21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Wed, 19 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 11 September 2018 19:00

Dinkes: Salam STOP, Jangan Berstigma Negatif kepada ODHA

Dinkes: Salam STOP, Jangan Berstigma Negatif kepada ODHA

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Hingga saat ini, di Bojonegoro tercatat 85 orang terkena HIV bahkan AIDS. Di sisi lain, stigma negatif dari masyarakat seringkali menjadi momok tersendiri bagi Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Terkait hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Whenny Dyah Prajanti mengimbau masyarakat tidak berpikir negatif terhadap ODHA. 

"Jangan menstigma orang yang terkena HIV/AIDS. Jauhi virusnya bukan orangnya," pinta Whenny melalui blokBojonegoro.com kepada masyarakat luas. 

Menurutnya, di Bojonegoro sudah ada peraturan daerah (Perda) HIV/AIDS mengikutsertakan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) untuk sosialisasi agar masyarakat tidak memberikan stigma atau cap buruk kepada penderita HIV/AIDS.

Pihak Dinkes juga melakukan sosialisasi agar orang yang terkena HIV harus minum obat anti virus seumur hidup. "Obatnya gratis, dari pemerintah. Obatnya tetap mahal tapi yang beli pemerintah," terang Whenny.

Terakhir "Salam STOP (Suluh, Temukan, Obati, Pertahankan)," pesan Whenny. [top/lis]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB