Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro

Friday, 14 September 2018 19:00

Lestarikan Tradisi, Warga Gayam Gelar Sedekah Bumi di Lapangan Banyuurip

Lestarikan Tradisi, Warga Gayam Gelar Sedekah Bumi di Lapangan Banyuurip

Kontributor: Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Kebudayaan yang ada di Indonesia begitu banyak mulai dari kesenian, budaya dan religi.  Salah satunya adalah tradisi sedekah bumi yang tetap dilestarikan warga Dusun Kaliglonggong, Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Warga melangsungkan kegiatan tersebut di Sendang Kelor yang masuk area Lapangan Banyuurip.

Di area Lapangan Banyuurip ada sembilan sendang yang ada turut Desa Gayam dan juga Mojodelik. Untuk sendang yang berada di Desa Mojodelik kini semua dipindah menjadi satu tempat berada di luar pagar, yaitu Sendang Lego, sedangkan untuk sendang yang berada di Desa Gayam masih di dalam pagar yaitu Sendang Kelor.

"Pihak perusahaan membuatkan pintu masuk untuk warga sekitar memiliki akses ke Sendang Kelor saat ada acara," ungkap Andi Widiyanto, Humas EMCL yang hadir dalam acara.

Pihaknya menyampaikan rasa terimakasih kepada warga sekitar yang telah mengadakan kegiatan. Selain melestarikan kebudayaan tentunya juga untuk mempererat hubungan warga dan juga perusahaan.

"Kami berharap agar kegiatan serupa tetap di laksanakan setiap tahunnya, semoga hubungan baik perusahaan dan juga warga setempat selalu terjalin harmonis," ungkapnya

Sendang Kelor dahulunya merupakan sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga setempat, seperti untuk keperluan mandi, masak hingga minum.

"Sebelum dibangun proyek, Sendang Kelor menjadi sumber air warga sekitar, khususnya saat musim kemarau" ungkap Panji warga sekitar.

Sendang yang terletak sekitar lebih kurang seratus meter dari permukiman warga tersebut kini memang sudah tidak dimanfaatkan oleh warga, namun setiap tahunnya sedekah bumi tetap dilakukan.

"Setiap tahun kami memang mengadakan manganan untuk sendang, hal tersebut sudah kami lakukan dari turun temurun," tambahnya

Kaur Keagamaan (Modin) Desa Gayam, Muhajir yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan, bahwa warga sekitar akan selalu melakukan kegiatan serupa setiap tahun.

"Kegiatan tahunan tepatnya dilaksanakan pada hari Jumat Pahing ini, sudah kami lakukan turun temurun, mulai dari sendang itu ada dan kami tidak berani menghilangi kegiatan tersebut," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com.

Muhajir yang  sekaligus panitia kegiatan berharap agar pihak perusahaan selalu mendukung kegiatan tersebut, karena saat ini untuk memasuki area sendang harus melewati pagar perusahaan.

"Semoga setiap tahunnya pihak perusahaan memepersilahkan warga setempat untuk melakukan kegiatan serupa" tutupnya. [im/lis] 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service


Berita Terkini