08:00 . Wihadi Wiyanto Jabat Dewan Pembina, Majlis Kehormatan dan Wasekjen DPP Gerindra   |   07:00 . Migrain, Apa Sih Ciri-Ciri dan Penyebabnya?   |   20:00 . Rencana Dimulai November, Bojonegoro FC Tunggu Surat Resmi dari Asprov Jatim   |   18:00 . Dukung Santri Belajar di Masa Pandemi, PEPC Beri Vitamin dan Alat Sanitasi   |   13:00 . Rumpun Bambu Terbakar   |   12:00 . Rumpun Bambu di Ngradin Terbakar Akibat Api Sisa Pembakaran Hasil Panen Tebu   |   11:00 . Akhir Pekan, Harga Telur Ayam Turun   |   08:00 . Lawan Corona Tak Sebatas Jargon Belaka   |   07:00 . Mi Instan dan Nasi Putih, Mana yang Lebih Tinggi Kalorinya?   |   22:00 . Kemenag Lantik 4 Pejabat Fungsional Madrasah   |   20:00 . Warga Nglampin Gelar Sedekah Bumi di Tengah Pandemi   |   20:00 . Pembangunan Jalan Rigid di 24 Titik ini Sudah 100 Persen   |   19:00 . Pelaksanaan Tes Tulis Perangkat se Kecamatan Dander Ditunda   |   18:00 . Rapat Kerja, Wihadi Minta Ada Satpolair dan Kapal Patroli di Laut Tuban   |   12:00 . Terjaring Razia, 40 Orang Disidang di Pengadilan   |  
Sun, 20 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 10 September 2018 22:30

Meriahnya Festival Oklik Desa Tejo

Meriahnya Festival Oklik Desa Tejo

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) dan malam tahun baru Hijriyah 1 Muharram, warga Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, menggelar festival oklik, Sabtu (10/9/2018) malam.

Acara yang dimulai pukul 20.30 Wib itu diberangkatkan dari gapura desa, dan mulai berjalan di Penghubung Utama Kecamatan (PUK) diikuti ratusan peserta. Acara ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu warga baik dalam maupun luar desa.

Kades Tejo, Qomarrudin mengatakan, ini merupakan acara tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat, karena seluruh warga bisa berkreasi dengan musik tradisional oklik. "Ada 14 regu oklik, regu tersebut diambil dari setiap RT di Tejo yang berjumlah 14," terangnya.

Para peserta menempuh rute mulai dari Dukuh Kampung Baru, Nero, Kampung Njero, Kampung Tengah, Kampung Dukuh, dan finish di lapangan desa.

"Setiap regu oklik yang berjalan adalah tentuan urutan dari RT 1 sampai 14, selain itu ini adalah bentuk kerukunan warga," tambahnya.

Seni oklik adalah kesenian tradisional yang menggunakan peralatan sederhana yaitu kentongan dari bambu yang dibunyikan dengan irama teratur, sehingga membangun musik kreatif berunsur akustik dengan suara yang enak didengar. [lin/mu]

Tag : Oklik


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat