17:00 . Menumbuhkan Partisipasi Pemilu   |   16:00 . Diduga Kelelahan, 4 Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia   |   15:00 . Buka Diklat Dasar KSR, Wakil Rektor 3 Ingin Seluruh Peserta Lolos Bersertifikat   |   14:00 . Diantar Masyarakat, Cakades Margomulyo Mulai Mendaftar   |   13:00 . EMCL Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan di Gayam   |   12:00 . Tinggal Satu Desa, Hitung Suara Di PPK Kecamatan Dander   |   11:00 . 34 Peserta, Tunjukkan Kemampuan Berbahasa Inggris dalam Speech Contest   |   10:00 . Diduga Darah Rendah, Pria ini Meninggal Saat Gali Lubang Septic Tank   |   09:00 . Kelola Keuangan Daerah, Pemprov Launching EKD   |   07:00 . 7 Tanda Anda Akan Diterima Kerja Setelah Interview   |   21:00 . Ketua FTBM Harap Pemkab Adakan Festival Hari Membaca   |   20:00 . Masih Lesu, Budaya Literasi di Bojonegoro Harus Digalakkan   |   19:00 . VIRAL..! PENTOL WAYAHE WAYAHE SAAT PEMILU   |   18:00 . Kampung Dekat Kali Brantas ini Menjadi Lebih Indah   |   17:00 . Kembangkan Pertanian Bojonegoro, Hara Gandeng Ponpes   |  
Wed, 24 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 16 September 2018 18:00

Mumpung Kemarau, Yuk Kunjungi Indahnya Kracaan Bengawan

Mumpung Kemarau, Yuk Kunjungi Indahnya Kracaan Bengawan

Kontributor: Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Kemarau yang terjadi setiap tahunnya mengakibatkan puluhan embung dan juga sungai yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan, tak terkecuali terjadi pada sungai terpanjang di pulau jawa, yaitu sungai bengawan solo yang semakin hari semakin menyusut debit airnya.

Sungai yang melintasi kota ledre yang juga berbatasan langsung antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, ternyata menyimpan begitu banyak kisah. Selain bencana banjir saat musim penghujan tiba, penemuan emas atau juga barang peninggalan masyarakat lampau, saat kemarau tersimpan keindahan yang patut untuk dikunjungi, apalagi dijadikan destinasi wisata.

Yaitu kracaan begitu masyarakat menyebutnya. Tepatnya berada di Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.

Untuk menuju ke tempat tersebut tidaklah sulit, dari Kota Bojonegoro lebih kurang menempuh perjalanan selama satu jam dan berjarak sekitar 43 kilometer.

Dengan melewati rute dari Kota Bojonegoro menuju ke barat arah cepu, setelah sampai di perempatan Padangan belok ke kiri menuju arah ke Kabupaten Ngawi, setelah sampai di perempatan pasar Tinggang belok ke kanan menuju Desa Payaman.

Kracaan sendiri merupakan air terjun kecil yang berada di tengah-tengah sungai bengawan solo, yang menghasilkan suara kracak (gemericik), sehingga warga sekitar menyebutnya Kracaan.

"Warga setempat dulu secara spontan menyebutnya dengan nama Kracaan," tutur Pasiran (64) warga setempat.

Salah satu pengunjung yang datang jauh-jauh dari Bojonegoro Kota, Dody mengatakan, dirinya bersama teman-temannya mendengar ada wisata unik yang hanya ada saat kemarau dari media sosial, sehingga ia memutuskan untuk berangkat melihat fenomena alam tersebut.

"Di mendia sosial sangat ramai dan teman-teman sering mengupload foto mereka, jadi sangat tertarik, langsung deh datang kesini," ungkapnya.

Pemuda tersebut berharap agar sarana prasarana seperti keselamatan para pengunjung dan sampah lebih diperhatikan lagi oleh pihak terkait. Karena untuk tempat sampah di area Kracaan sangat minim, sehingga para pengunjung membuang sampah sembarangan.

"Pengunjung yang berdatangan selalu membawa makanan dan minuman, sehingga bungkusnya mengakibatkan sampah menumpuk," keluhnya. [im/mu]

Tag : kracaan, bengawan solo, wisata

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more