18:00 . Ingin Turut Kembangkan Ekonomi Syariah   |   17:00 . Datangi DPRD, PPPK Diknas Bojonegoro Minta Kejelasan   |   16:00 . Bupati Ajak Tingkatkan Protein Hewani dengan Minum Susu   |   15:00 . Menjadi Guru PAI, Bagi Irma Lutfiana adalah Tanggungan Moral Anak   |   14:00 . Inilah Juara Lomba Sapi Betina Produktif dan Gelar Panen Pedet 2019   |   13:00 . Bupati Targetkan Bojonegoro Bisa Duduki Nomor Dua Populasi Sapi Se-Jatim   |   12:00 . Bupati Melihat Sapi yang Mendapat Juara   |   11:00 . Tingkatkan Populasi Ternak dengan Lomba Sapi Betina Produktif   |   10:00 . Berkah Energi Pertamina, Inilah Lima Pemenangnya   |   09:00 . Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT   |   08:00 . 2 Ekor Sapi Tepanggang Saat Kebakaran di Desa Karangsono   |   07:00 . Persiapan agar Tubuh Tetap Bugar di Musim Hujan   |   06:00 . Belajar Bersama Cak Nun, Ribuan Jamaah Penuhi Lapangan Dukohkidul   |   17:00 . Angin Kencang, 3 Dapur dan 1 Rumah di Baureno Roboh   |   15:00 . BMKG Prediksi Hujan Segera Turun di Bojonegoro   |  
Thu, 17 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 08 September 2018 16:00

Rupiah Melemah, Belum Berdampak Kepada Perekonomian Masyarakat?

Rupiah Melemah, Belum Berdampak Kepada Perekonomian Masyarakat?

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) beberapa hari yang lalu. Bahkan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, rupiah menyentuh level Rp 15.000 per dollar AS.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro menghimbau masyarakat agar tidak khawatir. Sebab, pastinya pemerintah pusat sedang melakukan upaya agar kejadian ini tidak terus berlangsung dan rupiah kembali menguat.

"Pasti pemerintah bergerak cepat agar Rupiah kembali lagi dan sebenarnya pelemahan mata uang ini tidak terjadi pada Rupiah saja, melainkan mata uang negara lainya juga," ucap Plt Dinas Perdagangan, Agus Hariyana.

Agus Hariyana menejelaskan, terkait pelemahan rupiah saat ini, belum berdampak kepada perekonomian di Kota Ledre. Pasalnya untuk ekspor kerajinan kayu, pengerajin melalui perusahaan di Jakarta terlebih dahulu, sehingga dampaknya belum terlalu terasa.

Selain itu, untuk harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Bojonegoro juga masih terbilang cukup stabil. Malah, harga cabai rawit mengalami penurunan harga, dari awalnya mencapai 35 ribu menjadi 14 ribu rupiah belakangan ini.

"Kalau menurunnya harga cabe rawit mungkin disebabkan karena faktor cuaca, sehingga berdampak kepada kualitas cabe," lanjutnya.

Sedangkan untuk dampak harga Bahan Bakar Subsidi (BBM), Dinas Perdangan memastikan belum ada perubahan harga. Di sisi lain juga, melihat harga minyak internasional yang masih dalam harga yang normal.

"Kita doakan semoga krisis rupiah ini tidak bertahan lama dan kembali normal lagi," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : Dolar, pasar, ekonomi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat