08:00 . Panggil Diknas, DPRD Akan Kawal Sampai Pusat   |   07:00 . Tips Berpakaian di Cuaca Panas Untuk Hijaber   |   21:00 . Cak Nun Jawab Gamblang Semua Pertanyaan   |   20:00 . Ratusan Sapi Produktif Dipamerkan, Yuk Lihat   |   19:00 . Sinau Bareng Cak Nun   |   18:00 . Ingin Turut Kembangkan Ekonomi Syariah   |   17:00 . Datangi DPRD, PPPK Diknas Bojonegoro Minta Kejelasan   |   16:00 . Bupati Ajak Tingkatkan Protein Hewani dengan Minum Susu   |   15:00 . Menjadi Guru PAI, Bagi Irma Lutfiana adalah Tanggungan Moral Anak   |   14:00 . Inilah Juara Lomba Sapi Betina Produktif dan Gelar Panen Pedet 2019   |   13:00 . Bupati Targetkan Bojonegoro Bisa Duduki Nomor Dua Populasi Sapi Se-Jatim   |   12:00 . Bupati Melihat Sapi yang Mendapat Juara   |   11:00 . Tingkatkan Populasi Ternak dengan Lomba Sapi Betina Produktif   |   10:00 . Berkah Energi Pertamina, Inilah Lima Pemenangnya   |   09:00 . Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT   |  
Thu, 17 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 16 September 2018 18:00

Mumpung Kemarau, Yuk Kunjungi Indahnya Kracaan Bengawan

Mumpung Kemarau, Yuk Kunjungi Indahnya Kracaan Bengawan

Kontributor: Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Kemarau yang terjadi setiap tahunnya mengakibatkan puluhan embung dan juga sungai yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan, tak terkecuali terjadi pada sungai terpanjang di pulau jawa, yaitu sungai bengawan solo yang semakin hari semakin menyusut debit airnya.

Sungai yang melintasi kota ledre yang juga berbatasan langsung antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, ternyata menyimpan begitu banyak kisah. Selain bencana banjir saat musim penghujan tiba, penemuan emas atau juga barang peninggalan masyarakat lampau, saat kemarau tersimpan keindahan yang patut untuk dikunjungi, apalagi dijadikan destinasi wisata.

Yaitu kracaan begitu masyarakat menyebutnya. Tepatnya berada di Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.

Untuk menuju ke tempat tersebut tidaklah sulit, dari Kota Bojonegoro lebih kurang menempuh perjalanan selama satu jam dan berjarak sekitar 43 kilometer.

Dengan melewati rute dari Kota Bojonegoro menuju ke barat arah cepu, setelah sampai di perempatan Padangan belok ke kiri menuju arah ke Kabupaten Ngawi, setelah sampai di perempatan pasar Tinggang belok ke kanan menuju Desa Payaman.

Kracaan sendiri merupakan air terjun kecil yang berada di tengah-tengah sungai bengawan solo, yang menghasilkan suara kracak (gemericik), sehingga warga sekitar menyebutnya Kracaan.

"Warga setempat dulu secara spontan menyebutnya dengan nama Kracaan," tutur Pasiran (64) warga setempat.

Salah satu pengunjung yang datang jauh-jauh dari Bojonegoro Kota, Dody mengatakan, dirinya bersama teman-temannya mendengar ada wisata unik yang hanya ada saat kemarau dari media sosial, sehingga ia memutuskan untuk berangkat melihat fenomena alam tersebut.

"Di mendia sosial sangat ramai dan teman-teman sering mengupload foto mereka, jadi sangat tertarik, langsung deh datang kesini," ungkapnya.

Pemuda tersebut berharap agar sarana prasarana seperti keselamatan para pengunjung dan sampah lebih diperhatikan lagi oleh pihak terkait. Karena untuk tempat sampah di area Kracaan sangat minim, sehingga para pengunjung membuang sampah sembarangan.

"Pengunjung yang berdatangan selalu membawa makanan dan minuman, sehingga bungkusnya mengakibatkan sampah menumpuk," keluhnya. [im/mu]

Tag : kracaan, bengawan solo, wisata

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat