23:12 . Tampilan Jean Sebastian Pukau Penonton   |   20:00 . Peduli Sesama, FKPAI Bantu Air Bersih di Kedungadem   |   19:00 . Nita Artsen dan Jean Sebastian Tampil Memukau   |   18:00 . Kios di Kacangan Terbakar, Kerugian Capai Rp50 Juta   |   17:00 . Wabup Resmikan Nasi Buwohan jadi Makanan Khas Bojonegoro   |   16:00 . Wabup Buka Jazz Bengawan 2018   |   13:00 . Meski Sederhana, Warung Belut Chemenk jadi Favorit Pengunjung   |   12:00 . Seramnya Bangunan RSUD Lama Bojonegoro   |   11:00 . Total 1.151 Madin Terdaftar di Kemenag Bojonegoro   |   10:00 . Ajak Kades Wilayah Barat Diskusi, Banyak Harapan Terlontar   |   09:00 . Antisipasi Pupuk Kurang, Disperta Ajukan Tambahan   |   08:00 . Muhammadiyah dan Keindonesiaan   |   07:00 . 8 Keuntungan Berstatus Jomblo   |   06:00 . Demi Kebersamaan, Pompa Air Tradisional Jadi Alternatif Warga Sumberagung   |   23:00 . Hujan Disertai Angin, 7 Rumah di Gondang Roboh   |  
Wed, 21 November 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 10 September 2018 22:30

Meriahnya Festival Oklik Desa Tejo

Meriahnya Festival Oklik Desa Tejo

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) dan malam tahun baru Hijriyah 1 Muharram, warga Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, menggelar festival oklik, Sabtu (10/9/2018) malam.

Acara yang dimulai pukul 20.30 Wib itu diberangkatkan dari gapura desa, dan mulai berjalan di Penghubung Utama Kecamatan (PUK) diikuti ratusan peserta. Acara ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu warga baik dalam maupun luar desa.

Kades Tejo, Qomarrudin mengatakan, ini merupakan acara tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat, karena seluruh warga bisa berkreasi dengan musik tradisional oklik. "Ada 14 regu oklik, regu tersebut diambil dari setiap RT di Tejo yang berjumlah 14," terangnya.

Para peserta menempuh rute mulai dari Dukuh Kampung Baru, Nero, Kampung Njero, Kampung Tengah, Kampung Dukuh, dan finish di lapangan desa.

"Setiap regu oklik yang berjalan adalah tentuan urutan dari RT 1 sampai 14, selain itu ini adalah bentuk kerukunan warga," tambahnya.

Seni oklik adalah kesenian tradisional yang menggunakan peralatan sederhana yaitu kentongan dari bambu yang dibunyikan dengan irama teratur, sehingga membangun musik kreatif berunsur akustik dengan suara yang enak didengar. [lin/mu]

Tag : Oklik

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 14:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Saturday, 10 November 2018 20:00

    MINU Karakter Bojonegoro Gelar Educatif of Leadership

    MINU Karakter Bojonegoro Gelar Educatif of Leadership Hari Sabtu adalah hari libur bagi anak-anak MINU Karakter Bojonegoro. Tetapi tidak untuk Sabtu (10/11/2018) ini. Mengetahui akan pentingnya menjadi pemimpin yang baik sejak dini, diadakanlah Outbond di Maibit, Kecamatan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more