19:00 . Sarasehan Ansor, Pemimpin Bojonegoro Harus Harmonis Hadapi Pandemi   |   18:00 . BNI Cabang Bojonegoro Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir   |   17:00 . Bersinergi, CEC Berupaya Meningkatkan Penjualan Produk Melalui Online Marketing   |   16:00 . Harga Bawang Merah Kini Mengalami Penurunan   |   15:00 . Pemerintah Maksimalkan Penanganan Covid-19, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang   |   14:00 . Begini Strategi Menyiapkan Fasilitas Kesehatan Khusus Covid-19   |   13:00 . Banjir Mulai Surut, Warga Sibuk Bersihkan Rumah   |   12:00 . Pemdes Kalianyar Bagikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir   |   11:00 . Awal Tahun Harga Telur Ayam Turun   |   10:00 . Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Bertambah Menjadi 781.147   |   09:00 . Akhir Pekan Harga Logam Mulia Turun Rp5.000 per Gram   |   08:00 . Bantu Pasien Covid-19, Polres Screening Pendonor Plasma Konvalesen   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Gaya Belajar Anak!   |   06:00 . Ayo Dukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen   |   05:00 . 23 Orang Sembuh, 27 Kasus Baru di Bojonegoro, 1 Meninggal   |  
Sun, 24 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sejak 2017, Anggaran TF Guru Madrasah Dicabut

blokbojonegoro.com | Sunday, 02 September 2018 11:00

Sejak 2017, Anggaran TF Guru Madrasah Dicabut

Reporter: M. Safuan

 blokBojonegoro.com - Tahun ini, guru madrasah non PNS di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) dipastikan tak menerima Tunjangan Fungsional (TF). Hal itu lantaran tidak ada anggaran TF lagi langsung dari Kementerian Pusat sejak tahun 2017 lalu.

"Memang Tunjangan Fungsional (TF) bagi guru non PNS sudah tidak diterima lagi," kata Kepala Kemenag Bojonegoro, M Syamsuri.

Pria yang akrab disapa Syamsuri itu mengungkapkan, TF bagi guru madrasah non PNS itu tahun ini tidak masuk anggaran, bahkan sejak 2017 lalu TF sudah tidak masuk DIPA anggaran dari Kementerian pusat.

Meski anggaran TF dicabut, pihak Kemenag tetap akan memberikan kesejahteraan bagi guru inpasing dan sudah sertifikasi dengan aturan sesuai masa kerja.

"Memang kalau dulu semua guru mendapat tunjangan, namun kini ada persyaratannya dan pencairannya melalui sertifikasi," terang Syamsuri kepada blokBojonegoro.com

Hingga saat ini, untuk guru madrasah non PNS di Bojonegoro masih tengah didata untuk mengetahui berapa jumlah seluruh guru baik guru madrasah bersertifikasi maupun inpassing.

"Itu sebagai upaya untuk menjaga apabila Kementerian Pusat minta jumlah guru, jadi siap memberikan datanya," tutup Syamsuri kepada blokBojonegoro.com. [saf/lis]

 

Tag : tf, anggaran, kemenag


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat