20:00 . Wacana Pasar Kota Dipindah, Pedagang Resah Bentangkan Spanduk   |   19:00 . Diterpa Pandemi, Ini Cara Bisnis Hotel dan Restoran Tetap Bertahan   |   18:00 . dr. Reisa: Bersama Kurangi Beban Garda Terdepan Penanganan Covid-19   |   17:00 . Prakiraan Cuaca, 3 Hari ke Depan Bojonegoro Diguyur Hujan Sedang   |   16:00 . Sebarkan Berita Benar, Laporkan dan Lawan Hoaks, Begini Caranya   |   15:00 . Meski Grafik Menurun, Jumlah Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Masih Tinggi   |   14:00 . 100 CPNS Guru SMA-SMK se Bojonegoro dan Tuban Terima SK   |   13:00 . Jembatan Kalibedah di Jalur Padangan-Ngawi Longsor   |   12:00 . Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang Hingga 8 Februari   |   11:00 . Peduli Covid-19, Biznet Serahkan Ribuan Masker ke RSUD Bojonegoro   |   10:00 . Bulog Bojonegoro Pastikan Stok Beras Aman Sampai 6 Bulan Kedepan   |   09:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Meningkat, Menjadi 798.810 Orang   |   08:00 . Harga Sayuran Mulai Merangkak Naik di Pasaran   |   07:00 . Lebih Sehat dengan Bangun Pagi, Begini Cara Menjadi Morning Person   |   06:00 . Ini Kriteria Pendonor Plasma Konvalesen   |  
Tue, 26 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bulan Suro, KUA Sepi Nikahan

blokbojonegoro.com | Friday, 14 September 2018 12:00

Bulan Suro, KUA Sepi Nikahan

Kontributor: Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Pernikahan merupakan hal yang sakral yang terjadi sekali seumur hidup, memilih pasangan hingga hari pernikahan sudah pasti menjadi pertimbangan masyarakat, apalagi orang tua yang ingin menikahkan putra-putrinya.

Khususnya orang jawa, hari pernikahan menjadi hal penting, mulai dari tiron (hari lahir), nama pasangan, nama orang tua hingga waktu dimana acara nikah dilaksanakan.

Saat bulan Suro atau bulan Muharram tahun Hijriyah, masyarakat percaya bahwa menggelar resepsi pernikahan pada bulan ini sangat dihindari, salah satunya di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh blokBojonegoro.com di kantor urusan agama (KUA) setempat, untuk bulan ini tidak ada satupun masyarakat yang mendaftar untuk mernikah.

Musyafak, penghulu yang bertugas membenarkan hal tersebut. Setiap tahun memang hal serupa sudah dapat dipastikan di masing-masing KUA, lantaran masyakarat masih percaya dengan budaya jawa secara turun temurun.

"Karena adat yang dipercaya oleh masyarakat jawa khususnya daerah sekitar, saat bulan Suro tidak boleh melangsungkan pernikahan," ungkapnya.

Laki-laki yang sedang bertugas ini menambahkan, bahwa memang untuk daerahnya masih sangat kental akan kepercayaan adat istiadat, hal tersebut untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

"Warga memilih untuk menghindari hal tersebut, dari pada mereka was-was terjadi apa-apa, ya mending dilakukan setelah bulan tersebut," ujar Musyafak.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat yang dituakan yang juga sering menghitung hari berdasarkan hitungan jawa, Madi menuturkan, bulan jawa Suro merupakan bulan dimana semua kegiatan atau perayaan beristirahat atau ditiadakan. Karena, kata Madi, bulan suro dalam hitungan jawa dikatakan 'galengan'.



"Bulan suro dalam hitungan jawa merupakan 'galengan' yaitu dimana tempat istirahat setelah melakukan kegiatan, jadi lebih baik tidak melangsungkan pernikahan," ungkapnya. [im/mu]

Tag : bulan suro, suro, kua, nikahan, pernikahan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat