16:00 . Ganti Nama, P3A Kini Jadi P2TP2A   |   15:00 . Kunker, Pemkot Tasikmalaya Belajar Pengelolaan Pasar   |   14:00 . Model Baru Buku Nikah Tunggu dari Kementrian Pusat   |   13:00 . SDN MT Ikuti Lomba Budaya Mutu   |   12:00 . Musim Hujan, 50 Embung Bakal Ditabur Benih Ikan Tawes dan Nila   |   11:00 . Dugaan Pungutan di SMAN 1 Bojonegoro, ini Kata Kepala Cabdindik   |   10:00 . Staf Ahli Bidang Pendidikan APKASI Kunjungi Bojonegoro   |   09:00 . Gebyar Si Joni Heroik, Senyap untuk Krisna   |   08:00 . Lebih Dekat dengan SKD saat Tes CPNS, Intip Yuk!   |   07:00 . 5 Adegan Sinetron yang Bertentangan dengan Logika dan Kenyataan   |   22:00 . UNUGIRI Kalahkan UNHASY 6-1 di Liga Futsal Mahasiswa   |   21:00 . Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab   |   20:30 . Haddad Alwi Sihir Masyarakat Bojonegoro dengan Lagu Religinya   |   20:00 . SMK Diharap Jadi Sekolah Berbasis Akademis dan Produksi   |   19:30 . Sempat Diguyur Hujan, Ratusan Masyarakat Padati Peringatan HSN   |  
Wed, 24 October 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 03 October 2018 15:00

Duet Kompak, Bupati-Wabup Cek Fasilitas Umum

Duet Kompak, Bupati-Wabup Cek Fasilitas Umum

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Demi memuaskan masyarakat menikmari fasilitas dan sarana umum, Pemkab Bojonegoro mengecek langsung kondisi, kinerja dan kesiapan petugas, Rabu (3/10/2018). Saat agenda tersebut Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awannah dan Wakil Bupati (Wabup), Budi Irawanto turun langsung melakukan inspeksi.

Selain Bu Anna dan Mas Wawan, sidak juga didampingi staff ahli Bupati, asisten daerah, Kepala Dinas (Kadinas) Permukiman Cipta Karya, Kadinas PU Bina Marga, Kadinas Pu SDA, Kadinas Pemuda Dan Olahraga, Kadinas Lingkungan Hidup, Kabag Pembangunan, Kabag Humas Dan Protokol, Kabag Umum dan Kasatpol.

"Sidak ini dilakukan untuk melihat apakah tempat yang akan disidak memiliki kualitas yang sesuai standar apa tidak," tutur Bu Anna panggilan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.

Sehingga tempat yang akan dikunjungi diantaranya alun-alun Bojonegoro, rumah potong hewan kota, taman Rajekwesi, GOR Dabonsia, stadion Letjen H. Soedirman, TPA Banjarsari. Bupati Anna memberikan beberapa masukan kepada beberapa kepala dinas terkait.

"Di alun-alun adanya perpustakaan mini harus bisa merepresentasikan kabupaten Bojonegoro, serta bangunan harus bisa menggunakan kayu agar bisa terlihat lebih menyatu dengan alam. Selain itu lantai disekitar perpustajkaan mini harus ditanami rumput agar lebih hijau," ungkap Bu Anna.

Sedangkan di rumah potong hewan kota, Bupati menghimbau agar rumah potong hewan ini bisa lebih steril dan juga bisa lebih bersih lagi. Sehingga rumah pemotongan hewan bisa terlihat rapi dan juga bersih. Selain itu rumah potong hewan harus bisa mengelola limbah dari hewan yang telah dipotong agar bisa lebih sesuai standar lagi.

Saat melihat taman rajekwesi, Bupati Anna memberikan masukan mengenai toilet umum yang ada disana. Agar kaca toiletnya harus bisa diganti menjadi lebih besar dan jangan menggunakan kaca toilet yang kecil, hal itu akan membuat ruangan tampak kecil. Bila menggunakan kaca besar ruangan akan terlihat menjadi lebih besar.

Ketika di GOR Dabonsia, melihat apakah GOR yang menjadi simbol Olahraga di Bojonegoro ini tidak menjadi sia-sia. "Karena GOR ini bisa menunjang olahraga di Bojonegoro bisa menjadi lebih maju. Terutama masalah kebersihannya. Ketika selesai ada event di GOR ini harus bisa langsung dibersihkan sehingga GOR ini layak untuk digunakan ajang-ajang nasional," pesannya.

Ditambahkan, Stadion Letjen H. Soedirman untuk melihat kondisi stadion. Disarankan agar fasilitasnya dijaga dan apabila ada yang kurang harap diperbaiki. Seperti halnya saklar lampu yang tidak bisa dinyalakan dan dimatikan, jika ingin mematikan lampu harus melepas lampunya langsung, dan hal itu sangat berbahaya dan harus diminimalisir.

Dalam agenda kunjungan itu, rombongan mengakhiri sidaknya di TPA Banjarsari, Bupati Bojonegoro menghimbau agar pengelolaan limbah disini harus bisa semaksimal mungkin. Limabah yang bisa diolah harus bisa memberi manfaat ekonomis lagi, sehingga sampah bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

Sampah memang menjadi faktor utama kebersihan, sehingga dalam pengelolaan sampah di TPA harus bisa lebih baik lagi agar sampah tidak lagi menjadi momok lagi.  "Kita harus bisa mencontoh Swedia dalam mengelola sampah, bahkan negara tersebut sampai harus mengimpor sampah, karena di negara tersebut pengelolaan sampahnya sangat maju dan efektif," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : bupati, bojonegoro

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 14 October 2018 11:30

    3th blokTuban.com dan HJT ke-725

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita

    AMSI Jatim Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Berita Dalam kesempatannya menghadiri agenda Gowes 3 tahun blokTuban.com berkarya di Bumi Wali yang dibalut nuansa semarak menyambut Hari Jadi Tuban (HJT) ke-725, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Wilayah Jawa Timur...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 October 2018 21:00

    Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab

    Pengenalan Jurusan, Himagri Unigoro Gelar Makrab Sebagai bagian pengenalan jurusan serta menjalin keakraban sesama mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar malam keakraban. Acara yang dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 21 Oktober hingga...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat