21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Wed, 19 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 10 September 2018 22:30

Meriahnya Festival Oklik Desa Tejo

Meriahnya Festival Oklik Desa Tejo

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) dan malam tahun baru Hijriyah 1 Muharram, warga Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, menggelar festival oklik, Sabtu (10/9/2018) malam.

Acara yang dimulai pukul 20.30 Wib itu diberangkatkan dari gapura desa, dan mulai berjalan di Penghubung Utama Kecamatan (PUK) diikuti ratusan peserta. Acara ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu warga baik dalam maupun luar desa.

Kades Tejo, Qomarrudin mengatakan, ini merupakan acara tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat, karena seluruh warga bisa berkreasi dengan musik tradisional oklik. "Ada 14 regu oklik, regu tersebut diambil dari setiap RT di Tejo yang berjumlah 14," terangnya.

Para peserta menempuh rute mulai dari Dukuh Kampung Baru, Nero, Kampung Njero, Kampung Tengah, Kampung Dukuh, dan finish di lapangan desa.

"Setiap regu oklik yang berjalan adalah tentuan urutan dari RT 1 sampai 14, selain itu ini adalah bentuk kerukunan warga," tambahnya.

Seni oklik adalah kesenian tradisional yang menggunakan peralatan sederhana yaitu kentongan dari bambu yang dibunyikan dengan irama teratur, sehingga membangun musik kreatif berunsur akustik dengan suara yang enak didengar. [lin/mu]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB