Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro

Monday, 10 September 2018 20:00

Wabup Bojonegoro Terpilih, Drs. Budi Irawanto, M.Pd

Mas Wawan: Tak Perlu Berubah, Sederhana Saja

Mas Wawan: Tak Perlu Berubah, Sederhana Saja

Reporter: Muharrom

blokBojonegoro.com – Jangan kaget jika di jalan raya sewaktu-waktu disapa Wakil Bupati Bojonegoro terpilih, Drs. Budi Irawanto, M.Pd.

Sebab, jika menghadiri undangan atau sekadar berputar-putar di jantung Kota Bojonegoro, Mas Wawan, sapaan karibnya lebih memilih berkendara motor.

Seperti beberapa kali berjumpa dengan blokBojonegoro.com, Mas Wawan dengan santai naik sepeda motor di jalan untuk sekadar sambang warung kopi. Di antaranya ketika ke Warkop Bu Tiyok (WBT) Jalan Dr. Suharso Kota Bojonegoro.

Tidak hanya itu saja, ke beberapa acara juga sama. Moda transportasi roda dua jadi pilihan sederhana. Contohnya ketika datang di wisuda mahasiswa Kampus Ungu, STIKes ICsada Bojonegoro.

Saat sampai di Gedung Serbaguna, Jalan KH. Mansyur Kota Bojonegoro, politisi asal PDIP Bojonegoro ini sempat membuat petugas keamanan jaga bingung. Karena biasanya pejabat ada yang mengawal.

“Saya kaget juga lihat Pak Wawan, orangnya sederhana,” kata anggota tim keamanan Kampus Ungu, Mas Muh.

Bahkan, karena kaget dirinya sempat tidak ingat jika yang hadir dengan mengendarai motor adalah Wakil Bupati Bojonegoro terpilih. Mas Wawan memenangkan pemilihan langsung di Kota Ledre bersama Bupati Bojonegoro terpilih, Dr. Hj. Anna Mu’awanah.

Ketika ditanya mengenai penampilannya sekarang, Mas Wawan hanya tersenyum. Sebab, menurutnya sama saja sebelum dan setelah terpilih jadi Wakil Bupati. Ia terbiasa bersepeda motor untuk ke warung kopi atau menghadiri undangan di Kota Bojonegoro.

“Santai saja, tidak perlu ribet-ribet. Karena saya sejak lama ya seperti itu orangnya,” terang Mas Wawan.

Bahkan untuk datang ke undangan, dirinya juga terbiasa masuk dan duduk seperti undangan lain. Tidak perlu diperhatikan khusus. Seperti saat berbincang santai di wakop bersama teman maupun masyarakat umum.

“Ya, saya seperti ini. Tidak ada yang harus dirubah. Karena saya senang bisa dekat dengan semua masyarakat,” pungkasnya. [mu/lis]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service


Berita Terkini