09:00 . Curva Nord Bakal Berikan Teror dan Koreografi Kejutan   |   08:00 . Tandon Air, Solusi Petani Mayangkawis Bercocok Tanam di Musim Kemarau   |   07:00 . Tak Usah Isap dan Ikat Luka Gigitan Ular, Lakukan Ini Saja!   |   06:00 . Raker IKAMI Attanwir untuk Kebesaran Pondok   |   19:00 . Kwartir Ranting Sumberrejo Kembali Gelar Jambore Tingkat Penggalang   |   18:00 . Membanggakan, Produk Kripik Singkong Bojonegoro Expor ke Cina   |   18:00 . Rekind Akan Memberikan Penguat pada 5 Jembatan dan Melebarkan Jalan   |   17:00 . Geliat Literasi di Kedai Kopi Second   |   16:00 . Periode Juli 2019, ini Jumlah Tenaga Kerja di Proyek JTB   |   15:00 . Anggaran BPPDGS untuk Madin Meningkat Capai Rp15,5 M   |   14:00 . Petani Tembakau Balenrejo Mulai Panen   |   10:00 . Bansos Lansia, 505 Diverifikasi, 179 Orang Sudah Cair   |   09:00 . Sakit dan Butuh Pengobatan, Satu Jemaah Haji Pulang Awal   |   08:00 . Benih Bibit Tembakau Rusak, Petani Tidak Dapat Bantuan   |   07:00 . Menyikapi Dilema Anak Multilingual   |  
Sat, 24 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 14 September 2018 21:00

Pasrah, Masuk Masa Panen, Harga Tomat Anjlok

Pasrah, Masuk Masa Panen, Harga Tomat Anjlok

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Sebagian petani di Sekar tak bisa berbuat banyak, mereka terpaksa membiarkan tanaman tomat miliknya di lahan lantaran saat ini harganya anjlok. Bahkan, oleh para tengkulak hanya dibeli Rp500 per kilogram.

"Terpaksa sebagian dibiarkan membusuk sebagian, diambil buat bibit lagi," kata seorang petani tomat di Sekar, Sumiatun kepada blokBojonegoro.com, Jumat (14/9/2018).

Menurut Sumiatun, dirinya bingung, pasalnya, ketika tomat dipetik dan dijual hasilnya tak sebanding dengan jumlah tenaga yang dikeluarkan. Akhirnya, dirinya memilih pasrah dan membiarkan tomat miliknya matang di sawah.

Sebelumnya, lanjut dia, harga tomat cukup fantastis yaitu Rp4.000 perkilogram. Namun, dengan berjalannya waktu, tepatnya pasca Hari Raya Idul Adha harga tomat anjlok.

Menurut petani lain, Warso, menananm tomat memang tak memerlukan perawatan dan biaya tinggi. Yaitu, cukup disiram air secukupnya tomat sudah berbuah banyak.

"Kalau sedang mahal ya untung. Tapi kalau sedang murah seperti ini dibuat biaya tenaga pemetikan dan angkut ke pasar saja tidak cukup," timpalnya.

Tomat miliknya, sekali panen bisa mendapatkan 100 kilogram (1 kuintal). Tak hanya saat panen, untuk mengangkut tomat dari sawah ke menuju pasar pun juga butuh angkutan dari orang lain."Itu juga bayar jaga orang," bebernya. [top/lis]

Tag : harga, tomat

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Friday, 23 August 2019 14:00

    Petani Tembakau Balenrejo Mulai Panen

    Petani Tembakau Balenrejo Mulai Panen Musim ini para petani tembakau Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro tengah panen tembakau. Hanya sebagian petani yang menanam komoditas bahan utama rokok ini, alhasil harganya pun relatif mahal...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat