22:00 . Tingkatkan Kepuasan Pelayanan, Satlantas Polres Bojonegoro Resmikan Gedung Baru   |   21:00 . Sebelum Injeksi Sumur, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Gelar Sosialisasi   |   20:00 . Air Tidak Keluar, Warga Desa Ini Kompak Turunkan Mesin Pompa Air   |   19:00 . Produksi Pertamina EP Sukowati Field di Angka 9.000 BPH   |   18:00 . Penerimaan Naker Melalui Pemerintah Desa   |   17:00 . Berikan Suport, Kapolres Silaturrohimi Disabilitas Bojonegoro   |   16:00 . Akibat Angin Kencang, Kerugian Rp3,5 Miliar   |   15:00 . Kuasa Hukum GKJTU: Sempat Dilakukan Mediasi, Tiga Ruko Tetap Dirobohkan   |   14:00 . Bupati Serahkan Alat Rekam Data Kependudukan Tingkat Kecamatan   |   13:00 . Kalah Gugatan, 3 Ruko Dirobohkan Oleh PN Bojonegoro   |   12:00 . 46 Pohon Tumbang di 11 Kecamatan   |   11:00 . Kebutuhan Naker untuk Rig, ini yang Dibutuhkan   |   10:30 . Media Cetak Tergerus, Media Digital Tak Mudah Bertahan   |   10:00 . Pertamina EP Field Asset 4 Sosialisasi Pengeboran Lokasi Sukowati i003   |   09:30 . Literasi di Kampus Ungu Terus Mewarnai   |  
Wed, 20 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 29 September 2018 16:00

Air PDAM Tak Keluar, Perparah Kekeringan di Ngumpakdalem

Air PDAM Tak Keluar, Perparah Kekeringan di Ngumpakdalem

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dalam 4 bulan terakhir, curah hujan di Kabupaten Bojonegoro bisa dikatakan sangat minim. Musim kemarau ini, tidak hanya menye­babkan lahan perkebunan dan pertanian kekeringan, namun sumur warga juga mulai kering.

Sejumlah warga puluhan de­sa di 12 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro ki­ni mulai mengeluhkan su­mur di ru­mah mereka mulai me­ngering. Mi­salnya, sejumlah warga di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.

Warga Kedungrejo mengeluhkan keterbatasan air di dalam su­mur mereka. Malah dalam dua bulan terakhir ini, sebagian sumur sudah ada yang kering total.

“Bahkan kemarin, saat beberapa daerah di Bojonegoro diguyur hujan disini tidak turun satu tetes pun,” kata Muhammad Subki, salah seorang warga Dusun Kedungrejo, Sabtu (29/9/2018).

Untuk memenuhi air bersih sebagai kebutuhan mandi dan mencuci pakaian ia dan warga sekitar harus mengambil di sebuah sumur di ujung desa di tengah sawah sambil membawa sepeda motor. Sedangkan untuk keperluan air minum, ia membeli air galon isi ulang dengan harga Rp 3.500 per galon.

“Untuk kebutuhan sehari hari paling tidak membutuhkan 4 sampai 6 jirigen air dan itu juga untuk minum hewan ternak,” katanya lagi.

Kekeringan yang melanda tempatnya tersebut juga diperparah dengan air PDAM yang tidak bisa mengeluarkan air banyak. Bahkan dalam 1 bulan belakangan, hampir dipastikan tidak setiap hari air PDAM keluar dan keluarnya pun hanya pada waktu malam hari saja.

Menanggapi hal tersebut PDAM Bojonegoro memang membenarkanya. Sedikitnya air yang keluar disebabkan lantaran kondisi pipa sangat kecil dan daerah di sana naik turun, serta ditambah pelanggan di sana sudah maksimal atau sudah cukup banyak, sehingga pada tahun 2019 rencananya akan ada pemasangan Pompa Boster.

"Rencanya Pompa Boster tersebut akan dipasang di Desa Karangsono, sehingga bagi masyarakat Ngumpakdalem yang berlangganan dengan PDAM dan sekarang kesulitan air kita minta maaf yang sebesar-besarnya," tutup Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Bojonegoro, Joko Siswanto kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : pdam, dander, ngumpakdalem

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat