21:00 . DLH Bojonegoro Gelar Pembinaan Bank Sampah   |   20:00 . Salah Faham, Klarifikasi Kakek yang Diusir Karena Beda Pilihan Calon Kades   |   19:00 . Polemik Pengusiran Kakek Asal Kumpulrejo Hanya Salah Faham   |   18:30 . HUT, Bupati Bersama Pengurus PDIP Ziarohi Bung Karno   |   18:00 . Tingkatkan Minat Baca, Siswa SLB Kunjungi Perpusda   |   17:30 . Beda Pilihan Calon Kades, Kakek Diusir   |   17:00 . Musim Hujan, Disnakkan Minta Peternak Unggas Perlu Waspada 2 Penyakit ini   |   16:00 . BKPP: Status SN Masih Diberhentikan Sementara   |   15:00 . Tak Kunjung Turun, Harga Cabai Malah Melambung Hingga Rp72.000 per Kilogram   |   14:00 . Diduga Beda Pilihan Pilkades, Kakek 80 Tahun Diusir dari Rumah   |   13:00 . Talkshow: Cerita Inspiratif Founder Drone Emprit Asal Desa - Part 2   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Bakal Gelar Tes Simulasi CAT CPNS   |   11:00 . 3 Lowongan Kepala Dinas Masih Sepi Pendaftar   |   10:00 . 2019 Target Pengunjung Perpusda Terpenuhi Dominasi Usia 17-25 Tahun   |   09:00 . Talkshow Bareng Founder Drone Emprit dan Kadis Kominfo   |  
Wed, 22 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 11 September 2018 20:00

Suro, 42 Orang Ikut Ruwatan Massal di Kahyangan Api

Suro, 42 Orang Ikut Ruwatan Massal di Kahyangan Api

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Bulan Suro atau Muharram bagi orang Jawa termasuk bulan yang disakralkan.  Salah satunya adalah untuk tirakat dan menggeler ruwatan agar dijauhkan dari bala.

Sebagian besar masyarakat Jawa masih meyakini bahwa ada hari tertentu, dan keadaan manusia itu yang membawa hal baik dan buruk. Untuk hal baik tidak dirisaukan namun hal buruk itu yang harus diantisipasi. Salah satunya dengan mengikuti prosesi ruwatan sebagai bentuk ikhtiar. 

Seperti hari ini sebanyak 42 peserta ruwatan massal atau sukerto mengikuti prosesi acara yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan Pemkab Bojonegoro. Acara yang berlangsung di Pendopo Wisata Kahyangan Api, Selasa (11/9/2018) bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah 1440.

Turut hadir dalam acara itu Asisten I Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito.

Prosesi ruwatan ini diawali dengan acara sungkeman kepada masing-masing keluarga yang menjadi peserta sukerto. 

Yang dilanjut pertunjukan wayang murwokolo dengan dalang Ki Saeomo Sabdo Carito Dari Kecamatan Ngasem. Seusai gelaran wayang  dilanjutkan pembacaan ritual, pemotongan rambut, basuh muka, penarikan kupat luar.

"Yang mengandung arti bahwa ini membebaskan peserta dari bala, kesialan dan lain sebagainya," bebernya.

Salah seorang peserta ruwatan yang ditemui, Seger dari Kecamatan Kasiman menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarga mengikuti ruwatan karena  anak keduanya lahir pada hari Selasa Kliwon. 

Menurut orang tuanya bahwa Tiron Selasa Kliwon itu termasuk weton atau kelahiran yang keramat karena hari yang keramat.  Seger beserta istri menuturkan bahwa dengan mengikuti ruwatan ini sang anak akan jauh dari marabahaya atau sengkolo.

Kebanyakan dari keluarga yang mengikuti ruwatan adalah sebagai bentuk usaha agar keluarga mereka selamat, jauh dari bahaya dan senantiasa diberikan pertolongan oleh Tuhan YME. 

Dia, menuturkan dengan mengikuti massal ini biaya lebih murah, per keluarga Rp400.000 dan untuk per orang yang mengikuti Ruwatan dikenakan biaya Rp50.000. 

Ini jauh lebih ekonomis dibanding menggelar Ruwatan sendiri. Asisten I Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Djoko Lukito menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu agenda wisata yang akan meningkatkan geliat sektor wisata di Bojonegoro. 

Budaya di beberapa daerah dikembangkan menjadi salah satu daya tarik kunjungan baik wisatawan,lokasl, domestik maupun mancanegara dengan kemasan etnik dan original budaya atau kearifan lokal. [top/lis]

Tag : ruwatan, massal


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat