota Ledre. Rata-rata, semua memiliki alat seduh manual dan menggunakan tehnik dalam menyeduh kopi.

Pengelola Supermarket, Ary KDS mengapresiasi semangat para penyeduh kopi di Bojonegoro untuk menyelenggarakan even Pesta Kopi ini. Menurutnya, antusias mereka luar biasa. Bahkan ada dari luar kota juga yang ingin bergabung dalam even ini, namun belum bisa mengakomodir.

"Kami memfasilitasi antusiasme para penyeduh kopi di Bojonegoro untuk memsyarakatkan kopi. Untuk event ini, khusus bagi kedai lokal dulu," jelas Ary.

Diharapkan dengan adanya even ini, masyarakat bisa tahu jenis-jenis kopi serta bagaimana penyajiannya. "Ketika sudah menemukan kopi favoritnya, bisa langsung ke kedai penyeduh kopi di Bojonegoro ini," harapnya. [ito/lis]

Tag : kedai, kopi, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat