16:00 . Ganti Nama, P3A Kini Jadi P2TP2A   |   15:00 . Kunker, Pemkot Tasikmalaya Belajar Pengelolaan Pasar   |   14:00 . Model Baru Buku Nikah Tunggu dari Kementrian Pusat   |   13:00 . SDN MT Ikuti Lomba Budaya Mutu   |   12:00 . Musim Hujan, 50 Embung Bakal Ditabur Benih Ikan Tawes dan Nila   |   11:00 . Dugaan Pungutan di SMAN 1 Bojonegoro, ini Kata Kepala Cabdindik   |   10:00 . Staf Ahli Bidang Pendidikan APKASI Kunjungi Bojonegoro   |   09:00 . Gebyar Si Joni Heroik, Senyap untuk Krisna   |   08:00 . Lebih Dekat dengan SKD saat Tes CPNS, Intip Yuk!   |   07:00 . 5 Adegan Sinetron yang Bertentangan dengan Logika dan Kenyataan   |   22:00 . UNUGIRI Kalahkan UNHASY 6-1 di Liga Futsal Mahasiswa   |   21:00 . Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab   |   20:30 . Haddad Alwi Sihir Masyarakat Bojonegoro dengan Lagu Religinya   |   20:00 . SMK Diharap Jadi Sekolah Berbasis Akademis dan Produksi   |   19:30 . Sempat Diguyur Hujan, Ratusan Masyarakat Padati Peringatan HSN   |  
Wed, 24 October 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 27 September 2018 06:00

GTT/PTT K2 Izin Tak Mengajar 6 Hari

GTT/PTT K2 Izin Tak Mengajar 6 Hari

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Di Bojonegoro ada 4.000 lebih honorer GTT/PTT. Selama 6 hari, mereka izin kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk tidak menjalankan tugas mengajar selama 6 hari kerja, mulai 1 hingga 6 Oktober 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan Guru Honorer K-2 Bojonegoro yang tergabung dalam Forum Komunikasi GTT/PTT K-2 Dinas Pendidikan Bojonegoro, melalui surat dengan Nomor: 03/FKGTT/PTT K2/IX/2018.

Ketua Forum Komunikasi PTT/GTT Bojonegoro, Arif Ida Rifai menyampaikan, alasan mereka tidak masuk kerja, di antaranya adalah keluarnya Peraturan Menpan RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang kreterian penetapan kebutuhan PNS dan pelaksanaan seleksi CPNS tahu 2018.

"Pada lampiran peraturan tersebut di huruf F angka 6 menurut kami adalah bentuk deskriminasi perjuangan honorer Kategori 2/ HK2," jelas Arif.

Keinginan GTT/PTT K2 Bojonegoro beristirahat untuk merdam kegalauan, kekecewaan dan kemarahan atas deskriminasi perjuangan tersebut.

"Kami juga meminta, agar masing-masing pemangku kebijakan memenangkan kembali nasib Honorer K2," imbuhnya.

Surat yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro itu, juga diberikan kepada bupati, Ketua DPRD, Ketua BKPP, dan Ketua PGRI Bojonegoro. [saf/ito]

Tag : k2, honorer, bojonegoro

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 14 October 2018 11:30

    3th blokTuban.com dan HJT ke-725

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita Dalam kesempatannya menghadiri agenda Gowes 3 tahun blokTuban.com berkarya di Bumi Wali yang dibalut nuansa semarak menyambut Hari Jadi Tuban (HJT) ke-725, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Wilayah Jawa Timur...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 October 2018 21:00

    Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab

    Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab Sebagai bagian pengenalan jurusan serta menjalin keakraban sesama mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar malam keakraban. Acara yang dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 21 Oktober hingga...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat