20:00 . Peringati Milad HMI Akan Gelar Lomba Menulis   |   19:00 . Hadapi Puncak Musim Hujan, BPBD Petakan KRB   |   17:00 . Dinsos Bojonegoro, Anggarkan Rp15,3 M untuk KPM BPNT-D   |   16:00 . Harga Cabai Tak Kunjung Turun, Pedagang Mengeluh   |   15:00 . Warga Mulyoagung Digegerkan Mayat Mengapung di Bengawan   |   14:00 . Empat Atlet Pelti Asal Bojonegoro Berhasil Menjadi Juara   |   13:00 . Tahun 2020 Pemkab Sediakan 304 Pagu Beasiswa, ini Persyaratannya...   |   12:00 . Disperinaker Pastikan Tak Ada Pekerja Asal Bojonegoro di China   |   11:00 . Lakukan Indisipliner, 4 Oknum Guru Diberikan Sanksi   |   10:00 . UDD PMI Pusat Visitasi ke Bojonegoro   |   09:00 . Entri Data: Dipaksa Dulu, Budaya Kemudian   |   08:00 . Manfaatkan Sungai Meluap untuk Cari Kayu Bakar   |   07:00 . 5 Cara Atasi Keringat Berlebih pada Area Ketiak   |   21:00 . KKN IAI Sunan Giri Gelar Lomba Mewarnai   |   20:00 . Lomba Mewarnai KKN IAI di Sarangan   |  
Wed, 29 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 10 September 2018 22:30

Meriahnya Festival Oklik Desa Tejo

Meriahnya Festival Oklik Desa Tejo

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) dan malam tahun baru Hijriyah 1 Muharram, warga Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, menggelar festival oklik, Sabtu (10/9/2018) malam.

Acara yang dimulai pukul 20.30 Wib itu diberangkatkan dari gapura desa, dan mulai berjalan di Penghubung Utama Kecamatan (PUK) diikuti ratusan peserta. Acara ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu warga baik dalam maupun luar desa.

Kades Tejo, Qomarrudin mengatakan, ini merupakan acara tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat, karena seluruh warga bisa berkreasi dengan musik tradisional oklik. "Ada 14 regu oklik, regu tersebut diambil dari setiap RT di Tejo yang berjumlah 14," terangnya.

Para peserta menempuh rute mulai dari Dukuh Kampung Baru, Nero, Kampung Njero, Kampung Tengah, Kampung Dukuh, dan finish di lapangan desa.

"Setiap regu oklik yang berjalan adalah tentuan urutan dari RT 1 sampai 14, selain itu ini adalah bentuk kerukunan warga," tambahnya.

Seni oklik adalah kesenian tradisional yang menggunakan peralatan sederhana yaitu kentongan dari bambu yang dibunyikan dengan irama teratur, sehingga membangun musik kreatif berunsur akustik dengan suara yang enak didengar. [lin/mu]

Tag : Oklik


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat