08:00 . Tahu Lontong Mak Katinem, Rasa Khas Sejak Puluhan Tahun   |   07:00 . Waspada Kutu Air di Musim Hujan   |   20:00 . Alat Jumbo JTB Terpanjang Kesulitan Belok   |   19:00 . Spot Petualang Menarik dan Menantang di Kota Migas Bojonegoro   |   18:00 . Mendebarkan, Aksi Barongsai - Leang Leong saat Imlek   |   17:00 . Kangen Bojonegoro? Intip Wisata, Budaya dan Keseniannya   |   16:00 . Serba-serbi Perayaan Imlek di Tahun 2020 Shio Tikus Logam   |   15:00 . Ciptakan Kader Militan, IPNU IPPNU Gedongarum Gelar Makesta   |   14:00 . Digelar 2 Hari, ini Rangkaian Alisco 2020   |   13:00 . Brimob Bojonegoro Ikut Amankan Perayaan Imlek   |   12:00 . Air Kali Pacal Meluap, Ratusan Rumah Terendam   |   11:00 . Meriah, Hari Ini Pembukaan Alisco 2020   |   10:00 . Wujudkan Ketahanan Wilayah, Koramil Kanor Gelar Karya Bakti   |   09:00 . Atraksi Barongsai Pukau Warga di Klenteng Hok Swie Bio   |   08:00 . Imlek, Mari Saling Menghormati Antar Sesama Pemeluk Agama   |  
Sun, 26 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 25 September 2018 20:00

Catatan dari New York, USA (2)

Berburu Masakan Indonesia di New York

Berburu Masakan Indonesia di New York

Oleh: Didik Farkhan Alisyahdi, SH, MH.*

blokBojonegoro.com - Pergi ke negara orang bagi saya yang paling sulit adalah mencari masakan rasa Indonesia. Maklum lidah saya terlalu "setia" dengan pecel, rawon, soto, sate, gudeg, rendang, rujak cingur.

Terakhir 22-29 September 2018 ini saya ke New York, USA. Bergabung dengan delegasi Bu Risma yang diundang acara di dua agenda PBB. 

Selama 5 hari saya dan tim delegasi Pemkot Surabaya berusaha mencari makanan khas Indonesia. Terutama saat lunch dan dinner. Kalau breakfast pasti cukup menikmati makanan dari hotel.

Untung selama di New York delegasi ditemani seorang guide senior asal Jakarta yang sudah jadi warga negara USA. Pak Kardi namanya. Jadi dia tahu betul dimana saja rumah makan Indonesia ada.

Informasi dari Pak Kardi di New York setidaknya ada empat rumah makan yang dikelola WNI. Jadi lumayan banyak. Ada alternatif. Bisa lega karena tidak perlu lagi mengandalkan mie gelas terus he he.

Rumah makan pertama yang saya kunjungi adalah "Awang Kitchen". Pemiliknya kebetulan namanya Awang. Asli Jakarta.

Semula saya pikir dia orang Kalimantan. Karena namanya mirip mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek he he. Ternyata dia pendukung Persija tulen.

Rumah makan Awang Kitchen menempati satu ruko di kawasan: 8405 Queens Blvd #1C, Elmhurst, New York 11373. 

Cukup rumit penyebutan alamatnya memang. Tapi itulah Amerika. Alamat pasti menyebut rapi blok-bloknya. Letaknya Awang Kitchen tidak serumit nama alamatnya. Karena pas berada di pinggir jalan besar.

Saat saya dan Bu Risma datang makan siang, Minggu (22/9), suasana rumah makan full. Meja untuk sekitar 50 orang terisi semua. Untung kami sudah pesan meja sebelumnya.

Tamu yang makan hampir 80% wajah-wajah Indonesia. Sisanya bule. Saya tidak tahu mengapa ada bule kesasar makan disana. Apa mereka  itu bule lokal, apa bule yang juga lagi liburan. 

Lihat gayanya saya duga bukan bule orang lokal. Pakaiannya seperti tamu. Mungkin bule itu pas lapar lewat  Awang Kitchen. Jadi langsung masuk. Mungkin coba-coba pengin tahu rasanya makan soto betawi kali ya....he he.

Menu di Awang Kitchen menyediakan masakan nusantara lengkap. Semua ada. Apalagi jenis soto: lengkap. Mulai soto ayam Lamongan, soto Betawi, soto madura ada. Rawon, Bakso, rendang, kare ada semuanya. 

Tempe tahu merupakan makanan favorite di sana. Selalu habis. Kami siang itu malah hanya kebagian tempe goreng saja. Yang dihidangkan panas-panas dengan lombok iris plus kecap. Semula kami pesan tahu goreng.  Ternyata sudah ludes dilahap tamu sebelumnya.

Ada yang khas di Rumah makan Awang Kitchen. Di dalam ruangan dipasang tiga televisi besar. Tapi semuanya siaran TV Indonesia. Jadi praktis karena selisih 11 jam, maka siang itu kita lihat program siaran malam (dinihari) TV Jakarta. 

Saat di rumah makan, karena wajah Bu Risma mudah dikenali, hampir semua pengunjung mengenalinya. Bahkan selesai makan semuanya satu persatu minta foto sama Bu Risma. Termasuk kru Awang semua keluar, mulai tukang masak sampai waitres minta foto. 

Rumah makan Indonesia yang representatif lainnya adalah Upi Jaya. Berada di blok 76-04 Woodside Ave, Elmhurst, New York 11373. Dilihat namanya bisa ditebak: itu rumah makan padang. 

Masakan Padang memang terkenal lezat-lezat. Konon rendang termasuk salah satu masakan terlezat di dunia. Dengan berani buka di New York, kota tempat markas PBB berada, itu berarti bukti masakan padang diterima di seluruh dunia. 

Sayang saya belum sempat mampir merasakan masakan di Upi Jaya. Karena informasi dari Pak Kardi kalau hari senin Upi Jaya libur.

Lalu dua tempat lagi ada "warung" Sky Cafe yang beralamat di 8620 Whitney Ave, Queens, NY 11373. Menurut Pak Kardi tempatnya tidak besar, maka bisa dibilang kelas warung. 

Ini tempat makan Favorit para mahasiswa dan pelajar dari Indonesia. Karena harga  makanannya lebih terjangkau bagi kantong mahasiswa dan pelajar.

Terakhir, masih di kawasan Whitney Ave adalah Rumah makan Asian Taste 86 Halal Food. Alamat lengkapnya di 86-10 Whitney Ave, Queens, NY 11373.

Hampir sama dengan Sky Cafe, Asian Taste ini juga menempati ruko yang tidak besar. Hanya ada 3-4 meja kata Pak Kardi. 

Saat saya membuat tulisan ini pada hari kedua di New York. Berarti masih ada waktu tiga hari lagi sebelum pulang ke Indonesia. Saya masih penasaran ingin mencicipi masakan di ketiga rumah makan itu.

Maklum di hari kedua saat lunch, karena sudah lapar habis acara di GCTF di Roosevelt Hotel terpaksa mencari tempat makan terdekat. Dapatlah rumah makan China. Congee Village.

Hmmm.......bisa ditebak. Saat menikmati makanan China saya belum sepenuhnya bisa menerima. Tapi tetap harus saya telan he he. Mungkin prngaruh ada menu pork-nya jadi makan pun tidak bisa sepenuh hati. Biar aman  pesan ayam goreng. Ternyata ayamnya  gede-gede. Ayam kalkun kali ya. 

Lalu mie dan nasgor kita sharing. Rasanya juga beda dengan yang di Indonesia. Yang pas di Resto china itu bubur ayamnya. Disajikan panas-panas. Rasanya enak sama banget dengan bubur ayam di tanah air. 

Entahlah apa dulu bubur ayam Jakarta itu asalnya dari masakan China? Atau sebaliknya...rumah makan China ini  yang "njiplak" masakan kita? Google yang tahu he he. [Kang DF]

*Aspidsus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya

df2

 

Tag : negara, kolom, risma, kejati


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat