17:00 . Menumbuhkan Partisipasi Pemilu   |   16:00 . Diduga Kelelahan, 4 Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia   |   15:00 . Buka Diklat Dasar KSR, Wakil Rektor 3 Ingin Seluruh Peserta Lolos Bersertifikat   |   14:00 . Diantar Masyarakat, Cakades Margomulyo Mulai Mendaftar   |   13:00 . EMCL Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan di Gayam   |   12:00 . Tinggal Satu Desa, Hitung Suara Di PPK Kecamatan Dander   |   11:00 . 34 Peserta, Tunjukkan Kemampuan Berbahasa Inggris dalam Speech Contest   |   10:00 . Diduga Darah Rendah, Pria ini Meninggal Saat Gali Lubang Septic Tank   |   09:00 . Kelola Keuangan Daerah, Pemprov Launching EKD   |   07:00 . 7 Tanda Anda Akan Diterima Kerja Setelah Interview   |   21:00 . Ketua FTBM Harap Pemkab Adakan Festival Hari Membaca   |   20:00 . Masih Lesu, Budaya Literasi di Bojonegoro Harus Digalakkan   |   19:00 . VIRAL..! PENTOL WAYAHE WAYAHE SAAT PEMILU   |   18:00 . Kampung Dekat Kali Brantas ini Menjadi Lebih Indah   |   17:00 . Kembangkan Pertanian Bojonegoro, Hara Gandeng Ponpes   |  
Wed, 24 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 27 September 2018 06:00

GTT/PTT K2 Izin Tak Mengajar 6 Hari

GTT/PTT K2 Izin Tak Mengajar 6 Hari

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Di Bojonegoro ada 4.000 lebih honorer GTT/PTT. Selama 6 hari, mereka izin kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk tidak menjalankan tugas mengajar selama 6 hari kerja, mulai 1 hingga 6 Oktober 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan Guru Honorer K-2 Bojonegoro yang tergabung dalam Forum Komunikasi GTT/PTT K-2 Dinas Pendidikan Bojonegoro, melalui surat dengan Nomor: 03/FKGTT/PTT K2/IX/2018.

Ketua Forum Komunikasi PTT/GTT Bojonegoro, Arif Ida Rifai menyampaikan, alasan mereka tidak masuk kerja, di antaranya adalah keluarnya Peraturan Menpan RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang kreterian penetapan kebutuhan PNS dan pelaksanaan seleksi CPNS tahu 2018.

"Pada lampiran peraturan tersebut di huruf F angka 6 menurut kami adalah bentuk deskriminasi perjuangan honorer Kategori 2/ HK2," jelas Arif.

Keinginan GTT/PTT K2 Bojonegoro beristirahat untuk merdam kegalauan, kekecewaan dan kemarahan atas deskriminasi perjuangan tersebut.

"Kami juga meminta, agar masing-masing pemangku kebijakan memenangkan kembali nasib Honorer K2," imbuhnya.

Surat yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro itu, juga diberikan kepada bupati, Ketua DPRD, Ketua BKPP, dan Ketua PGRI Bojonegoro. [saf/ito]

Tag : k2, honorer, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more