22:00 . Peringati HSN, BEM IAI Sunan Giri Bojonegoro Gelar Talk Show   |   21:00 . Organisasi Lintas Agama Berikan Pengobatan Gratis di Ngraseh   |   20:00 . Malam Syahdu HSN dengan Tadarus   |   19:00 . Inilah Daftar Lolos Administrasi CPNS Bojonegoro   |   18:00 . PPLIPI Ajak Masyarakat Bojonegoro Membatik   |   17:00 . Dulu Flanel, Sekarang Zahida Fokus Batik Painting   |   16:00 . Santri Abu Darrin Gelar Gerak Jalan dan Sepeda Hias   |   15:00 . Peringati HSN, Seluruh Santri Attanwir Ikuti Pawai Taaruf   |   14:00 . Santri Attanwir Gelar Istighosah Bersama   |   12:00 . 15 Ribu Santri Dipastikan Ikut Upacara HSN 2018   |   11:00 . PC LP Ma'arif NU Bojonegoro Gelar KSOAs   |   10:00 . Taman, Ciptakan Suasana Nyaman di Sekolah   |   09:00 . Hari Santri, Jamaah NU Bubulan Istighotsah Kubro   |   07:00 . Selain Menyegarkan, Ini Manfaat Teh yang Wajib Diketahui   |   06:00 . Gesang Tetap Gesang   |  
Sun, 21 October 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 30 September 2018 16:00

PMII Altamis STIE Cindekia Kunjungan Industri

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Altamis, Komisariat Stie Cendekia Bojonegoro kunjungi Indsutri Batik di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (30/9/2018). Kunjungan tersebut diikuti oleh 37 Mahasiswa, baik dari Mahasiswa Baru (Maba), Pengurus Rayon dan Pengurua Komisariat.

"Kunjungan ini dalam rangka Pra-Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) atau tingkat pertama kaderisasi di PMII," ujar Ketua Rayon Altamis, Kristanty Dewi.

Selain dalam rangka pra Mapaba, Kunjungan tersebut juga sengaja ditujukan agar kader-kader PMII lebih memberi warna saat berada di lingkungan masyarakat dengan sebuah keahlian yang mereka miliki. Bahkan jangan sampai hanya menjadi mahasiswa yang sebatas sebagai pemangamat dari perubahan saja tetapi tidak mempunyai keahlian lainya.

"Selain kita sebagai penyemangat perubahan, alangkah baiknya kita juga mempunyai keahlian yang bisa dikembangan ditengah masyarakat, sehingga perubahan tersebut bakal berdampak positif kepada masyarakat," lanjutnya.

Sementara itu, pemilik industri, Eny Kusnuriyati menjelaskan sangat senang sekali dikunjungi oleh para mahasiswa. Sebab menurutnya pada era moderenisasi ini, tidak sedikit mahasiswa yang sudah mulai melupakan pakaian adat khas suku jawa ini.

Dirinya juga berharap, agar generasi muda selalu mampu menangkap peluang yang ada. Bahkan jika terus dikembangkan bisa menjadi tambahan pemasukan pribadi yang menguntungkan. Malah dapat berpartisipasi mensejahterakan lingkungan sekitar dengan mengajak masyarat.

"Kita harus cermat melihat kondisi yang ada, kesuksesan itu bukan milik orang yang pandai, tetapi milik orang yang bisa memaksimalkam lingkunganya," pungkas Eni. [din/lis]


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




Video bB

Redaksi

  • Sunday, 14 October 2018 11:30

    3th blokTuban.com dan HJT ke-725

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita Dalam kesempatannya menghadiri agenda Gowes 3 tahun blokTuban.com berkarya di Bumi Wali yang dibalut nuansa semarak menyambut Hari Jadi Tuban (HJT) ke-725, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Wilayah Jawa Timur (Jatim), Arif Rahman memberi himbauan kepada masyarakat umum, khususnya yang ada dalam kegiatan tersebut agar lebih cerdas dalam mengkonsumsi berita....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar...

    read more