16:00 . Setiap Bulan, Jumlah Warga Bojonegoro Daftar TKI Bisa Ratusan   |   15:00 . BMG Punya Dua Wartawan Utama   |   14:00 . Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Lomba Drumband di Tejo   |   13:00 . 19 Regu Meriahkan Lomba Drumband di Tejo   |   12:00 . Meriah, Trail Gayam Menantang dan Pacu Adrenalin   |   11:00 . Pemenang Motor Spirit Asian Games ini Gemetar dan Bersyukur   |   10:30 . PPLIPI Bagikan Air Mineral Kepada Pengunjung CFD   |   10:00 . Spirit Asian Games, 10 Ribu Masyarakat Bojonegoro Kompak Goyang Dayung   |   09:00 . Pelaku Seni Harus Punya NIK, ini Gunanya...   |   08:00 . 41 Wartawan Ikut UKW, 3 Dinyatakan Belum Kompeten   |   07:00 . 4 Tips Mencegah Badan Pegal Linu Ketika Bangun Tidur   |   06:00 . Ada Udang di Balik Fitnah   |   20:00 . Besok, Spirit Asian Games 2018 Kembali Digelar di Alun Alun   |   19:00 . Komitmen BMG Jadi Media Prefesional   |   18:00 . 16.468 KPM di Bojonegoro Terima Tuan Rasidi   |  
Sun, 23 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 14 September 2018 12:00

Bulan Suro, KUA Sepi Nikahan

Bulan Suro, KUA Sepi Nikahan

Kontributor: Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Pernikahan merupakan hal yang sakral yang terjadi sekali seumur hidup, memilih pasangan hingga hari pernikahan sudah pasti menjadi pertimbangan masyarakat, apalagi orang tua yang ingin menikahkan putra-putrinya.

Khususnya orang jawa, hari pernikahan menjadi hal penting, mulai dari tiron (hari lahir), nama pasangan, nama orang tua hingga waktu dimana acara nikah dilaksanakan.

Saat bulan Suro atau bulan Muharram tahun Hijriyah, masyarakat percaya bahwa menggelar resepsi pernikahan pada bulan ini sangat dihindari, salah satunya di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh blokBojonegoro.com di kantor urusan agama (KUA) setempat, untuk bulan ini tidak ada satupun masyarakat yang mendaftar untuk mernikah.

Musyafak, penghulu yang bertugas membenarkan hal tersebut. Setiap tahun memang hal serupa sudah dapat dipastikan di masing-masing KUA, lantaran masyakarat masih percaya dengan budaya jawa secara turun temurun.

"Karena adat yang dipercaya oleh masyarakat jawa khususnya daerah sekitar, saat bulan Suro tidak boleh melangsungkan pernikahan," ungkapnya.

Laki-laki yang sedang bertugas ini menambahkan, bahwa memang untuk daerahnya masih sangat kental akan kepercayaan adat istiadat, hal tersebut untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

"Warga memilih untuk menghindari hal tersebut, dari pada mereka was-was terjadi apa-apa, ya mending dilakukan setelah bulan tersebut," ujar Musyafak.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat yang dituakan yang juga sering menghitung hari berdasarkan hitungan jawa, Madi menuturkan, bulan jawa Suro merupakan bulan dimana semua kegiatan atau perayaan beristirahat atau ditiadakan. Karena, kata Madi, bulan suro dalam hitungan jawa dikatakan 'galengan'.



"Bulan suro dalam hitungan jawa merupakan 'galengan' yaitu dimana tempat istirahat setelah melakukan kegiatan, jadi lebih baik tidak melangsungkan pernikahan," ungkapnya. [im/mu]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

  • Sunday, 23 September 2018 15:00

    UKW ke-24 PWI Jatim

    BMG Punya Dua Wartawan Utama

    BMG Punya Dua Wartawan Utama Blok Media Group (BMG) yang membawahi blokBojonegoro.com dan blokTuban.com punya dua wartawan dengan kompetensi Utama. Hal itu dipastikan dua perwakilan BMG; Chief Executif Officer (CEO) BMG, Muhammad Abdul Qohhar dan Pemimpin Redaksi blokTuban.com, Sri Wiyono dinyatakan berkompeten dan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 24 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Friday, 21 September 2018 21:00

    Meriah, Acara The Power of Public Speaking STAI ATTANWIR

    Meriah, Acara The Power of Public Speaking STAI ATTANWIR Jumat, (21/8/2018) menjadi hari yang istimewa bagi keluarga Kampus STAI ATTANWIR. Hari ini Aula Kampus STAI ATTANWIR tampak mahasiswa ceria mengikuti The Power of Public Speaking dengan Narasumber, Indah Fajrotuz Zahro,M.Psi dengan moderator rekanita Iza Afadha, Duta Pelajar Jawa Timur....

    read more

Tabloid bB